03 June 2009

Dekat Kubur, Bukan Berarti Hanya Merenung

Beberapa beranggapan, jika sudah masa dekat kubur, maka orang-orang menjadi semakin tak memikirkan dunia. Karena dianggap aktif masalah dunia, akan menjauhkan diri dari persiapan menghadapi kubur. Padahal mestinya tidak seperti itu.

Lihatlah, bagaimana Rasulullah? Bagaimana beliau menjelang maut menjemput bahkan menyempatkan diri untuk berperang melawan kedloliman tentara kafir kuraisy? Jadi, beliau tidak masuk masjid berjam, berhari di dalam masjid hanya sekedar wirid. Beliau berperang!

Inilah yang aku maksud, dengan Dekat Kubur. Kondisi Dekat Kubur, bukan berarti mengurangi ...

Lebih lengkap baca: www.ittelkom.ac.id/staf/mhd



01 June 2009

Tambah Umur, Dekat Kubur

Berbagai kalangan, teman-temanku menulis dengan berbagai gayanya. Met milad, Pak. Happy birthday, Pak. Selamat ultah, Pak Dosen. Semoga panjang umur. Alhamdulillah berbagai nikmat telah engkau terima dari Yang Maha Pemberi Nikmat. Alhamdulillah masih ada masa untukmu… kawan. Dan berbagai rangkaian kata yang lain.

Nikmatnya mereka-mereka telah menyampaikan...
Baca lengkap di www.ittelkom.ac.id/staf/mhd

27 May 2009

Pemilihan Presiden

Tulisan ini adalah copy dari www.ittelkom.ac.id/staf/mhd karena pada blog tersebut amat lambat dibanding dengan pada blog alamat ini.

Walaupun secara resmi, waktu kampanye pemilihan presiden belum ditabuh, namun berbagai calon pres dan wapres mulai bergelayut menyampaikan berbagai pandangannya bagaimana mengelola negeri ini?

Dan sesuai dengan kengototan PDIP agar minimal Calon didukung oleh 20% suara, menghasilkan hanya tiga calon saja. Itupun sudah begitu ramai menampaki hari-hari ini dengan gempita tentang pencalonan tersebut. Cukup tiga calon! Sudah bisa mengharu biru, negeri ini.

Berbagai strategi telah disampaikan oleh para Calon dan para Pengawalnya (Tim Sukses). Mulai terlihat pula para capres saling melempar sesuatu yang dapat membuat kuping calon yang lain berkomentar.

Ketika tahun 2004, kerendah-hatian SBY begitu nampak. Namun pada hari-hari ini, terlihat jawaban-jawaban SBY terhadap statement para lawan politik mulai tak rendah hati lagi. Terasa getaran nada bicara, begitu jengkel. Wajah demikian tegang. Dan mulai memanas. Ah… dimana sejukmu wahai Bapak Presiden?

Di lain pihak, PKS pun mulai hati-hati (lebih tepatnya mulai ketakutan) kuatir SBY tak berhasil menjadi pemenang. Statement JK yang menyatakan: “Kami calon yang Islami. Lihatlah istri-istri kami berkerudung”. Membuat berbagai kalangan di PKS bisa pindah hati, karena kerudung. Tentunya kubu SBY harus pula memperhatikan tampilan fisik yang demikian ini. Jangan anggap suara ibu-ibu yang tak amat berpengaruh.

Sesuatu yang terasa aneh yang lain adalah beberapa sidang kabinet seperti melemparkan jauh-jauh peran dari Wakil Presiden. Terlihat dalam beberapa sidang kabinet JK tidak hadir. Lho kok aneh, negeri ini sudah tidak membutuhkan Wakil Presiden? Dimana perannya selama ini? Apakah keberangan SBY sudah sedemikian panas? Sehingga Wakil Presiden tak pernah lagi dihadirkan dalam sidang kabinet?

Tadi malam aku lihat Rizal Mallarangeng yang mewakili kubu SBY, tak sanggup lagi menahan diri, hingga beberapa kali diingatkan untuk tidak memotong pembicaraan orang lain. Namun beberapa kali pula, Rizal ngotot untuk ngomong. Sampai-sampai volume microphonenya dikecilkan. Sudah demikiankah panasnya mereka?

Lihatlah betapa Ganjar mampu berbicara dengan tenang, walaupun kalimat-kalimatnya galak juga. Padahal beliau dari kubu Mega yang terkenal kalimatnya galak juga dan tidak tenang (tidak sabaran).

