14 November 2008

Untukmu Mahasiswa

Ada tulisan saya di e-mail yang cukup baik menurutku. Tentunya sebagian yang baca akan kesulitan kok tiba-tiba begini kalimatnya. Intinya adalah keinginan untuk meningkatkan kemampuan SDM di Indonesia, dengan ide awal adanya calon-calon mahasiswa yang punya prestasi bagus di dunia perlombaan (misalnya Olimpiade Sains, dst) yang tentunya karena waktu yang tak mencukupi bagi mereka untuk belajar secara normal, maka dibutuhkan pendekatan lain. Walaupun pembahasan dibuat lebih melebar lagi. Silakan dibaca dan dikomentari:

Begini Bang Kemas, dia (beliau) "tidak runut dalam pola pikir dengan menggunakan pengetahuan sebelumnya". Ada penekanan "pengetahuan sebelumnya", nah, kemungkinan besar matapelajaran matematika di SMA sangat/ kurang dipahami, akibatnya: "pengetahuan sebelumnya" kosong atau lebih sopannya nyaris tidak ada, sehingga begitu masuk IT Telkom (hehhhh saat itu STT Telkom), maka beliau terlalu berat (bahasa Jawa-nya, kan Bang Kemas mau dengan orang Jawa ya...?) keponthal-ponthal.

Mestinya IT Telkom mulai melakukan kegiatan pembelajaran dengan system cluster pula, sehingga bagi yang mempunyai kemampuan dasar yang bagus dan/ atau cukup dimasukkan ke kelas yang biasa, sedangkan yang mempunyai kemampuan yang kurang dimasukkan ke kelas yang kurang. Atau malah dibagi tiga, ditambah yang sangat bagus, bisa langsung loncat, inilah calon-calon Sarjana S1 yang lulus dalam 3 tahun atau kurang. Sehingga IT Telkom mempunyai ciri khas sebagai Perguruan Tinggi yang menerapkan zero DO. Semua mahasiswa yang masuk akan keluar dalam jumlah yang sama, yang membedakan adalah seberapa cepat mereka lulus. Nah, mungkin ini bisa menjadi ide untuk membuat proposal lengkap dari tim-nya Pak ALY, "Penelitian untuk Meningkatkan Materi Pengajaran"

Dan persoalan yang demikian itu, benar-benar bukan persoalan BK, karena saya masih komit dengan pembagian, SKS dan non SKS. BK harus mengurusi bagian yang tidak ada SKS-nya, yang lebih luas cakupannya, dan lebih tak terstruktur dibanding unit yang akademik. Unit akademik sudah ada garis-nya minimal path kasarnya, yang dinyatakan dalam kurikulum, namun di BK, masih remang-remang, dan lebih luas cakupannya, karena non SKS (non akademik), tentunya yang diurus di luar akademik, jelas jauh lebih banyak, dan lebih tidak terstruktur. Mulai dari menuntun mahasiswa yang sulit berbicara, sampai menangani mahasiswa yang kebanyakan berbicara (nerocos tanpa henti). Mulai dari yang amat sopan, sehingga tak mampu berbuat banyak, karena selalu dibatasi oleh pemikiran: "ini sopan nggak ya..." sampai dengan mahasiswa yang berbuat semau gue tanpa batas kesopanan. Mulai dari mahasiswa yang tidak mau bergaul hingga yang kebanyakan gaul. Mulai dari mahasiswa yang suka menyendiri sampai dengan mahasiswa yang terus berkumpul tanpa kenal waktu. Mulai mahasiswa yang tak tahu organisasi sampai dengan mahasiswa yang isinya hanya organisasi doing. Tempatkan mereka sesuai pada tempat dan tingkatnya. Wah, ini bisa menjadi ide bagi tim PHK: Good University Governance.

Terus masalah pembiayaan. Dikti dalam hal ini PHK Institusi memang menekankan perlunya pencarian dana selain tuition fee. Selain itu Dikti juga menekankan perlunya membuat segmentasi mahasiswa berdasarkan ekonomi pula, harus ada target dari institusi perguruan tinggi untuk menerima mahasiswa dari kalangan ekonomi rendah. Lho, kok semua jadi saling terkait. Iya dong!!! Ayo kita buat proposal lengkap PHK Institusi.

Ayo silakan diteruskan diskusinya...
Bagus .... Bagus ... Bagus ....

06 November 2008

Pemanasan Amat Penting!

Sabtu, 1 Nopember 2008 sore sekitar jam 14, aku datang terlambat, dan pas antrian untuk main badminton. Ada keraguan aku untuk langsung main. Minimal harus gerak badan ringan, untuk mempersiapkan fisik siap on. Namun kondisi menghendaki, tepat antrian sebelumnya selesai.

Maka mainlah aku, level permainan lawan mah setaralah dengan kemampuan diriku. Maka kejar mengejar angka pun terjadi. Mepet selisihnya. Sebuah smashku berhasil membuat lawan mati langkah. Shuttle cock dilempar, aku akan service. Namun ketika membungkuk hendak mengambil shuttle cock. Ufff... pinggang terasa sakit dengan amat. Terpaksa kaki ditekuk, untuk mengambilnya. Service berhasil dilakukan dengan baik. Pengembalian bola yang dekat diriku, namun aku tak mampu melangkahkan kaki. Sejak itu keraguan, meneruskan permainan berkecamuk. Satu set selesai. Kalah. Namun aku sudah tak sanggup main lagi.

Sulit duduk, apalagi bangun dari duduk. Membungkuk untuk rukuk pun tak mampu aku lakukan. Padahal aku harus ketemu sama teman-teman, minimal hingga jam 20-an. Oh... betapa.

Minggu amat pagi aku hubungi, Pak Aang, tukang pijit langganannya Bu Endang, dan beberapa dosen di IT Telkom. Beliau minta di-sms-kan alamat rumahku dan ancar-ancar untuk mencapainya. Aku minta beliau ke rumah sekitar jam 14. Pagi temanku mau datang ke rumah. Ketika temanku datang, aku tak sanggup menerimanya dalam kondisi duduk dengan nyaman. Ada sederet bantal di belakang punggungku. Beberapa kali terpaksa merebahkan diri. Sakitnya bukan hanya sekedar di pinggang, sudah terasa pula di perut bagian bawah, seperti tertusuk/ ada sesuatu yang menusuk.

Ternyata Pak Aang tak bisa hadir ke rumah, akibat hujan mengguyur. Nggak mungkin aku begini terus, malam terus aku berpikir siapa selain Pak Aang. Beberapa orang yang kukenal pandai masalah urut-mengurut telah kuhubungi. Namun nggak berhasil sampai malam terlewati.

Senin pagi, aku sudah kontak kembali ke Pak Aang. Alhamdulillah, beliau akhirnya memijitku. Kelemahanku memang di situ, yaitu, begitu terpesona dengan omongan beliau, yang aku sampaikan hanya sulit duduk. Dipijit. Langsung aku sudah bisa duduk dengan nyaman, dan sekaligus berdiri. Bahwa ada gerakan kaki dan pinggang yang lain, yang aku segera lupa.

Ternyata aku belum bisa membungkuk. Sakit sekali, kalau dipaksa membungkuk. Selasa aku masih berpikir-pikir berangkatkah aku ke IT Telkom? Aku coba masuk ke mobil, ya ampuuun... ketika kaki kiri diangkat masuk ke mobil, rasanya... masya Allah, aku coba keluar, rasanya malah lebih-lebih, aku nggak jadi ngantor. Ingin sebenarnya aku segera menelpon kembali Pak Aang. Namun beliau memang meminta, 3 hari lagi beliau kembali. Wah, nggak mungkin kelamaan di rumah. Walaupun dalam kondisi sakit ini, tetap koordinasi pekerjaan dilakukan, dan sekarang kan jaman teknologi jempol, mengapa sulit?

Terpaksa Rabu pagi kontak kembali ke Pak Aang, dan alhamdulillah siang sekitar jam 11 beliau hadir. Seluruh badan diurut. Mulai kaki, pinggang, punggung, tangan, sampai dengan kepala. Mulai dari diurut, sruut, hingga tangan kiri dikeluarkan dari bawah badan, dan ditarik, hruut. Ada suara keletuk.

Maka dicoba lagi duduk, langsung berdiri. Sambil tiduran angkat pantat. Membungkuk. Alhamdulillah bisa. Memang masih ada sedikit-sedikit rasa sakit. Katanya karena efek sakit.

Rabu ini memang ada undangan dari wali kelas anakku yang nomor empat. Anakku memang ada kekurangan pendengaran. Akhirnya aku berangkat ke sekolah anakku. Lho, kok nggak ke kantor. Lha, wong aku berangkat dari rumah saja sekitar jam 14.

Acara dengan Ibu Wali kelas, ternyata membahas masalah kelemahan anakku, yah... aku tahu ... memang aku harus mengeluarkan dana yang cukup besar untuk mendapatkan alat yang baik untuk anakku, harga Rp15juta sehingga sepasang Rp30juta.

Anakku yang lain, mengetahui Bapak dan Ibunya ke sekolah, semua ngabur masuk mobil. Jadilah mobil keluarga: 6 anak dan 2 orang tuanya. Delapan orang!
Pulangnya lewat Antapani karena mau berobat, mampirlah ke rumah makan Ayam Kremesan Ny Hj Imam. Disini kami malah ditawari untuk hadir di cabang Naripan nanti jam 18.30 karena ada shooting Rumah Makan Ayam Kremesan Ny Hj Imam.

Yah, orang memang nggak akan percaya bahwa baru hari Rabu aku bisa keluar rumah. Betapa tidak? aku kan gagah. Ha ha ha ... Selain itu, memang watakku: sedih tertawa, senang tertawa, bingung .... tertawa juga. Pokoknya serba tertawa. Sehingga nggak nyangka aku separah itu kondisinya, membalik badan saja, sakitnya bukan main.

Jadilah, malam aku ke Naripan, masih dengan rombongan anak-anakku lengkap enam orang masih pakai baju sekolah pula, walaupun beberapa pakai kamuflase sweater.

Hari ini (Kamis 6 Nopember 2008) aku ngantor, aku pikir notebook, yang paling berberat tak lebih dari lima kilo, dapat aku tenteng dengan nyaman. Namun masya Allah, perjalanan dari gedung C ke gedung D, aku lalui dengan berkali-kali nyegir. Sakit setiap langkah terayun. Nasib, kelihatannya kumat lagi. Padahal aku sudah pakai setagen.

Ampuun dah... kalau seperti gini gimana nasibku.
Inilah makhluk betapapun gagahnya makhuk tetap saja makhluk yang punya kelemahan. Padahal hanya satu urat/ syaraf mengalami masalah, namun seluruh badan terasa sakitnya. Maka apa yang dicari dalam hidup ini? Yang Maha Kuasa, Yang Maha Mencipta telah membentuk manusia sebagai makhluk yang paling sempurna. Mengapa tidak percaya bahwa Yang Maha Mengatur telah memberikan aturan Yang Terbaik dan tak ada lagi Aturan yang lebih baik daripada Aturan Yang Telah Beliau Siapkan untuk manusia.

