26 October 2009

Koreksian Proposal Pimnas

Rekan-rekan mahasiswa,

Proposal PIMNAS dengan dosen pendamping atas nama saya, telah selesai saya koreksi. Kemudian koreksian tersebut saya serahkan ke BK IT Telkom (gedung D lantai 1). Silakan diambil ke Pak Tatang atau Teguh untuk diperbaiki dan segera diserahkan kembali ke BK. Waktunya sudah mepet. Ayo segera dilakukan!

Seingatku proposal pimnas tersebut adalah: DORAYA, Lentera, e-Budi, Martabak Kentang, IndoArt-Map, e-KTP, Fun Book, Aksara Jawa, Blood4Life, Batik Pekalongan, (terus apa lagi ya… aku lupa…).

Beragam persoalan telah dibahas dalam proposal-proposal tentu akan memperkaya wawasan, kemampuan, dan ilmu rekan-rekan mahasiswa. Jangan takut untuk mencoba dan terus berusaha mengikuti Panduan yang ada dan terus membuka kemampuan diri. Jangan berhenti sekalipun kalah. Coba terus dan coba terus. Dan perbaikilah kemampuan diri.

01 October 2009

Gempa Sumbar

Tak terasa gempa silih berganti bergetar, setelah Tasik yang membuat aku was-was (mungkin ada sekitar 5 menitan sembunyi di bawah kolong meja lantai 3 gedung D), dan dalam hati berucap Allahu Akbar berkali-kali, karena rasanya tak henti-henti goyangan tersebut terjadi. Dan pada saat was-was tersebut, istri menelpon:
“Pak, sekarang ada gempa ya… Kaca-kaca jendela berdecakan”.
“Iya, Bapak pun sekarang sedang sembunyi di kolong meja ruangan kantor Pak Wiy”
Terus dalam hati berucap Allahu Akbar… Allahu Akbar ….
Nafas rasanya tertahan-tahan, takut-takut kaca jendela di depan mukaku rontok
Badan pun terombang-ambing… beberapa kali jongkok saya terasa mau ambruk
Iya… gempa Tasik menembus angka 7,3 SR
Rasanya kejadian itu, belum selesai dan belum tuntas pertolongannya

Saat di TV kembali disiarkan terjadi gempa dalam skala yang lebih besar, yaitu 7,6 SR. ...... www.mhd.blog.ittelkom.ac.id categories Perjalanan Hidup judul tulisan: Gempa Sumbar

10 September 2009

IT Telkom ngebut buat Webometrics

Persaingan yang begitu tajam sejak, Dikti (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional), menyatakan webometrics sebagai salah satu tolak ukur WCU, membuat peringkat Webometrics IT Telkom terjungkal. Bayangkan sebelumnya peringkat 6 di Indonesia, tiba-tiba ambruk tak kepalang tanggung menjadi peringkat 16 (atau 15). Karena kondisi yang demikian inilah, maka IT Telkom ngebut untuk kembali mengangkat peringkat webometrics-nya.
Berbagai upaya dilakukan, salah satunya membenahi database yang memang cukup merepotkan. Bisa dibayangkan bagaimana jika setiap unit membuat database sendiri, maka redundancy adalah sebuah pengharapan yang hampir dipastikan terjadi. Di lain pihak, pula penuangan ide, gagasan, kreatifitas pun mulai digadang-gadang. Kebebasan menulis dipersilakan. Bahkan untuk mengencarkan para civitas menuangkan ide tulisannya pun akan dihargai dengan penghargaan yang memadai.
Salah satu tempat menuangkan seluruh jerih payah dan gagasan dibangunlah blog IT Telkom. Dosen dan karyawanbanyak menulis di sana. Silakan di-klik: blog.ittelkom.ac.id/blog.
Namun karakter orang Indonesia mungkin memang begitu, segera ramai di awal dan redup pada langkah selanjutnya. Ayo ramaikan blog IT Telkom!!!

03 June 2009

Dekat Kubur, Bukan Berarti Hanya Merenung

Beberapa beranggapan, jika sudah masa dekat kubur, maka orang-orang menjadi semakin tak memikirkan dunia. Karena dianggap aktif masalah dunia, akan menjauhkan diri dari persiapan menghadapi kubur. Padahal mestinya tidak seperti itu.