Semoga negeri ini aman dari kebijakan-kebijakan yang liberal maupun yang neoliberal. Menjadi sebuah negeri yang aman sentausa, dan berpendirian yang teguh untuk keselamatan di dunia dan akhirat.

22 May 2009

Menulis Buku, Mimpi Seorang Mujahid?

Aku sudah berniat untuk meramaikan blog-ku di alamat www.ittelkom.ac.id/staf/mhd namun blog ini entah mengapa begitu lambatnya untuk diakses, sehingga tulisan ini saya taruh di sini dan saya taruh di-blog IT Telkom. Sehingga jangan merasa bahwa telah terjadi duplikasi tanpa ijin.

Aku sudah mulai ketularan teman dekatku. Yaitu bermimpi terhadap apa-apa yang belum diraih. Temanku dulu, sering bermimpi akibat ada sesuatu yang masih terasa sebagai sebuah hutang. Berhari, berbulan terus sering bermimpi tentang hal -hal yang menyangkut sesuatu tersebut. Baik secara langsung maupun secara tersirat. Dan akhirnya selesai setelah beban yang lama menggantung dapat diselesaikannya.

Telah dua hari pula aku bermimpi. Sesuatu yang telah menjadi keinginan untuk diwujudkan. Entahlah, apakah mimpi-mimpi ini hanya bunga tidur saja? Ataukah mimpi ini adalah mimpi mujahid? Yang ingin selamat di dunia maupun di akhirat? Seseorang menyatakan kekecewaannya tentang IT Telkom. Bahwa apa yang ingin diharapkannya ternyata tak juga terwujud. Bolehlah disebut semacam proyek, yang telah dijanjikan oleh pihak IT Telkom, namun proyek tersebut tak juga ditandatangani oleh pihak IT Telkom. Namun disela perbincangan tersebut, beliau mengungkapkan: bisa juga proyek/ pekerjaan digantikan dengan pencetakan buku. Nah, inilah yang membuat saya terus mengingatinya.

Tiga kalimat pertama dalam pragraf di atas ini, merupakan bumbu dari mimpiku, karena bukan hal tersebut yang terus berulang, namun yang terus berulang adalah pencetakan buku. Saat itu (dalam mimpi), aku menyanggupinya untuk memberikan hak cetak bukuku padanya. Sungguh buku yang pertama telah aku serahkan ke penerbit yang cukup terkenal di Indonesia. Nah, buku yang kedua belum kelar benar. Namun telah cukuplah dikatakan nyaris menembus angka 70%. Dan telah ada niat yang cukup kuat, agar aku dapat menyelesaikannya.

Semangat untuk menyelesaikannya, ditambah lagi dengan tulisan mahasiswaku yang tiba-tiba nongol di FB, untuk menagih janji aku menulis buku. Memang sang mahasiswa ini telah berhasil mencetakkan sebuah buku tentang pengalaman hidupnya. Sebuah buku ringan, namun bermakna cukup dalam. Walaupun masih mengandalkan rasa, bukan objektifitas yang sempurna.

Ketertundaan adalah sesuatu yang sering menghalangi. Pekerjaan yang demikian bertubi, menghendaki penulisan dalam format yang cukup baik dari buku tersebut, belum sempat tersentuh. Kadang rasa masih minder, dan merasa tak layak terbit menghinggapi diriku. Tapi kalau tak dipaksakan, apakah mungkin dunia kependidikan tinggi di Indonesia dapat mempunyai peran terhadap diri sendiri, tuan di negeri sendiri? Minimal harus ada setitik demi setitik upaya untuk menorehkan tinta di negeri sendiri.

Semoga aku dapat menuangkan segala kerja yang ada selama ini, yang dibantu para mahasiswa yang cakap, yang telah berusaha sekuat tenaga, untuk memperkaya tulisan tersebut, sehingga menjadi sebuah buku sebagai penambah salah satu literatur dan referensi dunia ilmiah di Indonesia. Mesti, aku menuliskannya dengan tanpa mengurangi hak cipta dari para mahasiswa dan para senior yang sebelumnya telah memberikan wacana tentang buku ini.

Semoga pula mimpiku adalah mimpi mujahid, yang rindu akan baru harum syurga jannatun na'im. Yang rindu akan ridloAllah di dunia maupun ridho Allah di akhirat kelak. Ya, Allah mudahkanlah aku menggetarkan duniaku, sehingga ridho-MU dapat aku capai.