27 October 2008

IT Telkom Juara geMasTIK 2008

Serangkaian upaya untuk menghadirkan sebuah event besar untuk mahasiswa bidang TIK terus dilakukan. Sebelumnya sudah diungkapkan event PIMNAS terlalu luas cakupan kategori lombanya. Bisa dibayangkan menanam lombok diadu dengan membuat Motor Otomatis berpenggerak Roda tiga, dst. Terlalu sulit untuk melihatnya. Karenanya event bidang TIK harus muncul dengan sendirinya. Upaya itu lantas diwujudkan dalam bentuk proposal yang diserahkan ke Direktur DP2M ketika PIMNAS berlangsung di Bandar Lampung (saat itu diberi nama Jambore IT, me-refer pada salah satu kegiatan genia HMIF STT Telkom). Ada sekian belas jenis lomba yang diajukan, mulai dari yang serius sampai ke jenis lomba yang lucu-lucuan supaya sosialisasi dunia TIK menjamur di Indonesia. Dan alhamdulillah, event tersebut berhasil gol dan diberi nama yang unik dan terasa nyleneh: geMasTIK (paGElaran MAhasiswa naSional bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi). Ini logonya:





















Dari belasan jenis lomba, akhirnya diperas menjadi hanya 7 kategori lomba, dan yang tidak terlalu serius (artinya tidak harus orang TIK yang bisa ikut serta dalam kategori lomba tersebut), hanya ICT paper contest saja. Dalam bidang ini tidak harus peserta mempunyai latar belakang keilmuan di bidang TIK, bisa dari sastra Inggris, misalnya.

Pembukaan Final geMasTIK akhirnya dilakukan oleh Bapak Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo. Hadir dalam acara ini sekitar 600 orang, baik dari peserta lomba geMasTIK, tamu undangan dari PT Telkom, Datacomm, ZTE Indonesia, peserta seminar INDECT 2008, dll. Turut pula memberikan wacana, staf ahli Menteri KomInfo, Bapak Suhono. Gempita yang coba dibayangkan oleh saya, ternyata tak mampu dihadirkan dalam acara Pembukaan ini. Garing rasanya ... Hanya pidato dan pidato melulu. Kecewa aku! Prosesi penyambutan Menteri pun terasa garingnya, tak mampu menggugah yang hadir untuk menikmatinya.

Final lomba yang memakan waktu mulai dari Kamis jam 13.30 sampai dengan Jum'at jam 15.00, akhirnya ditutup dalam acara Malam Penutupan geMasTIK. Dan ternyata Bapak Dirjen Dikti, tak hadir, dari Dikti hanya dihadiri oleh Bapak Syuaiban, Kasubdit Kreatifitas Mahasiswa, Dit P2M, Ditjen Dikti Departemen Pendidikan Nasional. Ada kecewa di sini.

Pihak lain yang merasakan kecewa adalah yang kami inginkan untuk menjadi tuan rumah pada tahun 2009, yang teranyata sampai acara Malam Penutupan, tidak terjadi pengambilan keputusan. Memang saat Sarasehan di Hotel New Grand Pasundan, muncul beberapa nama Perguruan Tinggi yang berminat menjadi tuan rumah pada tahun 2009, tentunya setelah IT Telkom menyatakan bersedia untuk tidak kembali menjadi tuan rumah pada tahun 2009. Nama-nama perguruan tinggi tersebut adalah Unisula Semarang, UII Yogyakarta, ITS Surabaya (yang menggunakan istilah orang Jawa, jika diberi amanah kami siap), dan pada saat Malam Penutupan muncul nama baru, yaitu UGM Yogyakarta. Tuan rumah pelaksana kegiatan, memang wewenang dan hak prerogatif dari Dirjen Dikti, sarasehan hanya sekedar dapat mengusulkan saja. Sehingga di malam itu, Pataka geMasTIK, penerima Pataka simbol tuan rumah, dikembalikan ke jajaran Ditjen Dikti.

Berbeda dengan acara Pembukaan yang terkesan garing, tidak ada hiburan yang menghibur, pada malam ini, beberapa tampilan dari UKM berunjuk gigi pula. Dan inilah yang aku suka, tampilan yang bukan dibawakan oleh Profesional memang berbeda, Seni bukan untuk Seni semata, maka tertawalah saya ketika UKM Kesenian Bali tampil dan sang aktor naik menari di atas teman-temannya namun ketika turun mengalami kesulitan. Inilah yang ditunggu, mencairkan suasana yang serius.

Pengumuman pemenang yang terasa garing pula, tanpa ada nuasana gebukan drum atau kenong, menghasilkan Urutan Juara Umum geMasTIK 2008:
1. IT Telkom
2. UBINUS
3. UGM

Dengan demikian kemungkinan melihat keinginan berbagai Perguruan Tinggi yang berminat menjadi tuan rumah, kemungkinan besar adalah UGM, yang memang mempunyai keinginan untuk mengembangkan keilmuan TIK.

Semoga kita bisa melihat bagaimana lanjutan event bernama geMasTIK ini pada tahun depan. Dan majulah insan muda berbakat di bidang TIK. Jangan mundur karena suasana ekonomi. Dan sudah saatnya generasi muda mengambil alih dunia TIK, dengan semboyan TIK bukan hanya untuk TIK saja, TIK harus bisa untuk seni, TIK harus bisa untuk ekonomi, TIK harus bisa untuk mengembangkan akhlak, TIK harus bisa untuk memudahkan transparansi, dll. Inilah harapan dari Bapak Menteri Pendidikan Nasional saat membuka final geMasTIK 2008. Semoga wujud nyata kehandalan TIK di Indonesia dapat terlihat dalam 2-3 tahun mendatang.

Sudah saatnya kita merdeka, dari segala bentuk belenggu penjajahan manusia atas manusia, sudah saatnya Penjajahan hanya berlaku: Yang Maha Kuasa atas manusia!

22 October 2008

geMasTIK 2008

Akhirnya geMasTIK dilaksanakan juga di IT Telkom. Sebuah ajang pergulatan para mahasiswa untuk menghadapi serunya persaingan di dunia TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) event yang dicoba akan terus dilakukan per tahun sekali. Dan event pemiliknya adalah Ditjen DIKTI. Artinya pula boleh jadi, tempat penyelenggaraan akan bergeser setiap tahun.

Sebuah event yang diharapkan memacu dan memicu para mahasiswa untuk terus menggeluti TIK, bidang yang saat ini masih terus berburu kemajuan. Di industri pun, dunia TIK terus bersaing dengan sengit. Lihatlah bagaimana
serunya persaingan dalam memberikan bonus/ diskon para operator seluler GSM/ CDMA.


Event yang dulunya kami beri nama Jambore IT, namun nama ini mengandung kesan hura-hura sebagaimana Jambore pramuka, yang tidak berkesan ilmiah, dll. Sehingga malah diberi nama
geMasTIK (Pagelaran Mahasiswa tingkat Nasional bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi). Karena selain yang berwujud lomba yang menunjukkan keseriusan, juga ada Pameran dan Seminar.

Tanggal 22 Oktober 2008 ini telah terpasang berbagai sarana publikasi. Ada Baliho, Umbul-umbul, Spanduk, dll. Lihatlah:


















Tentunya ada perjuangan yang cukup berat untuk menyelenggarakan event yang pertama kali diselenggarakan, dari sisi contoh, memang beberapa sudah ada, namun contoh tersebut kurang lengkap. Dari content penyelenggaraan pun belum begitu baik definisi dan tools yang bisa digunakan.

Dari sisi kemasan beberapa kali dilakukan terobosan, misalnya dari sisi yang membuka acara, telah diusahakan dengan sungguh-sungguh agar Presiden selaku Ketua Dewan TIK Nasional dapat hadir, dan nyaris menghasilkan keputusan akan kehadiran beliau, namun ternyata ada halangan yang tak sanggup diatasi, minimal waktu yang bergulir terus menyebabkan kehabisan waktu menyiapkan kehadirannya. Harapannya dengan Presiden yang hadir dapat menyedot perhatian seluruh bangsa dan negara.

Tak lupa pula dilakukan upaya dengan menggunakan EO (Event Organizer) untuk masalah-masalah ceremonial, dan didapatkan konfirmasi adanya 40 media massa yang akan meliputnya, mulai dari Radio, Surat Kabar, media web, dan Televisi. Wartawan dari RCTI dan TranTV sudah konfirmasi untuk hadir meliput.

Di jaman ini, saya nggak begitu yakin hanya dengan content acara yang baik saja, kita bisa meraih simpati masyarakat. Lihatlah LINUX yang kurang meriah, akibatnya kurangnya publikasi padahal dari sisi teknologi OS, LINUX dipandang lebih baik dari WINDOWS. WINDOWS terlalu banyak crash yang terjadi.

Pada akhirnya Menteri Pendidikan Nasional yang hadir dalam acara ini. Semoga tidak ada halangan yang menghalang, tidak ada hambatan yang menghentikan acara ini. Berjalan dengan lancar dan sukses. Mohon maaf atas segala khilaf dan kekurangan.

Terima kasih atas dukungan, do'a dan segala bantuan yang telah diberikan.

17 October 2008

Jualan Abab #2

Tak dinyana ternyata sempat IHSG naik sebanyak 2 digit, bahkan nyaris 100 point.

Beberapa rekan di sini, telah pula mulai bermain saham. Mengingat harga yang rendah membuat mereka berani main dalam skala 15juta-an. Tentunya permainan ini berharap ada sesuatu yang baik, bagi mereka. Ketika harga naik, maka kemungkinan akan dilakukan penjualan. Pejabat bursa pun dengan baik mengatakan, begitu naik mencapai 10% langsung saham di-suspend, begitu pun begitu turun 10% di-suspend juga, sehingga kemungkinan terjadi gejolak akan dihindari.

Beberapa tanggapan tentang gejolak harga saham memang beragam, ada yang dengan sedih menanggapinya, ada yang gembira (karena kemungkinan bisa beli saham), ada pula yang langsung menyatakan sistemnya harus segera diganti, karena nggak sesuai dengan hukum yang diyakininya.

Melihat kasus per kasus memang kadangkala kita menyatakan kesalahan pada detil masalah, padahal menurutku bukan didetil masalah yang semata-mata salah, namun yang fundamen-lah yang salah. Mestinya yang benarlah yang melingkupi mereka, bukan yang benar dilingkupi oleh yang lain. Kata melingkupi mungkin kurang pas, yang pas adalah menguasai.

Yahh... inilah ide tentang jaualan abab.

13 October 2008

Jualan Abab

Abab dalam bahasa Jawa, makna yang sebenarnya adalah uap mulut, tak ada barang, hanya omongan doang, tak ada sesuatu yang riil. Menjelang Idul Fitri saya baca koran tanggal 17 September Lehman and Brothers yang saat itu menjadi bahan pembicaraan, mengalami goncangan yang dahsyat akibat rontoknya harga saham dari sekitar 67 dollar turun amat drastis menjadi 23sen. Sebuah fenomena yang sangat luar biasa dahsyat menghancurkan. Rontoknya harga saham ini sebagai akibat lanjutan dari gonjang-gonjing pemberian kredit besar-besaran di AS sono, yaitu dikenal dengan kasus Mortgage Sub Prime, pemberian kredit pada sektor properti.

Efek domino di Indonesia terasa ketika Idul Fitri terjadi, sekitar seminggu setelahnya, yaitu BEI (dulu BEJ=Bursa Efek Jakarta) dinyatakan ditutup. Beberapa menteri bertemu bahkan tanpa menunggu kehadiran Presiden untuk membahas masalah harga saham tersebut. Barulah secara resmi Presiden memimpin Rapat Terbatas membahas masalah ini, dan beliau menyempatkan diri menyampaikan krisis komoditi (saham), bukan krisis ekonomi bagi Indonesia. Namun apalah arti kalimat ini. Dan ditambahkan pula yang disitir berkali-kali oleh sebuah ditayangkan oleh sebuah stasiun TV: fully under control. Benarkah hal ini terjadi?

Ketika aku mendengar dari stasiun TV bahwa BEI ditutup, aku menelpon teman-teman yang bermain di saham (banyak alumni MA86 ITB yang bermain di saham). Maka komentarnya senada dengan kalimat Presiden. Fundamental ekonomi Indonesia amat kuat, sehingga perubahan menjadi krisis ekonomi tahap II di Indonesia akan dapat dihindarkan. Sebuah stasiun TV memang berkali-kali pula melakukan upaya konfirmasi dan kajian ke Direksi BEI, pengamat ekonomi, ahli saham (bursa), dan bahkan politikus DPR. Kalimatnya memang senada, tidak akan terjadi goncangan (krisis) ekonomi di Indonesia.