Lihatlah, bagaimana Rasulullah? Bagaimana beliau menjelang maut menjemput bahkan menyempatkan diri untuk berperang melawan kedloliman tentara kafir kuraisy? Jadi, beliau tidak masuk masjid berjam, berhari di dalam masjid hanya sekedar wirid. Beliau berperang!

Inilah yang aku maksud, dengan Dekat Kubur. Kondisi Dekat Kubur, bukan berarti mengurangi ...

Lebih lengkap baca: www.ittelkom.ac.id/staf/mhd



01 June 2009

Tambah Umur, Dekat Kubur

Berbagai kalangan, teman-temanku menulis dengan berbagai gayanya. Met milad, Pak. Happy birthday, Pak. Selamat ultah, Pak Dosen. Semoga panjang umur. Alhamdulillah berbagai nikmat telah engkau terima dari Yang Maha Pemberi Nikmat. Alhamdulillah masih ada masa untukmu… kawan. Dan berbagai rangkaian kata yang lain.

Nikmatnya mereka-mereka telah menyampaikan...
Baca lengkap di www.ittelkom.ac.id/staf/mhd

27 May 2009

Pemilihan Presiden

Tulisan ini adalah copy dari www.ittelkom.ac.id/staf/mhd karena pada blog tersebut amat lambat dibanding dengan pada blog alamat ini.

Walaupun secara resmi, waktu kampanye pemilihan presiden belum ditabuh, namun berbagai calon pres dan wapres mulai bergelayut menyampaikan berbagai pandangannya bagaimana mengelola negeri ini?

Dan sesuai dengan kengototan PDIP agar minimal Calon didukung oleh 20% suara, menghasilkan hanya tiga calon saja. Itupun sudah begitu ramai menampaki hari-hari ini dengan gempita tentang pencalonan tersebut. Cukup tiga calon! Sudah bisa mengharu biru, negeri ini.

Berbagai strategi telah disampaikan oleh para Calon dan para Pengawalnya (Tim Sukses). Mulai terlihat pula para capres saling melempar sesuatu yang dapat membuat kuping calon yang lain berkomentar.

Ketika tahun 2004, kerendah-hatian SBY begitu nampak. Namun pada hari-hari ini, terlihat jawaban-jawaban SBY terhadap statement para lawan politik mulai tak rendah hati lagi. Terasa getaran nada bicara, begitu jengkel. Wajah demikian tegang. Dan mulai memanas. Ah… dimana sejukmu wahai Bapak Presiden?

Di lain pihak, PKS pun mulai hati-hati (lebih tepatnya mulai ketakutan) kuatir SBY tak berhasil menjadi pemenang. Statement JK yang menyatakan: “Kami calon yang Islami. Lihatlah istri-istri kami berkerudung”. Membuat berbagai kalangan di PKS bisa pindah hati, karena kerudung. Tentunya kubu SBY harus pula memperhatikan tampilan fisik yang demikian ini. Jangan anggap suara ibu-ibu yang tak amat berpengaruh.

Sesuatu yang terasa aneh yang lain adalah beberapa sidang kabinet seperti melemparkan jauh-jauh peran dari Wakil Presiden. Terlihat dalam beberapa sidang kabinet JK tidak hadir. Lho kok aneh, negeri ini sudah tidak membutuhkan Wakil Presiden? Dimana perannya selama ini? Apakah keberangan SBY sudah sedemikian panas? Sehingga Wakil Presiden tak pernah lagi dihadirkan dalam sidang kabinet?

Tadi malam aku lihat Rizal Mallarangeng yang mewakili kubu SBY, tak sanggup lagi menahan diri, hingga beberapa kali diingatkan untuk tidak memotong pembicaraan orang lain. Namun beberapa kali pula, Rizal ngotot untuk ngomong. Sampai-sampai volume microphonenya dikecilkan. Sudah demikiankah panasnya mereka?

Lihatlah betapa Ganjar mampu berbicara dengan tenang, walaupun kalimat-kalimatnya galak juga. Padahal beliau dari kubu Mega yang terkenal kalimatnya galak juga dan tidak tenang (tidak sabaran).

Semoga negeri ini aman dari kebijakan-kebijakan yang liberal maupun yang neoliberal. Menjadi sebuah negeri yang aman sentausa, dan berpendirian yang teguh untuk keselamatan di dunia dan akhirat.