16 April 2009

Hari-hari Mengecewakan

Hari-hari ini memang paling mengecewakan, tentunya bagi orang-orang tertentu. Siapa bilang semua orang kecewa? jawabnya tentunya tidak setiap orang kecewa. Yang kecewa tentunya hanyalah orang-orang yang tak mampu mencapai keinginan dari target. Mestinya sih bagi orang yang sudah mampu mengendalikan diri, rasa kecewa mampu dikendalikan.

Saat ini banyak kecewa adalah orang-orang yang menjadi caleg, namun suaranya amat tipis, tak mampu menembus caleg threshold. Aku dengar di sebuah radio swasta, ada sebuah pesantren di Cirebon telah menerima pasien dari golongan ini, sebanyak lebih dari 20 orang. Ada yang stress ringan, suka linglung, terus merenung, tertawa-tawa, senyum-senyum sendiri, nangis terus menerus, bahkan yang sudah amat parah ada yang jalan-jalan hanya pakai cd saja. Perbedaan yang amat jauh, mungkin, dari keinginan yang diharapkanlah yang menyebabkan kasus yang demikian.

Pasiennya ada yang dari kalangan pegawai, pengusaha, dan anehnya ada yang dari pengangguran. Mulai yang kehabisan harta benda, termasuk rumah tanah yang telah dijual habis, ada pula yang punya hutang puluhan juta padahal masih menganggur, yang funtastik tentunya mempunyai hutang hingga Milyar, walaupun pengusaha tentunya akan berat menanggungnya. Sungguh luar biasa.

Yah... bahkan ada seorang ibu muda yang gantung diri, walaupun dari partainya tidak menyebut penyebab gantung diri akibat kalah dalam pen-caleg-an. Inilah yang terjadi.

Dalam konsep kalimat syahadat, tentunya dengan mengikat empat hal sekaligus secara berbarengan, hal-hal yang demikian minimal dapat dikendalikan:
Laa ilaha illallah, yang dinyatakan dalam 4 kalimat:
La maujuda illallah: Tidak ada yang wujud hakiki kecuali hanyalah atsar kerja Allah
La ma'buda illallah: Tidak ada yang disembah kecuali hanyalah kepada Allah
La mathluba illallah: Tidak ada yang dita'ati kecuali hanyalah Allah
La maqsuda illallah: Tidak ada maksud/ tujuan kecuali hanyalah kepada Allah

Semoga dapat mengurangi kekecewaan dari sesuatu yang tak sesuai dengan keinginan.

30 March 2009

Tsunami di Tengah Daratan

Mengagetkan! Di tengah-tengah daratan terjadi tsunami. Air setinggi dua puluh meter menyapu-ratakan daerah sekelilingnya. Rumah-rumah roboh, orang-orang terhanyutkan, tiang-tiang listrik entah dimana, namun satu masjid (musholla) masih berdiri walau ada sedikit kerusakan.

Yang disapu-ratakan ternyata bukan daerah kumuh, namun daerah yang cukup elit. Ada orang terkenal yang asetnya ikut terbawa arus. Mobil empat biji terlempar. Nggak tahu, apakah rusak parah atau tidak. Artinya bukan daerah pinggiran kali.

Nyawa melayang mulai mendekati angka 100 orang (pagi ini dari sebuah radio swasta). Ratusan lebih orang dinyatakan belum ketemu (hilang). Yang meninggal, ada bayi, orang muda yang maish kokoh badannya, kakek seusia 60 tahunan, dst. Tak sedikit harta terhempas, entah kemana.

Inilah tsunami di tengah daratan yang terbesar. Tempat itu disebut Situ Gintung, di daerah Cireundeu, Tangerang, Banten. Situ yang dibangun jaman Belanda. Dipagari oleh dinding tanah selebar 3-5 meter sehingga mobil bisa lewat berpapasan. Tentu dengan usia yang cukup tua. Saat sebelum kejadian, hujan cukup deras dan besar, sampai ada es-nya. Grudugan suara membelah pun demikian kerasnya.

Sang Presiden yang sedang ke Bandung pun dengan segera, menyempatkan diri hadir ke lokasi bencana, setelah sholat Jum'at. Ada sesuatu yang dilupakan olehnya. Mungkin yang kebayang adalah segera memberi bantuan pada korban. Padahal masih banyak yang menunggu menjadi korban. Mengapa Menteri PU tidak segera menginventarisir situ-situ yang mempunyai kondisi yang sama? Padahal koran-koran setelah kejadian ini bersegera mencari data. Namun Dep. PU tidak keluar statement, lupakah?