Namun sungguh, ketika saya hadir di kantor Operator Telekomunikasi terbesar di Indonesia di Jakarta mendapatkan berita yang mengagetkan Group Bakrie terkena imbas kasus ini, menembus angka Trilyunan. Tanpa penjelasan yang jelas, group Bakrie melakukan rasionalisasi, yang muncul adalah karena Group Bakrie menanggung hutang sebesar 1,2T. Apakah ini berkait? Aku tidak tahu.

Tambahan lagi, Senat AS yang akhirnya setuju dengan usulan presiden untuk mem-bail out sebesar 700M dollar US. Namun beberapa pengamat menyatakan tak cukup menggunakan dana sebesar itu untuk menutup perusahaan kapitalisasi yang demikian besar, mestinya mencapai T-an US $ (informasi dari milis: mestinya 5T US $) untuk mengamankan perusahaan kapitalisasi tersebut di AS. Dan yang masih menjadi gejolak, angka 700M$US itupun masih belum cair.

Dengan harga saham yang anjlok ini, beberapa (11) BUMN diperintahkan oleh Presiden untuk buy back. Namun sampai berita tadi malam, belum sampai angka 11 yang menyatakan mau buy back, baru sekitar 6 BUMN. Dalam kondisi harga saham turun, biasanya saatnya untuk membeli, namun dari temanku yang bermain saham, belum saatnya membeli, karena kemungkinan besar akan turun kembali. Bisa dibayangkan saham Lehman dari 67 dollar menjadi hanya 23 sen. Berapa % jatuhnya?

Beberapa pelaku pasar saham memang sedang mengalami goncangan yang berat dari info temen: ada yang kemarin sebelum jatuh nilai investasinya menembus angka 100M Rp namun dengan krisis ini, nilai menjadi hanya 10M-an, dan ada pula yang menulis di milis bahwa dengan berbagai portofolio investasi (salah satunya ada di saham) maka total kekayaannya tinggal 30% saja. Memang dari jualan abab ini ada yang gembira amat sangat, bahkan salah satu karyawan perusahaan pialang sampai memilih keluar kerja, karena kekayaannya kemarin-kemarin sudah 10M Rp, namun segera rontok pula, sehingga harus memilih masuk kembali ke dunia kepegawaian, milih jadi pegawai lagi, mulai dari awal lagi.

Inilah yang saya sebut Jualan Abab, karena barangnya sebenarnya tak ada yang diperjual belikan, hanya janji yang diberikan. Inilah permainan orang-orang yang bermain dengan informasi. Walaupun salah jika informasi tersebut diulang-ulang terus, maka akan menjadi informasi yang benar. Karena itu, upaya yang harus kita lakukan adalah mencari informasi yang benar, bukan lagi hanya berdasarkan berita yang diulang-ulang, salah-salah keyakinan yang sudah terpatri tercerabut karena informasi yang salah. Kewaspadaan harus ditingkatkan karena saat ini yang berkuasa memang orang-orang yang menjanjikan syurga semacam ini. Bukan janji yang sudah pasti ditepati.

Apakah anda termasuk yang tertipu oleh janji yang tak kuat dasar filosofinya?

08 October 2008

Idul Fitri 1429 H

Rasanya sudah rutin acara idul fitri terjadi, begitupun tahun ini (1429H/ 2008M), semua sibuk untuk mudik, sebagian lagi masih menghitung apakah tanggal Idul Fitri akan berbeda-beda? Sungguh tak disangka ternyata waktu Idul Fitri tetap juga berbeda: ada yang sehari sebelum terjadwal dalam kalender, ada yang pas kalender, ada pula yang sehari setelah jadwal kalender, bahkan sampai ada yang tiga hari setelah jadwal kalender. Kondisi ini memang sesuatu yang terasa aneh, mengingat konsekuensi yang akan dihadapi terhadap Idul Fitri. Jika sudah Idul Fitri, maka tidak boleh shaum, bahkan hukumnya HARAM. Namun dengan berbagai pertimbangan nasional, maka kegiatan HARAM pun tidak dipermaalahkan. Mengapa hal ini terjadi? Hal ini salah satu tanda bahwa Islam belum tegak, mengatur, tetapi diatur.

Seperti biasanya juga, pada tahun-tahun sebelumnya, banjir SMS menghadiri handset Nokia Communicator seri 9210i punyaku. Bahkan nyaris aku tidak sempat membacanya. Karena itulah mohon maaf kepada rekan-rekan yang telah mengirim SMS, namun belum sempat dibalas. Saya berhitung begini: jumlah mahasiswa IT Telkom total yang aktif berkisar pada angka 5.500 orang, jumlah alumni IT Telkom sekitar 9.000 orang, kemudian total pegawai IT Telkom menembus angka 350 orang, belum rekan-rekan sejawat, teman sepermainan, teman seperjuangan, teman berkegiatan sosial, teman separtai, dll. Total jenderal adalah angka 20.000 orang, dan dari angka ini ambillah 5% saja, maka penuhlah inbox handset-ku.

Karena itulah, kami (saya dan keluarga) memohon:
Maaf yang sebesar-besarnya atas belum sempatnya saya membalas SMS bapak-bapak, ibu-ibu, adik-adik dan saudara-saudara sekalian. Semoga pemberian perhatian ini dapat memberikan hubungan (interaksi) yang lebih baik lagi pada masa-masa mendatang.
Beberapa gerombolan/ komunitas yang teringat oleh saya telah memberikan SMS antara lain: komunitas Alumni Gamais ITB, komunitas alumni ITB, komunitas alumni MA86 ITB, komunitas alumni STT Telkom/ IT Telkom, mahasiswa SI-32-02, mahasiswa kelas IF-31-01, mahasiswa kelas IF-32-01, mahasiswa IF angkatan 2003, kOmpiLasi (kumpulan orang-orang Pati di Bandung), komunitas milis WOng Pati, Astacala, mantan/ sedang Bimbingan PA/ TA, dan Partai Demokrat. Mohon maaf sekali lagi bagi rekan-rekan yangbelum terwakili. Semoga saya ingat kembai nanti. Dan semoga kita tetap dapat membuat jalinan yang erat.

25 September 2008

Kumpulan MA86

Kembali rekan-rekan MA86 kumpul-kumpul. Kegiatan kumpulan ini memang sudah berlangsung berkali-kali. Saya sendiri pernah hadir tiga empat kali. Sungguh cerita masa lalu memang mengharukan, menggembirakan, menyenangkan, menyejukkan, menggemaskan, menyedihkan, namun yang jelas amat disukai. Nostalgia, itu namanya.

Beragam kegiatan masa lalu melingkupi kita, namun apa yang telah diraih dan apa yang hendak dicapai, haruslah nyata dan wujud, bukan hanya sekedar bayang-bayang semata. Atau mimpi di siang bolong. Tak ada keterpaduan.

Yang nampak dari acara ini peserta yang hadir tak banyak berubah jumlahnya, ada yang hadir dalam satu kumpulan, namun tak hadir dalam kumpulan yang berikutnya. Wajar dan biasa. Karena kesibukan masing-masing memang telah terjadi. Ada sibuk mengurus istri, sibu mengurus anak, sibuk mengurus pekerjaan, dan ada pula yang sibuk membuka wacana baru, ide baru, yang amat perlu bantuan tentunya yang sibuk mengurus diri karena sakit.

Cobalah tengok ceritanya di:
http://d-story.blogspot.com/2008/09/laporan-dari-bukber-di-scbd.html

Sayang fotonya tak nampak. Semoga MA86 masih ada dan mampu membuat gebrakan dalam hidup ini menuju keabadian yang sejati dan baik adanya.

24 September 2008

Manajemen

Ya, kata menejemen, menurut saya mestinya semakin mengemuka dalam hari-hari ini di IT Telkom. Kata-kata ini mestilah menjadi pembahasan yang serius, mengingat, ada masalah yang demikian ini di IT Telkom.

Orang-orang di IT Telkom sudah mafhum juga adanya Master Plan yang telah disusun menggunakan dana yang tak sedikit pula, menembus angka 200-jutaan. Namun saat Master Plan telah tersusun, maka tahun berikutnya Master Plan berubah total. Dulu, Master Plan diberi nama Kawasan Pendidikan STT Telkom 2021, namun semenjak STT Telkom berubah menjadi IT Telkom, nama Master Plan pun berubah menjadi Kawasan Pendidikan Telkom (Telkom Education Park). Dan ternyata di kawasan ini, bukan lagi berdiri khusus untuk STT Telkom, namun sudah bukan lagi khusus untuk STT Telkom, sudah berdiri pula Politeknik Telkom.

Gedung Politeknik Telkom dibangun lebih di depan dibanding gedung-gedung milik IT Telkom, sehingga berkesan IT Telkom lebih mblesep. Lebih mentereng gedungnya, seperti mall bentuknya.

Di sisi lain, IT Telkom hendak membangun gedung Learning Centre namun tak juga kesampaian bentuk kegiatannya. Yang sudah jelas hanya telah dilakukan peletakan batu pertama saja, yang dilakukan pada bulan April, namun pembangunannya belum juga dilaksanakan sampai saat ini.

Inilah alasan mengapa judul tulisan ini diberi label manajemen.

Manajemen berarti pembagian tugas, pembagian wewenang, pembagian tanggung jawab, sesuai fungsi dan perannya, sesuai dengan kemampuan pemangkunya. Siapa yang tinggi honornya, maka mestinya mempunyai tanggung jawab dan mempunyai peranan yang tinggi pula. Para pucuk pimpinanlah yang memanej tertinggi. Beliau harus sanggup melihat, dimanakah titik-titik kritis terjadi.

Melihat kondisi IT Telkom yang ingin menjadi WCU pada tahun 2017, maka pembangunan sarana-prasarana juga menjadi fokus capaian tersebut.

Mosok sudah dua kali penganggaran terjadi namun belum ada titik terang pembangunan, kok tidak ada sentuhan dari manajemen pucuk pimpinan dalam mem-push pembangunan tersebut. Disinilah wujud pelaksanaan tanggung jawab tertinggi pucuk pimpinan. Dia harus mampu membagi tugas, dia harus mampu membuat policy sehingga terjadi pelaksanaan kegiatan, dia harus konsentrasi tidak hanya berdasarkan kesukaan pribadi saja. Maka dia tidak akan hanya berfikir pergi ke Luar Negeri untuk menjual ide saja.

Dan pucuk pimpinan pulalah yang harus mampu mewujudkan kesatuan, kebersamaan, bagi-bagi tugas dengan baik, dan mengontrol pelaksanaan tugas juga dengan baik.

Yang penting lagi, ayo kita semangat kembali membangun institusi tercinta ini. Visi telah dicanangkan. Kebersamaan dalam meraih cita adalah keharusan! Saling isi-mengisi adalah kesejatian! Bagi-bagi tugas, itulah menejemen! Komunikasi adalah sharing knowledge! Beban tanggung jawab, itulah keadilan! IT Telkom menuju WCU!

15 September 2008

Evaluasi Anggaran PHK I tahun seleksi 2008

Surat yang dikirim dari Dikti via e-mail ditunjukkan langsung ke Ketua Pelaksana PHK Institusi IT Telkom. Dalam kesempatan ini diberikan pula prasyarat yang harus dipenuhi, yaitu mengumpulkan proposal revisi atas komentar reviewer saat site visit dan menyusun buku Rencana Implementasi Program (RIP) yang harus dikumpulkan paling lambat tanggal 12 September 2008, hari Jum'at jam 17.

Secara umum komentar reviewer tidak langsung menohok atas kekurangan proposal lengkap dari IT Telkom. Bahkan sanjungan diberikan beberapa paragraf. Kekurangan yang disoroti pun tak lebih dari satu, itupun bahkan kalimatnya adalah memberi saran, yaitu agar diselaraskan antara program e-learning dengan PHK TIK K3 yang telah didapatkan.