22 May 2009

Menulis Buku, Mimpi Seorang Mujahid?

Aku sudah berniat untuk meramaikan blog-ku di alamat www.ittelkom.ac.id/staf/mhd namun blog ini entah mengapa begitu lambatnya untuk diakses, sehingga tulisan ini saya taruh di sini dan saya taruh di-blog IT Telkom. Sehingga jangan merasa bahwa telah terjadi duplikasi tanpa ijin.

Aku sudah mulai ketularan teman dekatku. Yaitu bermimpi terhadap apa-apa yang belum diraih. Temanku dulu, sering bermimpi akibat ada sesuatu yang masih terasa sebagai sebuah hutang. Berhari, berbulan terus sering bermimpi tentang hal -hal yang menyangkut sesuatu tersebut. Baik secara langsung maupun secara tersirat. Dan akhirnya selesai setelah beban yang lama menggantung dapat diselesaikannya.

Telah dua hari pula aku bermimpi. Sesuatu yang telah menjadi keinginan untuk diwujudkan. Entahlah, apakah mimpi-mimpi ini hanya bunga tidur saja? Ataukah mimpi ini adalah mimpi mujahid? Yang ingin selamat di dunia maupun di akhirat? Seseorang menyatakan kekecewaannya tentang IT Telkom. Bahwa apa yang ingin diharapkannya ternyata tak juga terwujud. Bolehlah disebut semacam proyek, yang telah dijanjikan oleh pihak IT Telkom, namun proyek tersebut tak juga ditandatangani oleh pihak IT Telkom. Namun disela perbincangan tersebut, beliau mengungkapkan: bisa juga proyek/ pekerjaan digantikan dengan pencetakan buku. Nah, inilah yang membuat saya terus mengingatinya.

Tiga kalimat pertama dalam pragraf di atas ini, merupakan bumbu dari mimpiku, karena bukan hal tersebut yang terus berulang, namun yang terus berulang adalah pencetakan buku. Saat itu (dalam mimpi), aku menyanggupinya untuk memberikan hak cetak bukuku padanya. Sungguh buku yang pertama telah aku serahkan ke penerbit yang cukup terkenal di Indonesia. Nah, buku yang kedua belum kelar benar. Namun telah cukuplah dikatakan nyaris menembus angka 70%. Dan telah ada niat yang cukup kuat, agar aku dapat menyelesaikannya.

Semangat untuk menyelesaikannya, ditambah lagi dengan tulisan mahasiswaku yang tiba-tiba nongol di FB, untuk menagih janji aku menulis buku. Memang sang mahasiswa ini telah berhasil mencetakkan sebuah buku tentang pengalaman hidupnya. Sebuah buku ringan, namun bermakna cukup dalam. Walaupun masih mengandalkan rasa, bukan objektifitas yang sempurna.

Ketertundaan adalah sesuatu yang sering menghalangi. Pekerjaan yang demikian bertubi, menghendaki penulisan dalam format yang cukup baik dari buku tersebut, belum sempat tersentuh. Kadang rasa masih minder, dan merasa tak layak terbit menghinggapi diriku. Tapi kalau tak dipaksakan, apakah mungkin dunia kependidikan tinggi di Indonesia dapat mempunyai peran terhadap diri sendiri, tuan di negeri sendiri? Minimal harus ada setitik demi setitik upaya untuk menorehkan tinta di negeri sendiri.

Semoga aku dapat menuangkan segala kerja yang ada selama ini, yang dibantu para mahasiswa yang cakap, yang telah berusaha sekuat tenaga, untuk memperkaya tulisan tersebut, sehingga menjadi sebuah buku sebagai penambah salah satu literatur dan referensi dunia ilmiah di Indonesia. Mesti, aku menuliskannya dengan tanpa mengurangi hak cipta dari para mahasiswa dan para senior yang sebelumnya telah memberikan wacana tentang buku ini.

Semoga pula mimpiku adalah mimpi mujahid, yang rindu akan baru harum syurga jannatun na'im. Yang rindu akan ridloAllah di dunia maupun ridho Allah di akhirat kelak. Ya, Allah mudahkanlah aku menggetarkan duniaku, sehingga ridho-MU dapat aku capai.