Semoga manusia Indonesia segera memiliki pemimpin yang memikirkan bukan hanya hari ini saja, namun antisipatif pada masa depan juga...Mau?

27 March 2009

Fesbuk

Sebuah fenomena yang menggelegak terjadi di sebuah kampus Perguruan Tinggi Swasta yang konsen di bidang ICT. Dulunya penggunaan terbanyak dari bandwidth yang disediakan oleh kampus adalah jaringan sosial yang bernama Pertemanan. Memang mahasiswa banyak tersangkut dalam jaringan ini. Inilah penggunaan terbesar dari bandwidth.

Namun akhir-akhir ini penggunaan pun bergeser ke sebuah jaringan sosial yang lebih nyaman, dengan kecepatan akses yang tak lambat. Jaringan ini bernama Facebook.

Jaringan sosial yang menyediakan kemudahan untuk menuliskan sesuatu dengan ringan dan cepat. Tulisan-tulisan tentang kesedihan, kegembiraan, inovasi, kebrilianan, dengan ringan mengalir. Namun tak pelak, kata-kata jorok pun kadang kala muncul pula. Entah berapa server yang disediakan karena, tulisan-tulisan itu dapat tersaji dengan cepat. Walaupun memang lebih kepada tulisan yang senada dengan sms: 160 karakter. Foto bisa dipasang, kemudian dikomentari oleh berbagai teman yang ada.

Yang luar biasa dari jaringan sosial ini, tentunya adalah ide yang sebenarnya amat sederhana, yaitu: menjalin pertemanan dengan temannya teman. Anda bisa mendapatkan teman baru, karena teman anda yang sebelumnya. Jika anda punya teman A dan A mempunyai teman bernama B, maka oleh fasilitas yang disediakan oleh Fesbuk, maka anda akan ditawari untuk berteman dengan B. Sebuah pertemanan yang semakin lama semakin membludak. Selain itu, fesbuk menyediakan prasarana mencari teman berdasarkan informasi yang diberikan oleh data yang dimasukkan user. Maka dapat dicari teman-teman ketika di SD, dst.

Tak disangka setelah puluhan tahun aku tak berhasil kontak dengan temanku di SMP dan SMA, tiba-tiba dia muncul: hah! Sungguh mengharukan. Padahal dalam benakku berhari, berbulan, bertahun aku selalu ingin menyapanya. Miminal teman yang demikian sudah dua orang yang ketemu.

Yang satu terpisah sejak lulus SMA, persis setelah dinyatakan lulus SMA, langsung nggak pernah ketemu. Rumahnya di Gembong, suatu daerah di kaki bukit Gunung Muria, di sekitar waduk. Aku pernah ke rumahnya ketika masih SMP dan menginjakkan kaki di waduk tersebut, karena waduknya kering. Amat akrab dengan beliau. Orang tuanya menjadi guru. Idealismenya tentang Islam, ada lah. Yang menarik tentunya cinta monyetnya. Dia senang dengan seorang gadis. Dan ternyata setelah, saya kuliah, barulah aku tahu si gadis, seneng sama aku. Ha ha ha...

Dan yang kedua, dia teman kakakku di SMP swasta di Pati. Sungguh luar biasa, lulusan SMP bisa masuk SMA Negeri Pati. Karenanya prestasinya hebat juga. Dia yang menulis tentang masyarakat SAMIN. Masyarakat yang berbuat letterlijk. Naik ya naik ... bukan turun. Kalau mengatakan: naik angot, misalnya, maka mereka akan benar-benar naik sampai atap angkot. Terpisah sejenak ketika masuk perguruan tinggi. Kemudian sempat ketemu di Kramat Raya Jakarta, kemudian sama-sama ke rumah kakakku di Pulomas, diteruskan ke temoat kostnya di Bogor. Idealisme Islamnya sungguh luar biasa. Ketika dia kontak itulah aku baru tahu, jika dia bekerja di BEI Jakarta. Ayo maju lagi, Mas Sunardi, jangan mundur karena keadaan.

Inilah fesbuk yang telah mempertemukan kembali dengan teman-teman lama. Semoga anda-anda dapat segera kembali ke jalan yang baik, jalan mengantarkan keselamatan di dunia dan akhirat. Ayo kita raih....