Namun dengan semangat yang baik, kami melakukan serangkaian pengurangan atas saran tersebut, dari sekitar 10 menjadi hanya 8,5. Harapannya dengan dikurangi ini acara hari ini, Senin 15 September 2008 mulai jam 13 sampai hari Selasa, kami tidak memakan waktu yang lama.

Saya berangkat dari rumah jam 17.20 hari Minggu 14 September, naik taksi yang dipesan istriku, memang taksi ada keterlambatan kedatangan, namun itu malah membuat kami bersyukur. Kami memang merasa kuatir dengan jalanan Bandung yang sering kali macet saat hari Sabtu dan Minggu. Namun macet hanya pada ruas-ruas jalan tertentu saja, rasanya sepanjang kami lalui tak ada kemacetan.

Sampai stasiun Hall kami memilih gerbang Selatan (karena banyak warung dengan harga yang terjangkau), dan menu buka hari ini adalah SATE HADORI! Sate yang dibakar tanpa bumbu, setelah matang baru diberikan bumbu kecap dan juga bumbu kacang. Sholat di stasiun dijamak. Naik kereta sambil bergerak keretanya untuk langsir. Tepat jam 19, kereta meluncur menuju Surabaya.

Perjalanan malam membuat pemandangan di luar tak ada sesuatu yang menarik diceritakan, semua gelap pekat. Beberapa kali kereta berjalan pelan atau bahkan berhenti. Entah dimana, nggak kelihatan di luar sana.

Di atas kereta disajikan menu buka, berupa nasi goreng, cukup 2 centhong saja. Kemudian keluar kolak, saya pikir kolak ini pun sajian dari Kereta Api, heh... ternyata bayar pada malam harinya. Nasib, padahal di warung sate makan dengan semangat ditambah nasi goreng ... waduh, terpaksa deh... kolaknya disimpan dulu. Baru tengah malam kolak dimakan juga, sayang sudah dibeli tersia-siakan.

Sekitar jam 03 orang-orang sudah makan sahur yah... terpaksa pula aku makan sahur jam 03-an, ini makan sahur terpagi sejak tahun ini puasa.

Pagi memburat ternyata pemandangan sulit dilihat denga baik, banyak rumah-rumah yang amat dekat dengan jalan kereta api, terutama begitu masuk kota Surabaya, bahkan ada pepohonan yang sangat mepet dengan kereta api yang bergerak berlari. Mestinya jika dibenahi Perum KA akan mempunyai kekayaan dan potensi keuntungan yang luar biasa. Karena jarak yang amat dekat membuat pusing jika melihat keluar.

Tepat jam 08.30 kereta sampai di stasiun Gubeng, selamat datang di Surabaya! Konfirmasi ke hotel JW Marriot menghasilkan kata check in bisa jam 11 itupun hanya untuk 2 kamar dulu. Yah... lumayanlah. Kami bisa ngenet di stasiun Gubeng dengan kecepatan cukup besar 24,0Mpbs gratis lagi. Hebat euy stasiun kereta punya hotspot.

Ah... aku tunggu jam yang sesuai untuk check in, dan siap-siap melakukan evaluasi anggaran PHK Institusi untuk IT Telkom.

Istirahat dulu...

Ternyata Perum KA telah berubah, tidak terlambat, sekarang! Wah, hebat, padahal Perum KA kan sudah banyak nyanyiannya, ada....
Tut ... tut... siapa hendak turut... dst
Hingga nyanyian Iwan Fals yang sangat menyentuh hati, karena kekurangan dari Perum KA.

Sekarang mereka sudah hebat, walaupun sehari sebelum balik ke Bandung lagi, aku dengar mereka mengalami anjlok. Tetapi ketika balik ke Bandung pun tepat waktu, berangkat dari stasiun Gubeng jam 18 dan sampai Stasiun Hall Bandung jam 07.30. Tepat!

Inilah makna dari saya betapa perubahan itu bisa terjadi, sekalipun terasa telah lama tak mampu beranjak dalam jadwal. Inilah hidup, berubah itu pasti! Dan ini hanya menyengkut hal-hal teknis semata.

Namun ada pula yang tak berubah, yaitu Sunatullah!

02 September 2008

Ramadhan di tahun 2008

Atas nama Istri, anak dan anak buah, maka kami memohon maaf atas segala salah, khilaf, dan kekurangan dalam merangkai kehidupan ini.

Semoga Ramadhan kali ini mampu mengantarkan kita, bagi yang belum ketemu Visi-Misi Hidup yang Sejati, semoga Allah memberikan kemampuan untuk menemukannya.

Dan bagi yang telah menemukannya, semoga diberikan kemampuan untuk menjalaninya dengan tetap istiqomah dan terus bertambah semangat dalam menjalaninya, tak gentar oleh halangan, rintangan dan hambatan.

Sekali lagi mohon maaf....
Selamat menjalankan ibadah Ramadhan

27 August 2008

Pernyataan Kemerdekaan Bangsa Indonesia


17 Agustus 2008, aku ditunjuk sebagai komandan upacara di IT Telkom. Hari Jum'at sebelum kegiatan upacara aku ditelpon dari pihak sekretariat, dan saat itu langsung aku jawab tentunya sambil mikir, aku sanggup. Namun hari Sabtu aku merasa flu agak terjadi pada diriku, sehingga keraguan pun sempat merayap ke dalam diriku. Benarkah aku siap menjadi komandan upacara?

Pengalaman sebagai komandan upacara, bagi diriku dimulai sejak kelas 5 atau kelas 6 SD. Suaraku yang keras, karena itu sering pula aku dikomplain sama teman-teman yang membutuhkan suara yang tak keras. Suara yang keras dan panjang seperti suara tentara yang memberi komando, biasa aku lakukan.

Ketika di SMP aku sudah langganan jadi komandan upacara. Pernah suatu kali aku dimarahi oleh guru SMP yang saat itu menjadi wakil kepala sekolah. Gara-gara aku bukan yang jadi komandan upacara tetapi sebagai komandan regu, ketika posisi siap aku seperti mengunyah-ngunyah, mulut bergerak-gerak. Dan ternyata seluruh petugas upacara mengalami masalah, ada aja masalahnya, bendera yang tak mulus naik ke atas. Komandan yang nggak serius, karena ketawa-tawa, dll.

Dingin rasanya kakiku ketika memberikan laporan kepada pemimpin upacara, gemetar juga. Aku tarik nafas agak dalam.

Lapor! Upacara bendera dalam rangka Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia, siap dimulai!

Lantang aku ucapkan kalimat itu. Walaupun aku nggak yakin ada yang sadar, bahwa kalimatku tidak seperti biasanya. Padahal kalimat inilah yang benar. Lihat teks Proklamasi!

Bahwa proklamasi yang dibacakan dan dibuat Soekarno, bukanlah proklamasi sebuah negara Republik Indonesia, tetapi sebuah pernyataan proklamasi dari kumpulan orang yang tak terstruktur, yang disebut bangsa.

Ah... sudah dulu, nanti dilanjut lagi.

Sekarang (5/9/08) saya lanjutkan. Dengan proklamasi yang demikian, maka proklamasi tersebut memang tidak disiapkan secara seksama, dibuat dengan hanya sekedar didasarkan atas kondisi dan situasi yang sempit saja. Padahal BPUPKI yang bertugas merumuskan bagaimana negara yang ingin dibentuk, telah ada jauh sebelumnya. Dan lebih anehnya yang memerintahkan untuk membacakan proklamasi adalah anak-anak muda yang bukan anggota BPUPKI. Akibatnya unsur keterwakilan dalam badan suatu negara tak ada. Soekarno-Hatta hanya bersifat klaim saja. Secara de jure tentunya proklamasi ini dapat dipertanyakan. Bagaimana mungkin seseorang mengklaim dirinya sebagai Proklamator tanpa sah ditentukan dari badan (lembaga) negara?

22 August 2008

IT Telkom Menang PHK Institusi

Semalam sekitar jam 20:30 saya mendapat sms dari sumber yang dapat dipercaya: "IT Telkom mendapat PHK Institusi". Syukur alhamdulillah, kita panjatkan ke hadirat illahi Rabi, atas ijin-NYA sehingga kita bisa memperoleh hibah ini.

Segala jerih payah yang kita usahakan selama berbulan-bulan, mulai bulan Januari dengan melakukan sosialisasi di gedung K, yang dihadiri oleh tak lebih dari 30 orang. Kemudian dilakukan penyusunan proposal awal, yang sebelumnya didahului oleh debat yang tak berkesudahan, antara harus menyusun dari awal evaluasi diri atau langsung dengan melihat fenomena sekilas tentang kondisi diri IT Telom menghasilkan program. Debat tak berkesudahan, akhirnya diputuskan memilih yang kedua, semua sudah tahu akar masalah, namun untuk mencari datanya agak mengalami kesulitan, sehingga tersusunlah Proposal Awal, yang sentuhan akhirnya dikerjakan di petak tipe 21.

Berikutnya kita bersama-sama dengan segala kerelaan pihak Perpustakaan kita nge-bond di salah satu ruangan di gedung Perpustakaan. Menyusun serpihan-serpihan ide, yang diawali dengan keinginan Bapak Rektor dalam satu workshop penyusunan Proposal Lengkap di Perpustakaan pula tempatnya. Di sinilah kita saling memupuk semangat, saling memupuk ide untuk mengembangkan diri institusi, Institut Teknologi Telkom.

Keraguan memang seringkali muncul. Apakah kita akan sungguh-sungguh menyusun PHK Institusi? Apakah ada kemauan kita untuk mengembangkan diri? Apakah kita mempunyai kemampuan untuk meningkatkan diri? Mengapa begitu malas untuk hadir? Sibukkah kita dengan hanya urusan rutin sehari-hari? Ataukah kita sibuk dengan urusan pribadi masing-masing? Rasanya dua orang penghuni markas PHK I, amat sedikit menemui teman yang lain. Tentunya keraguan ini, bukan sembarang keraguan, yang secara serampangan diungkapkan. Keraguan ini didasari oleh begitu jarang kita bisa saling tukar informasi, begitu jarang kita saling bertemu, dan berkumpul. Tetapi mungkin inilah tipe kita, tak harus terbatas oleh tempat, namun tetap bekerja dalam akal, hati, dan pikiran kita.
Friksi, memang akhirnya sempat muncul. Suara keras di dalam rapat, terkuak. Bagi saya pribadi, kondisi yang demikian berarti bagus, suasana kehidupan telah berjalan dengan dinamis, ada yang mengingatkan, ada pula yang mendebat. Bagus, bagi pembentukan kedinamisan suatu institusi. Karena diam, berarti pingsan! Mungkin bagi orang-orang tertentu, hal yang demikian menakutkan, namun kedinamisan harus dibangun. Dan jangan terjebak untuk terus berseteru.

Inilah sukses kita, sukses untuk mengembangkan diri. Keterbatasan dana, keterbatasan waktu, keterbatasan ide, keterbatasan kesempatan berkumpul, keterbatasan kesaling-memahami, tak hendak menghalang kita untuk maju mengembangkan diri.

Kita mungkin sibuk dengan kegiatan rutin, yang terus mengalir, yang terus terjadi, yang seringkali melenakan kita untuk kadangkala berfikir keluar dari yang rutin. Maka PHK Institusi adalah salah satu sarana untuk keluar dari rutin, mengembangkan segenap hal yang dapat dikembangkan dan diusahakan. Lihatlah program-program PHK Institusi, bukankah begitu banyak yang terasa baru? Bukankah itu salah satu solusi dari beberapa masalah yang selama ini terjadi?

Dengan keberhasilan ini, kami tim Manajemen Proyek, memohon maaf atas segala khilaf, segala kesalahan, segala kekurangan, baik pelayanan maupun segala penggerakan yang selama ini kurang dilakukan. Yang utama, tentunya tim Manajemen Proyek memohon maaf, honor Penyusunan Proposal Lengkap, belum diselesaikan sampai saat ini, berhubung masih banyak ide yang bermunculan, ada yang kekeh sudahlah pakai daftar hadir, namun begitu banyak yang bekerja tanpa mengisi daftar hadir, ada pula ide untuk mengakomodasi dengan lebih atas beberapa orang yang harus menginap di IT Telkom, dan ada ide-ide yang lain. Insya Allah, hal-hal yang demikian tetap pula menjadi perhatian kami, dan kami usahakan sekemampuan kami.

Segala pengorbanan yang terjadi, rasanya bukan sebuah kesia-siaan. Anak yang sakit, ketidakhadiran di hajatan saudara, istri yang sakit, orang tua yang meninggal, hingga istri yang marah-marah karena tidak sempat berbincang dengan suami untuk membicarakan masa depan keluarga dan anak, sampai dengan ributnya teman-teman seperjuangan karena terlalu sering absen dalam acara yang telah dirancang. Yah... mohon maaf Anak-anakku, mohon maaf Istriku, mohon maaf Kakakku, mohon maaf wahai Ibuku, mohon maaf Teman-temanku. Inilah yang sedang kami kerjakan, dan ternyata berhasil.

Semoga keberhasilan ini, menjadi sarana kita untuk semakin instropeksi diri, apakah sudah ketemu jalan yang benar menuju Yang Ahad? Semoga saja bukan semakin menjauhkan.
Selamat IT Telkom!

20 August 2008

Presiden Hadir di geMasTIK

Mungkin belum saatnya berita ini ditulis, tetapi rasanya nggak baik jika rekan-rekan mengetahuinya setelah waktu yang mepet.

Kami beritahukan kemarin, Selasa 19 Agustus 2008, yang saat itu saya sedang keluar kantor, telpon flexi berdering yang memberitahukan bahwa Kita (panitia geMasTIK) diundang oleh Sekneg (Sekretariat Negara), yang intinya mereka ingin tahu kelayakan Pembukaan Acara Final geMasTIK dilakukan oleh Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Maka bergegas aku balik ke kampus. Jalan Soekarno Hatta yang macet, menyebabkan aku berulah menyetop sepeda motor dan nitip bokong hingga perempatan Buah Batu. Aku pikir taksi ada yang stand by, namun tak ada. Aku telpon ke Blue Bird, namun nada ragu dari operator menyebabkan aku mengambil pilhan naik angkot. Dua kali aku naik angkot, biru dan hijau. Sampai PGA harus juga segera sampai di IT Telkom. Apa akal? Tak sulit, ada mahasiswa yang sedang memarkir sepeda motornya, aku minta dengan kerelaan hatinya untuk mengantarku ke IT Telkom. Ah... berhasil perjalanan ini. Karena di gerbang masuk, sebuah mobil Honda Accord mengedipkan lampu besarnya.

Honda Accord seri terbaru melaju dengan kecepatan cukup kencang di tol Purbaleunyi, kadang 140 pernah pula 160. Hati berdesir bagi yang duduk di sebelah sopir, kencang terlihat kadangkala tangan yang berpegang pada pegangan tangan di sebelah kiri atas. Tersendat di gerbang masuk tol kota. Macet, karena lebih banyak kendaraan daripada kapasitas jalan. Merayap. Hati berdebar, takut terlambat.

Dalam undangan disebut jam 12.30 acara dimulai di Kantor Sekneg gedung II. Padahal waktu berangkat dari IT Telkom pun berkisar pada pukul 10.00. Undangan dibuka kembali, dan menemukan sesuatu yang sungguh membelalakkan mata. Ternyata yang diundang adalah Dirjen Dikti, Dirjen Aplikasi Telematika dan Dirut PT Telkom. Waduh, kami tak diundang! Disinilah Pak Imam, muncul dengan aksinya bahwa Beliau telah ditelpon dari PT Telkom, dan Telkom minta diwakili dari Panitia sambil berpesan bahwa PT Telkom mendukung acara geMasTIK dibuka oleh Presiden.

Sampai kantor Sekneg tepat waktu! Pas sekali. Rasanya seperti kebiasaan mengantarkan proposal yang dilimit waktu: "Pas!".

Dengan dipimpin oleh Ka Biro Dukungan Informatika acara berlangsung dengan lancar. Ka Biro membuat keputusan bahwa pembukaan acara final geMasTIK dinyatakan layak dihadiri oleh Presiden. Alhamdulillah....
Namun ada catatan yang harus segera dipenuhi dan hal-hal membuat layak dihadiri Presiden, selain membuka acara final geMasTIK:
1. Segera dibuatkan round down acara kehadiran Presiden
2. Masalah pendanaan harus sudah selesai ditingkatkan panitia.
3. Dibuatkan kemasan acara yang menarik, sehingga Presiden layak hadir, jangan hanya sekedar membuka
4. Pencanangan pengembangan STT Telkom menjadi IT Telkom, karena saat pembukaan STT Telkom dilakukan oleh Presiden Suharto. Sekaligus acara grand launching IT Telkom
5. Presiden memberikan keynote speech dalam acara INDECT 2008, untuk itu panitia INDECT 2008 harus segera menyampaikan point-point keynote speech tersebut.
6. Harus dihadirkan 150 Rektor
7. Ada pameran hasil-hasil produk TIK dari berbagai turnamen yang selama ini ada di Indonesia dan para finalis geMasTIK
8. Perlu mendapatkan dukungan dalam bentuk tertulis dari minimal 2 dirjen, yaitu Dirjen Dikti atas nama Menteri Pendidikan Nasional dan Dirjen Aplikasi Telematika atas nama Menteri Komunikasi dan Informasi
9. Perlu dibuatkan dampak yng akan muncul akibat kehadiran Presiden.
Demikian yang bisa saya sampaikan. Semoga rekan-rekan dapat berkontribusi atas rencana ini. Dan semoga Allah memberikan ijin sehingga terlaksananya acara ini.

13 August 2008

Aku Kalah Futsal

Selasa, 12 Agustus 2008 sore, kami kalah bermain futsal melawan Dep Sains, dengan skor 5-7. Tembakan Adi memang luar biasa. Tembakan yang sulit untuk ditangkap, sepinggang tingginya, berkelit dari back dan busss, masuk.
Rasanya baru beberapa menit bermain sudah kemasukkan tiga gol dari Adi dan temen-temennya. Padahal dari sisi lokasi permainan sengaja memilih yang tidak silau.

Tendangan sepinggang, lebih tepatnya sedengkul memang susah ditangkap jika dilengsakkan dengan keras. Paling tendangan jenis ini adalah dihadang, atau ditutupi badan, untuk ditangkap akan sulit sekali. Namun apalah mampu, umur 40-an, membuat gesiatan gerakkan sudah berkurang. Aku ingat pula jika main badminton posisi sudah maju, dan tiba-tiba shuttle cock dipukul ke belakang, nggak mungkin aku mampu mengejarnya. Berat memang... minimal berat badan.

Dari arah penonton pun suara cemooh dan pemberian semangat silih berganti. "Ayo Pak Mahmud kembali kayak permainan sebelumnya!" Sulit rasanya nafas yang belum sempat kembali ke posisi normal, kembali bola yang demikian sulit itu muncul lagi. Namun tidaklah sia-sia perjuangan permainan ini. Sampai posisi setengah main, ternyata kami tidak kalah telak, cukup 4-3.

Setengah permainan kedua posisi kami ada di sebelah Timur yang berarti kemungkinan kiper akan silau oleh matahari. Namun waktu geser menjadi sore hari, hal itu tak menjadi masalah, silau telah hilang. Posisiku pun kembali menjadi kiper, setelah Pak Didin, mengusulkan aku kembali sebagai kiper.

Lumayanlah ada beberapa tendangan dari teman-teman Adi berhasil aku blok. Namun rasanya sakit diselakangan, akibat menjatuhkan diri ternyata membawa masalah. Karena kurang latihan scrathing (merentangkan kaki), membuat hal ini menjadi masalah. Yah... di sisi permainan memang Departemen Sains sudah terbiasa bermain bersama, sedangkan kami, ya... saat ini kami bermain.

Tak apalah kami kalah, 4-6, sehingga masih masuk perebutan tempat ketiga. Dan perebutan tempat ketiga yang dilaksanakan di GOR dekat kompleks Margahayu Raya, ternyata tak dihadiri oleh lawan, yaitu grup BAU, yang menyatakan terlalu capek setelah ikut kejuaraan badminton se kecamatan Dayeuh Kolot. Jadilah, kami juara ketiga!

Lihat aku tersenyum dengan menggenakan topi bertuliskan STT Telkom. Lumayan ini adalah karier pertamaku dalam ajang pertandingan futsal di IT Telkom.

Dulu ketika SMA aku sempat latihan karate, yang saat itu perguruannya adalah INKAI. Dari kelas satu hingga kelas dua. Kelas tiga nggak mungkin latihan lagi karena siap-siap Ujian, bagi kami-kami. Sabuk hijau adalah yang kuraih terakhir. Namun kelemahan pada mata membuat aku nggak berani bermain komite.

Inilah artinya hidup, hidup mestilah diisi dengan berbagai aktivitas, tak boleh monoton satu kegiatan saja yang utama, dan yang lain secara ekstrem ditinggal. Karena manusia haruslah meraih kemenangan yang sejati, dan itu hanya mungkin diraih dengan berbagai macam aktivitas, tak boleh hanya satu aktivitas saja. Ayo, terus kembangkan diri!

11 August 2008

Final Pemilihan Astri Megatari

Yayasan Puteri Indonesia (YPI) kembali menggelar Pemilihan Puteri Indonesia (PPI) XIII/2008. Malam Grand Final PPI XIII/2008 rencananya akan diselenggarakan pada hari Jumat, 15 Agustus 2008, di Plenary Hall, Jakarta Convention Center. Dan disiarkan di Indosiar.

Pilih puteri Favorit:

Ketik:
PPI Jawa Barat
kirim: 9788

Kirimkan sms ini untuk mendukung Astri Megatari

07 August 2008

Aku Bertanya dan kalian diam

Aku bertanya dan kalian diam
Oleh: Mahmud ‘Imrona[1]

Wahai, mahasiswaku: Apakah ada pertanyaan?
Diam, sunyi, sepi...
Ah, mungkin aku salah bicara...
Any equation?
Tak juga ada pertanyaan...
Ah mungkin ... kalian kurang mengerti boso Londo...
Pripun mas mbak ... wonten ingkang bade takon? ...
Lho, kok podo wae ... podo meneng kabeh ...
Tah, ini mah mungkin bener...
Kumaha ... aya nu bade taros? ....
E ... lha dalah ...
{logat Medan}Ah... kau gimana sih ...
Aku tanya kalian pakai bahasa Indonesia .... diam
Aku tanya pakai boso Londo ... silence
Aku tanya pakai boso Jowo ... meneng ... kabeh ...
Aku tanya pakai basa Sunda ... tak ada beda

Ada apa ini?
Kalian sedikit ‘kali bicara ...
Apakah kalian sakit?
Kelukah lidah kalian?
Ketinggalankah akal kalian?
Ataukah nafasmu masih tersengal?
Kosongkah hatimu?
Tak siapkah engkau kuliah hari ini?

Aku bertanya ....
Dan kalian diam membisu ...

Ah, aku tahu ...
Aku tahu ...
Kalian diam karna kalian takut ...
Takut ditertawakan ... atas pertanyaan tak berbobot
Takut ketahuan modal kalian
Atau ... kalian belum baca semalam

Ah ... janganlah begitu ...
Janganlah menghinaku, aku bukanlah genderuwo yang perlu ditakuti
Saat ini ... kalian belajar
Ungkapkan apapun yang ada dalam dirimu
Tak usah takut, tak usah bimbang

Ayo ... bertanyalah ...
Diam, itu jawabanmu
Kalian gerakkan kepalamu, menunduk
Sibuk ... tanpa makna, coret kanan, coret kiri, tak ada bekas

Ah ... ataukah ini penyebabnya?
Kalian masih menjadi bagian generasi-generasi terjajah?
Mungkin bukan kalian yang mengalami langsung
Namun tapak, bekas luka masih ada
Ratusan tahun tertancap!
Puluhan generasi teracuni!

Yah ... aku maklum
350 tahun dijajah Belanda
Tertancap mantap belasan generasi
Tak bicara, kecuali senada Belanda
2,5 tahun kerja rodi bersama saudara dari timur
Mana sempat kita bertanya
20 tahun oleh Soekarno
“itu dadamu, ini dadaku, hadapkanlah!”
“go to hell with your aid!”
Tak boleh orang bicara, kecuali Soekarno menghendakinya
Ketika Hatta mengkritiknya?!
“Aku tak butuh Hatta”
“Aku sanggup baca sendiri proklamasi!”
“Lihatlah, bukankah Hatta diam membisu?”
“Aku hanya butuh, suara Sumatera!”
33 tahunan oleh Suharto
Suara miring, berarti subversif!

Aha ... sekarang kan orde reformasi?!
Mengapa masih diam juga?!
Bekas luka itu memang masih ada...

Wahai, anakku, jadilah orang merdeka!
Lawan! Tirani ketakutan pada sesama!
Tunduk patuhlah pada Sang Maha!
Hingga ketakutan itu, hilang, lenyap, tak berbekas
Laksana HOS Cokroaminoto nyingkrang di hadapan Belanda
Memompa semangat Soekarno menentang Belanda
Sayang Soekarno tak tamat belajar, malah jadi penjajah baru
Takutlah hanya pada-NYA
Asyhadu’ala ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadarrasululllah


[1] Dibacakan dalam seminar & workshop : “Breaking the Silence: Interactive Classroom Communication” di tempat VIP B GSG IT Telkom, tanggal 07 – 08 Agustus 2008 yang diselenggarakan oleh i-CDC IT Telkom

05 August 2008

Pulsa Elektronik

Ide dasarnya, memang bukan ingin menjadi pengusaha pulsa eleketronik. Aku merasa pendapatan dari IT Telkom pun bisa digunakan untuk hidup. Masalahnya aku punya teman yang berat secara ekonominya, berbagai teman memberikan saran dan juga sedikit modal yang membuka usaha, sehingga dia mampu bangkit dari keterpurukkan ekonomi. Namun nggak berhasil juga membangunkan dirinya. Alasannya umumnya adalah karena merasa bantuan saran dan modal tersebut dianggap recehan. Ya, kata recehan itu yang sering disamapikannya.

Terakhir kali ada teman yang lain, membantunya untuk berjualan pulsa elektronik. Modal deposit awal telah diberikannya, pun handset yang dapat dipakai untuk berjualan disediakan pula. Namun apa katanya? Sungguh, kata recehan terus diulangnya, susah pasarnya, sudah banyak pesaing-lah, apalah, ... terus pokoknya ada alasan yang tak kunjung selesai, dan anehnya ketika ditanyakan dimana handsetnya, jika dia sudah tak berkenan untuk jualan pulsa (maksudnya mau diambil saja), dia mengatakan: "handsetku rusak, sehingga handset yang sedianya digunakan untuk modal usaha, dipakai untuk keperluan pribadinya". Kesel juga aku, mendengar berita ini.

Karena itulah aku coba membuka usaha ini, jualan pulsa elektronik, mungkin beberapa rekan di kantor akan menertawaiku atau apalah namanya. Namun keinginan untuk membuktikan bahwa usaha tidak harus berangkat dari modal yang besar dan pasar yang besar, mendorongku untuk mulai mencobanya.

Modal pertamaku adalah deposit Rp 50.000,- yang pertama kali aku isikan sepuluh ribu rupiah untuk nomor fleksi-ku. Tak dinyana mulai sejak aku menulis di milis dosen dan karyawan, beberapa rekan pun menyampaikan keinginannya untuk mengisi ulang pulsa menggunakan jasaku. Sekarang depositku telah ditambah Rp 200.000,- dan sudah kepakai Rp 130.000,- lumayanlah untuk usaha yang hanya sekedar berangkat dari keinginan untuk menunjukkan rejeki mah bukan hasil karya kita, namun rejeki harus diupayakan dan diusahakan sekalipun kecil omsetnya.

Selain menulis di milis dosen dan karyawan, aku juga ikutan buka lapak di students.ittelkom.ac.id bareng-bareng sama anggota komunitas web forum student, nah alamatnya di sini:
http://students.ittelkom.ac.id/web/viewtopic.php?t=3570

Maka bagi siapapun yang hendak membeli pulsa, hubungi saya saja, insya Allah, ada cara yang baik untuk kita bersama.
Dan juga bagi yang ingin membuka usaha penjualan pulsa elektroik ini, bisa juga menghubungi saya untuk menjadi reseller (istilah yang dimunculkan oleh dedengkot penjual pulsa elektronik). Silakan.

Yakinlah rejeki dari Allah SWT, karena itu harus diupayakan dengan jalan dan cara yang diperbolehkan oleh-NYA, tidak boleh kita mengupayakan dengan hanya sekedara menadahkan tangan, tanpa upaya yang sungguh-sungguh. Jika kita hanya sekedar menadahkan tangan, maka berarti kita menjadikan Allah sebagai hamba kita, kita suruh Allah memenuhi segala keinginan kita. Padahal Allah tempat bergantung, Allah tempat tujuan kita menuju.

Ayo bangkit, kawan!

28 July 2008

Sisi Lain Mahasiswa


Dulu (2 atau 3 tahun yang lalu) kami sempat kaget ketika rekan-rekan mahasiswa datang ke saya selaku Ka BKA, dia hadir ke saya karena masuk final Kontes Srikandi Pajak. Nama mahasiswi tersebut pun tidak asing, karena sempat menjadi maskot kelas kuliah kalkulus. Mengapa? Karena dia tidak hadir dalam kuliah, namun ada tanda tangannya. Ya sudah sebagai hukuman, setiap kali kuliah dia harus maju untuk mengerjakan soal di depan kelas. Apalagi melihat namanya pun agak aneh bagi lidah Indonesia, yaitu San Zendith. Namun ternyata ketika tampil di TV, dia tidak termasuk yang mendapatkan kesempatan penilaian melalui SMS. Dia hanya sekedar tampil di layar kaca, setelah itu beringsut mundur karena tidak terpilih menjadi 10 besar.

Kali ini, kembali mantan anak wali mahasiswi-ku ikut serta dalam kontes yang serupa namun berbeda program. Mahasiswi ini dulu saya ngotot agar tetap di Program Studi S1 Teknik Informatika, namun dengan ngotot pula dia hendak pindah program studi, dan akhirnya melihat postur tubuhnya yang tinggi semampai dan juga kengototan yang sangat, maka akhirnya aku tanda tangan untuk menyetujui kepindahannya ke program studi S1 Teknik Industri.

Dia bernama Astri Megatari, tingginya sekitar seratus tujuh puluhan, jelas lebih tinggi dari aku. Aku sendiri pun saat dia datang mengutarakan niatnya untuk pindah program studi ke S1 TI mengatakan: "Kamu salah kuliah di STT Telkom (saat itu, sekarang kan IT Telkom) mestinya kamu cocok jadi peragawati". Nah, ketika sekarang dia ikut kontes Putri Jabar, ya... memang sudah semestinya. Maka dukunglah dia:

Ketik: PJBB2 ASTRI
Kirim: 1313

Namun masalahnya hanya bisa diakses menggunakan nomor-nomor yang dioperatori oleh THREE (3) saja. Mengapa? Karena 3 yang menjadi sponsor kegiatan ini.

Nah, pada hari Sabtu ini 2 Agustus 2008, mereka para finalis yang berjumlah 17 orang akan diuji publik di stasiun TV yang juga masih tergolong baru, karena TV lokal Bandung, yaitu: PJTV pada pukul 19.

Semoga ini menjadi sisi lain yang positif dari mahasiswa IT Telkom. Ayo kita dukung!

17 July 2008

Ah... kau ...

Sesuatu memang harus terjadi atau tidak terjadi. Pilihannya hanya ada dua itu, tak lebih tak kurang. Nggak mungkinlah terjadi setengah, setengah lagi tak terjadi. Kuliah, misalnya, kan hanya terjadi lulus atau tak terjadi lulus, yang berarti DO.

Dalam kaitan ini pun hal terjadi. Seorang mahasiswa hanya mesam-mesem saja saat diminta maju ke depan mengerjakan soal kalkulus 2. Tak ada gerakan hendak mengangkat badan. Duduk sambil mesam-mesem. Kesadaran bahwa ada sesuatu yang terjadi membuatku tidak segera naik darah. Ah... aku pikir: Kau bisa mengerjakan soal itu. Ternyata kau tidak bisa. Padahal aku yakin berdasarkan keaktifanmu melontarkan pertanyaan.

Kadang kondisi yang demikian memang terjadi, mahasiswa yang aktif bertanya ternyata tak paham akan pertanyaannya. Ataukah dia berbeda dalam cara pandangnya. Suatu kali aku temukan kasus yang demikian, seringkali dia bertanya, namun saat disuruh maju untuk mengerjakan ternyata di luar dugaan, jawabannya salah.

Tak apalah dengan komunikasi yang demikian hal itu tak mengurangi kehebatanmu.

Sekelumit yang lain pernah pula hinggap di diriku. Seorang mahasiswa datang dengan masalah yang telah ditulisnya, disampaikan apa metode yang cocok untuk menyelesaikan problem yang dibawa, aku kasih ide: Coba pakai RICH, sebuah metode yang digunakan untuk membantu mendapatkan pilihan dari berbagai pilihan yang terjadi, dengan cara melakukan perankingan. Dia pun semangat, karena aku nggak cukup waktu, aku berikan pula nomor kontak mahasiswa yang sekiranya dapat memberikan bantuan untuk sedikit memperjelas metode RICH.

Akhirnya aku tahu, ternyata dia pergi dengan orang lain, yang dinyatakan sebagai pembimbingnya, padahal aku tahu latar belakang salah satu pembimbing itu tak mungkin tahu masalah yang dibahas. Ah... kau...

Omongan yang manis, terkadang tak seperti bunyinya. Aku protes pun tak perlu, silakanlah diselesaikan dengan caramu sendiri. Minimal aku tahu, aslimu...

Kambuh Lagi

Lama aku tidak mengalami kekambuhan asam urat, sudah nyaris mencapai 7 bulan, dan berbagai makanan pun sudah aku coba: ada sayur bayam, engkol, emping, jerohan ayam-ampela-ati, dll. Hal ini membuat aku sudah yakin bisa sembuh asam urat. Istriku pun punya keyakinan itu pula. Sehingga saat menggoreng iso, saya pun mencoba memakan satu potong. Besok harinya Senin langsung terasa jempol kakinya cekot-cekot. Nasib...

Diantara kesakitan itulah aku mencoba memperbaiki hand phone merk Startech, ke BEC lantai G, di pojoknya. HP yang menurutku bagus bentuknya dalam fasilitas tambahannya, minimal beberapa kali aku bisa menonton avatar the legend of Aang dari handset tersebut, ada cameranya, ada videonya, dll. Kelemahan memang amat mendasar, yaitu kabel kontak untuk nge-charge yang juga tersambung ke USB port mudah sekali patah kabelnya, sehingga nggak bisa nge-charge.

Handset yang bikinan China ini memang banyak fitur yang menarik, selain yang ditulis di paragraph di atas, juga handset ini membuat dua kartu sekaligus, dual GSM ON. Dari sisi suara pun menarik juga karena pakai 3D stereo. Ini contoh video yang dihasilkan oleh handset STARTECH dalam warna sephia. Dari durasi memang pendek hanya 13 detik saja, namun lihat ketajamannya dan gerakan (animasinya) bukankah tidak terlalu putus-putus?

Sedangkan yang ini menggunakan tata warna normal. Mungkin bagi mantan mahasiswa atau yang telah pernah belajar di IT Telkom, tentu tahu bagaimana kondisi cahaya di dalam ruang kelas, agak temaram.


Bagus juga kan? Jadi sebenarnya produk China tidak selalu jelek, bahkan saya pun baru tahu bahwa barang-barang ACE HARDWARE yang dijual dengan harga yang cukup tinggi itu, juga produk China. Masalah ada kekurangan adalah wajar-wajar saja.

Seperti aya dapat Handset STARTECH bukanlah karena saya beli produk ini, namun saya beli HiTech eh ternyata tidak bisa menerima sinyal khusus dari SIM CARD Telkomsel (Hallo), padahal kan Hallo tetapi sinyalnya selalu emergency, penasaran aku bawa ke tempat authorized service dan mumpung masih ada garansi. Hasilnya tak sanggup diperbaiki, sehingga digantilah dengan handset merk Startech ini.

Tentu kita bertanya kapan industri dalam negeri mempunyai keberanian untuk tampil, mulai dari desain sampai menjadi produk jadi dengan nama made in Indonesia. Kabarnya sih desain merk-merk China juga dari Indonesia.

04 July 2008

Kesehatan Fisik

Hidup tidaklah hanya sekedar bagaimana kita bekerja, bagaimana kita berbuat, sebagaimana yang umum kita dengar tentang men sana in corpore sano "didalama tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat". Artinya tubuh pun harus mendapat porsi yang sesuai sehingga kesehatan dapat kita peroleh.
Bekerja berlama-lama adalah menjadi suatu keharusan dalam hidup ini, minimal 8 jam sehari. Bekerja ini biasanya, secara fisik, hanya menggerakkan bagian-bagian tertentu saja dari tubuh kita. Bagian administrasi misalnya, pastilah yang sudah pasti digerakkan adalah tangan yang dipakai untuk mengetik, mungkin ditambah sedikit gerakkan leher karena pegal, mungkin ditambah gerakkan mata yang melihat naik turun (dari keyboard terutama yang mengetik dengan 11 jari ke monitor), mungkin pula ada sedikit gerakkan kaki karena harus mengambil berkas yang akan ditulis. Lihatlah betapa minimnya gerakkan yang kita lakukan dalam bekerja ini. Padahal tubuh kita tidak semata terdiri dari tiga-empat atau lima anggota tubuh. Dari sisi gerakkan pun tak hanya sekedar dari naik turun atau ke kiri ke kanan saja, melainkan bisa bergerak memutar, bisa bergerak dengan lambat namun ada pula yang bergerak dengan tertahan, ada pula yang bergerak dengan cepat. Artinya variasi gerakan tubuh kita begitu beragam.
Apa akibatnya jika kita bergerak hanya itu itu saja, kurang variatif? Tentunya lama kelamaan tubuh hanya sesuai dengan gerakkan yang hanya itu saja yang bisa dilakukan, di luar itu akan uh .. tertariklah ototnya, maka gunakan obat pereda kejang otot.
Agar hal yang demikian tidak terjadi, maka diperlukan suatu gerakkan yang menyeluruh, yang sering kita sebut dengan olah raga. Olah raga yang mampu menggerakkan seluruh bagian tubuh kita, tentunya yang mampu melayangkan kita secara bebas, yang kita kenal dengan istilah Renang. Inilah olah raga ideal yang menggerakan seluruh sendi tubuh kita. Jika kita pilih bersepeda tentu otot yang lebih banyak bergerak adalah paha (otot kaki), bahkan cenderung buruk untuk otot pinggang, karena harus merunduk dalam waktu yang cukup lama, untuk mengurangi keburukan ini maka pesepeda mesti melakukan senam pemanasan.
Ya ... renang olah raga yang paling ideal. Kendala tentunya ada, kolam renang yang baik, tidak mengandung unsur pornografi, menggunakan air yang sehat sehingga tidak saling menularkan penyakit kulit, berjarak jangkau yang cukup, tidak memakan waktu yang lama dari tempat kerja, berbiaya murah, tak berbatas cuaca, dll amat sulit ditemukan. Bahkan rencana (sesuai master plan bangunan STT Telkom eh... sudah berubah menjadi Kawasan Pendidikan Telkom, bukan lagi STT Telkom) pun masih jauh dari kenyataan untuk diwujudkan. Waduh... jadi gimana bisa olah raga?
Ada satu jenis olah raga yang mirip dengan olah raga renang, dalam makna menggerakkan hampir seluruh gerak tubuh kita, olah raga ini pun amat populer di Indonesia, satu-satunya olah raga di Indonesia yang berprestasi menembus batas dunia, sebuah olah raga yang mirip dengan tenis lapangan (namun kalo tenis lapangan kan membuat kulit menjadi hitam), yaitu badminton. Apakah sulit ikut olah raga badminton? Tidak !!! Tak ada kata sulit, belum punya raket? Gampang ... bisa pinjam saat bermain. Di kompleks IT Telkom sudah ada lapangannya, cukup representatif, walaupun mengandung sedikit silau. Para dosen dan karyawan IT Telkom, datanglah pada waktu-waktu yang telah terjadwalkan, yaitu:
Waktu :
Rabu pukul 07.00 - 09.00
Jum'at pukul 07.00 - 09.00
Jum'at pukul 15.30 - 18.00 (ini permintaan KIKK)
Tempat : Students Centre (SC) gedung di pojok IT Telkom
Sebagai penyemangat, sebentar lagi kita adakan pertandingan perlombaan untuk meningkatkan gairah berolah raga.
Selamat berolah raga!

geMasTIK di DetikCom

Berikut kutipan dari detikinet.com hasil konferensi pers di Jakarta.
Berburu Beasiswa TI di Pagelaran Mahasiswa

Devi Suzanti - detikinet
Jakarta - Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti), Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) bekerjasama dengan ITT (Institut Teknologi Telkom) Bandung mengadakan pagelaran mahasiswa di bidang Teknologi Informasi Dan Komunikasi (TIK). Ajang ini mencakup pameran karya mahasiswa, seminar dan juga lomba di bidang TIK.

"Dengan adanya lomba seperti ini dapat meningkatkan sumber daya manusia dalam bidang teknologi dan informasi," Dirjen Dikti, Fasli Jalal, mengatakan dalam konferensi Pers yang digelar di Gedung Depdiknas, Selasa (1/7/2008).

Acara ini, ujar Fasli, diharapkan dapat mengembangkan potensi mahasiswa di bidang teknologi informasi sekaligus untuk mencari bakat-bakat mereka yang terpendam. Para pemenang, selain mendapatkan hadiah senilai total Rp 150 juta, pun akan diutus untuk mewakili negara di ajang internasional.

Tidak hanya itu, Fasli menambahkan, bagi mereka yang benar-benar berbakat akan mendapatkan beasiswa. mereka yang terpilih bisa melanjutkan studi S2 atau S3 di bidang TIK, baik di luar negeri ataupun di dalam negeri.

Adapun kategori Lomba yang diadakan meliputi: Smartware (Kreativitas dan Inovasi Perancangan Perangkat), Logic (Pemecahan Masalah Logika, Analisis Data dan Keamanan Jaringan), Business Game (Simulasi dalam Mengelola Satuan Bisnis), Application (Perancangan Perangkat Lunak), dan Paper (Perumusan Gagasan Kreatif dalam Masalah TIK dan Dampaknya). ( wsh / wsh )

http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/07/tgl/01/time/172242/idnews/965567/idkanal/398

11 June 2008

Nyusun Proposal Awal PHK Institusi

Semangat agar IT Telkom ikut serta dalam seleksi PHK Institusi tahun seleksi 2008 yang diadakan oleh Dikti memang telah aku kumandangkan sejak bulan Januari 2008, padahal surat undangan dari Dirjen Dikti telah nongol sejak Nopember 2007. Mungkin agak terlambat momen untuk memulai.

Gerakan dari orang per orang yang ingin ikut serta pun nyaris tak ada gerakan. Setelah sosialisasi yang saya isi bersama Pak Budi S dan dengan ketegasan Pak IMH bahwa harus ikut kegiatan ini serta beliau dengan penuh kesadaran menyatakan ketua tim penyusun adalah Pak WIY, membuat mulai nampak hasil.

Setelah sosialisasi di Gedung K yang dihadiri tak lebih dari 30 orang, merangkaklah pada pertemuan dari unsur-unsur pimpinan di IT Telkom, minimal setingkat Kabag ke atas dan dibantu beberapa nama yang memang sudah ada di kepala. Kesepakatan pun tak ada kesepakatan. Sehingga gerilya dimulai. Hanya memeilih beberapa orang saja untuk mengawali membuat proposal ini. Proposal yang pertama dikirim memang bernama Proposal Awal sebuah versi ringkas dari Proposal Lengkap. Ya alhamdulillah, Proposal Awal berhasil dinyatakan diterima dengan beberapa catatan oleh reviewer. Maklumlah kami masih kagok dengan beberapa istilah yang sudah biasa disebut. Contohnya Program Studi Teknik Telekomunikasi, dulunya program studi yang muncul adalah Elektro sehingga disingkat TE, padahal mestinya adalah TT. Perubahan ini terjadi salah satunya akibat berkembang STT Telkom menjadi IT Telkom.

Kekurang sabaran untuk membuat evaluasi diri membuat kami mengambil keputusan, kami (hanya tim kecil saja tak lebih 5 orang) menyusun proposal dengan kemampuan kami. Dan di akhir hari pengumpulan terpaksalah kami hanya berdua (gue dan WIY) ditemani oleh Pak Tatang, nggak mungkin kami menerima semua usulan yang muncul. Kendala pastilah ada, saat-saat yang menentukan ternyata nenek dari Ibu WIY meninggal. Jadilah saya sendiri mengerjakan, tentunya tak ada sungkan, tak ada rintangan yang menghadang, haruslah aku kerjakan sendiri. Tak dinyana, aku pun ikutan sakit, ooo... bukan ding, istriku harus dibawa ke Rumah Sakit, karena hasil laboratoriumnya mengagetkan semua kalangan, bayangkan saja nilai gula darahnya 600 (600 rek sungguh 600!). Karenanya ditengah kegalauan harus ada pula kejadian yang demikian ini. Mungkin inilah namanya perjuangan.

Akhirnya istriku dinyatakan sehat setelah minum obat, dan hasil tes gula darah kembali normal. Tetapi masya Allah, itulah yang terjadi. Kondisi telah dinyatakan sehat, membuat istriku berani mengmbil keputusan untuk berangkat ke Semarang (UNDIP) untuk kembali mengikuti kuliah S2 yang diadakan per modul, lumayan karena kelasnya dianggap kelas pejabat, maka kegiatan kuliahnya cukup unik, 3 minggu kuliah full, kecuali hari minggu saja. Kemudian libur nyaris 2 bulan. Nanti kembali 3 minggu lagi. Setiap modul kuliah ini dihargai 5 SKS.

Diantara istri yang pergi ke Semarang inilah, kejadian nenek Pak WIY meninggal, saya harus mengerjakan sendiri sentuhan akhir dari proposal awal PHK Institusi. Kami kerjakan di rumah, di Pasirati Blok C No. 62, rumah bertipe asli 21 dengan tanah 60m2. Ya di sinilah kami berbuat. Pagi-pagi jam 02 aku sudah di depan note book. Bingung aku ternyata begitu banyak data yang masih kosong, walah gimana ini. Dengan sedikit memutar otak, maka terisilah tabel-tabel yang masih kosong. Aman.

Begitu masuk ke bagian program kerja, maka aku nyaris menitik air mata, nggak kepikir sama sekali, namun beberapa muncul juga, salah satunya adalah perbaikan (peningkatan mutu belajar mengajar, peningkatan tata kelola organisasi, peningkatan SIM yang memang sudah sering diperbincangkan di milis dosen), namun membuat tulisan yang menarik (ada nilai jualnya tentunya sulit pula bagi diriku).

Dari jam 02 hingga siang jam 14 masih sendiri aku, Pak WIY yang sudah yakin masalah acara keluarga selesai kemudian hadir di rumah, sungguh dia menyarankan untuk pindah ke rumahnya yang jelas-jelas lebih besar. Namun manalah mungkin hal itu terjadi, mood saya sudah muncul, nggak mungkin dipindah lagi, yang akan membuat sebagaimana awal aku membuka notebook, berjam-jam tak mampu konsentrasi, hanya mampu mengubah dan membuat konsistensi tata tulis saja. Jadilah kami bekerja di ruang tamu yang tak lebih berukuran 2 kali 2,25 m2 ha ha ha.... hanya berisi satu sofa yang sudah butut dan meja yang dibeli dari ACE HARDWARE yang kakinya bisa dilipat.

Sejak Pak WIY hadir di ruang tamuku, anak-anakku pada menghilang, entah kemana mereka... Yang jelas mereka anak-anak yang baik, sejak kecil mereka sudah bermain dan berjalan di jalan Islam. Bahkan anakku yang kelas enam SD sudah begitu paham kemana kaki hendak dilangkahkan, tak ada pilihan: "Harus di jalan Islam inilah satu-satunya persembahan yang benar".

Kehadiran Pak Tatang di sekitar jam 18 memberi harapan bagiku untuk mengurangi kesibukan mempersiapkan makanan dan uborampe lainnya. Konsentrasi semakin bisa meninggi, Pak WIY yang memang pandai menyusun kata, beliau konsentrasi menyusun program. Aku ... berusaha untuk terus mempercantik tampilan proposal Awal ini. Dan saat diumumkan Proposal kami lolos salah satu pujian dari reviewer adalah Proposal ditulis dengan cermat dan rapih.... Oiiii....

Waktu berlinap begitu cepat tak terasa jam 24 telah lewat, masih ada beberapa ketukan yang terdengar, dan begitupun ruang tamu telah berisi kertas bertebaran, kertas-kertas yang tak bagus tampilan ataupun kertas yang tak bagus tata bahasasnya dan isinya. Jam 01 akhirnya kelarlah sudah proposal awal tersebut.

Kami antar ke Dikti sebelum waktu habis batas...

19 May 2008

Energi Alternatif

Melihat harga minyak yang telah menembus angka 128 dollar per barrel dari angka sekitar 60-an pada tahun ini, sungguh mengejutkan berbagai kalangan. Mulai dari kalangan industriawan, pengusaha sampai para mahasiswa dan juga para orang-orang miskin, termasuk pula presiden dan wakil presidennya. Keputusan untuk menaikkan harga minyak di dalam negeri untuk produk minyak yang disubsidi, terus dikumandangkan. Bahkan halangan dari DPR pun rasanya nyaris tak akan mampu membendungnya. Defisit anggaran adalah argumen yang terus dikumandangkan.

Indonesia mesti berani melirik sumber energi listrik alternatif. Telah disampaikan pula sumber energi yang terbarukan, yaitu biodiesel. Namun sumber energi ini ternyata mempunyai efek samping yang tak kalah mengagetkannya. Tiba-tiba harga minyak goreng melambung cukup tinggi membuat para pengusaha rumah makan resah. Bayangkan saja hampir setiap dua minggu sekali harga CPO (bahan pembuat minyak goreng yang diolah dari minyak sawit) selalu naik sekitar 200-300 ribu.

Minyak jarak pun sudah mulai pula dilakukan. Namun mesti harus melihat bahwa tanaman jarak ternyata tak mudah dibudidayakan. Tanaman akan bagus tumbuh di daerah kering nan tandus, sehingga cocok untuk lahan kritis. Namun seiring tumbuhnya tanaman jarak, akan menyebabkan tanah tak lagi tandus, melainkan menjadi subur, karena uap air tidak segera menghilang ditiup angin, karena tertutup oleh rimbunnya pohon jarak. Akibatnya produksi minyak dari pohon jarak berkualitas menurun, karena air mulai banyak. Dilema memang.

Sedangkan sumber energi dari air yang dibendung, perlu dana yang tak sedikit, banyak pendudukan yang harus mengungsi akibat pembangunan waduk yang demikian ini. Bisa kita lihat pada waduk Wonogiri, yaitu Gajah Mungkur, tak kurang 3 kecamatan yang ditenggelamkan oleh waduk ini. Namun bersegera pula tak tahan oleh erosi terjadi pendangkalan yang sangat cepat. Sehingga di musim penghujan menjadi membahayakan karena harus segera membuka pintu air, namun di musim kemarau terlalu sedikit air hujan yang dapat ditampung.

Sumber energi batu bara telah pula membuat runyam negeri Eropa dengan efek yang cukup menggelitik pula, yaitu hujan asam. Asapnya yang pekat hitam, membuat tak nyaman bagi yang terkena efek asap ini.

Sumber energi dari air yang diurai menjadi hidrogen pun belum menampakkan hasil, walaupun SBY sempat pula mencium knalpot yang menggunakan bahan bakar ini. Belum banyak yang dapat diungkap dari perkembangan dan industri dari sumber energi alternatif ini.

Indonesia telah melakukan riset yang tak kepalang lamanya, sekitar sejak 1970-an riset di bidang terus dikembangkan. Dan sampai saat ini pun lembaga riset tersebut masih ada, dan terus berkiprah. Secara perhitungan ekonomi untuk menghasilkan listrik pun amat dan sangat murah. Memang negara-negara maju yang telah memanfaatkan sumber energi ini selalu menakut-nakuti akan bahaya yang besar. Energi ini bernama Energi Nuklir, hasil gubahan dari Einstein dengan rumus yang amat sederhana E=mc^2 (Energi sama dengan massa kali kecepatan cahaya dikuadratkan).

Bukan tanpa masalah sumber energi ini, namun dengan penempatan yang baik, maka hal-hal yang ditakutkan dapat segera diatasi. Indonesia terkenal sebagai negara kepulauan belasan ribu pulau menghampar luas. Lantas jika takut efek kebocoran yang mungkin terjadi, mengapa tidak menggunakan pulau yang terpencil? Sehingga amat jauh dari penduduk? Dan bukankah efek negatif dari sumber energi ini amat takut dengan air? Maka tinggal diguyur dengan air laut, efek negatif akan mereda sendiri.

Sumber energi alternatif harus dipilih, sehingga kita mampu mendapatkan manfaat yang tak sedikit dan mampu pula mengurangi efek negatif yang timbul. Dan rasanya pemilihan haruslah dilakukan oleh orang-orang yang memang tidak hanya mempunyai tanggung jawab di dunia saja, melainkan harus pula sampai pada tanggung jawab di akhirat kelak. Jika orang sudah takut dengan pengadilan dari Yang Maha, yang tak akan mungkin luput dari setitik tinta di malam yang gelap gulita. Pastilah pilihannya tak main-main dan tak mampu diperdebatkan lagi. Ayo kita songsong!!

08 May 2008

Sulitnya Mengelola Pendidikan Tinggi

Mengelola Perguruan Tinggi tidak mudah. Diperlukan donasi yang cukup untuk membangun sarana dan prasarana yang mendukung peningkatan dan pengembangan Perguruan Tinggi yang lebih baik lagi.

Mari berhemat! Ini kata-kata Pak Suwandi, menanggapi pernyataan Presiden atau Wakil Presiden. Yang kemudian ditanggapi oleh Kemas dengan menyatakan perlunya menggunakan sepeda dalam lingkungan kampus. Nah, dari tanggapan inilah muncul kemungkinan mewujudkan perumahan dinas karyawan. Saya tanggapi di bawah ini:

Berkaitan dengan perumahan dinas karyawan (dalam segi yang lain, yang sepertinya menarik investor adalah asrama), saya telah bertemu dengan dua perusahaan yang bersiap untuk menjadi investor, namun keduanya ternyata mundur teratur (berdasarkan informasi dari Pak Hendratno pun ternyata ada pula investor yang mundur untuk menjadi investor, berarti minimal telah ada tiga investor yang saya dengar yang tidak berani investasi membangun sarana di IT Telkom).

Yang jelas-jelas memberikan pernyataan mundur adalah yang terakhir yang saya antar ke asrama Putri IT Telkom pada hari Minggu 27 April 2008 (walah si Mahmud, minggu-minggu kok kerjo… koyok nang omah ora ono gawean wae ….), sebelumnya kami bertemu di Starbuck Coffee BIP, dari IT Telkom selain saya, ada juga Pak Imam Harjono. Sang calon investor memberikan gambaran seperti di bawah ini:

Pembangunan gedung dan isinya (mebelair, dll) sekitar: 13M
Pendapatan dari penghuni sekitar: 1M per tahun (penghuni sekitar 200 orang, sedangkan iuran rata-rata per kepala sekitar 400ribu per orang per bulan, padahal kenyataannya ada yang kurang dari 400ribu).
Operasional bulanan (kebersihan, manajemen asrama, air, listrik, dll) katakanlah 40% dari pendapatan per tahun, maka pendapatan investor adalah 600 juta per tahun
Untuk BEP dibutuhkan waktu: 13M/600jt = 22 tahun (ini belum memperhitungkan bunga bank)
Jelas, proyek ini tidak feasible!

Karena itu, mesti ada cara lain yang ditempuh: BOT tidak feasible!

Salah satu cara meningkatkan pendapatan adalah dengan cara menerima mahasiswa yang lebih banyak lagi. Bapak Rektor IT Telkom pun saat membuka workshop Penyusunan Proposal Lengkap PHK Institusi tahun seleksi 2008, menyatakan IT Telkom harus berani menerima mahasiswa baru sebanyak 5000 orang/ tahun. Yang harus dilakukan adalah menghitung berapa sarana-prasarana, SDM (dosen dan karyawan tetap, dosen dan karyawan tidak tetap), dll yang dibutuhkan untuk menyongsong angka 5000 tersebut.

Untuk dosen tidak tetap ada lembaga-lembaga di sekitar Bandung yang dapat menjadi pen-supply-nya, katakanlah dapat disebut: LEN, INTI, LIPI (di Sangkuriang ternyata bidang Elektronika dan Informatika), ITB, Unpad, Unpas, Unisba, serta perguruan tinggi yang lain.
Untuk karyawan tidak tetap dapat menggunakan mahasiswa-mahasiswa yang membutuhkan tambahan dana.

Untuk sarana laboratorium, kita harus mulai memikirkan investasi peralatan laboratorium yang mempunyai tingkat okupansinya tinggi haruslah lebih didahulukan, dibandingkan yang masih jarang dipakai, artinya setiap Departemen harus mulai tidak hanya berfikir “Saya perlu alat ini”, namun mulai pula melakukan penghitungan berapa hit pemakaian alat tersebut. Wah, nanti aku nggak bisa riset, kan bukan begitu maksudnya, laboratorium riset tentunya tak akan sebanyak laboratorium yang digunakan untuk keperluan layanan mahasiswa. Jadi, tetap saja lab riset ada, namun jumlahnya jauh lebih sedikit.

Ayo, para pimpinan dan kita semua, menyambut gempita 5000!

Himbauan yang muncul memang salah satunya adalah apakah ada kepedulian alumni, industri telekomunikasi sebagai pengguna alumni IT Telkom, untuk ikut mengembangkan sarana dan prasarana IT Telkom sebagai penyumbang terbesar dalam industri Telekomunikasi. Terima kasih.