02 December 2009

Terima kasih Kepada Para Pequrban

Pada kesempatan kali ini, kami ucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan rekan-rekan dalam pelaksanaan qurban tahun 1430H ini. Beberapa rekan telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk mengelola qurban. Sehingga kami dapat menyampaikan pada sasaran yang tepat.

Mereka adalah:
1. Ibu Setyorini (Bapak Anwar Sadat)
2. Ibu Vera Suryani
3. Ibu Annis Diniati
4. Ibu Widhihastuti
5. Bapak Agus T Waluyo
6. Ibu Retno Novi (Putri)

Selain itu, diucapkan terima kasih pula kepada
1. Ibu Shanka (Bapak Joned)
yang telah bersedia membeli hewan qurban melalui kami.

Semoga qurban Ibu dan Bapak sekalian diterima oleh Yang Maha Menerima, sehingga dimudahkan untuk terus berupaya dan berusaha menemukan kebenaran yang sejati. Selanjutnya jika kebenaran sejati tersebut telah dapat ditemukan, dapat ditetapi dan dilaksanakan secara konsisten dan penuh kemampuan diri untuk maju terus.

Semoga Allah SWT memberikan ganjaran kepada kita sehingga di akhirat kelak kita mendapatkan Rahiim dari Allah SWT. Amiin.

18 November 2009

Bantu Korban Bencana Alam dengan Momen Qurban

KH Dr. Miftah Faridl adalah seorang ulama terkenal dari Bandung, beliau telah melahirkan jutaan murid yang sekarang tersebar di seluruh dunia, hampir tiap tahun harus keliling di negara-negara lain, untuk bersilaturahmi dengan murid-muridnya tersebut. Selain sudah menjadi kewajiban untuk menyampaikan di daerahnya, Bandung.

Kondisi bencana yang telah terjadi di daerah Jawa Barat menggerakkan Yayasan yang dibawah bimbingan beliau tergerak untuk membantu pemulihan korban bencana alam, bertepatan dengan hari Qurban. Maka Yayasan tersebut memberikan fasilitasi kepada rekan-rekan yang ingin berqurban untuk membantu korban bencana alam di Jawa Barat.

Jika berminat ikut serta, silakan hubungi saya, Mahmud Imrona. Melalui apapun yang bisa dilakukan: email, facebook, sms, dll.

17 November 2009

Hewan Qurban

Bagi yang ingin dan punya niat yang kuat untuk berqurban dalam tahun ini, kami tawarkan kerjasama pengadaan dan penyaluran qurban, dengan daftar hewan qurban sebagai berikut:

DAFTAR HEWAN QURBAN

KELAS

DOMBA

SAPI

Harga

Berat

Hidup (kg)

Berat

Karkas (kg)

Berat

Daging (kg)

Harga

Berat

Hidup (kg)

Berat

Karkas (kg)

Berat

Daging (kg)

D

Rp 750.000,00

22

10

7

Rp 7.500.000,00

267

120

78

C

Rp 850.000,00

27

12

8,5

Rp 8.500.000,00

310

140

91

B

Rp 950.000,00

31

14

9,5

Rp 9.500.000,00

356

160

104

A

Rp 1.000.000,00

36

16

11

Rp 10.000.000,00

400

180

117

SUPER

Rp 1,1 jt – 2 jt

44

18-20

13 kg

Rp 11 jt – 20 jt

556

200-240

195

ISTIMEWA

Diatas Rp 2 jt

47

22-25

> 13 kg

Diatas Rp 20 jt

>667

> 250

> 195

Keuntungan:
1. Memberdayakan peternak domba/ sapi di Ciparay, Garut, Tasikmalaya, dan daerah-daerah di Jawa Timur
2. Sebagian keuntungan akan digunakan untuk membantu saudara yang terkena musibah di Pangelangan, Garut, Tasik dan Cianjur
3. Bebas biaya pemeliharaan sampai dengan saat hewan diantar
4. Bebas biaya pengantaran
5. Hewan qurban dijamin sesuai ketentuan syari'at Islam
6. Dapat disalurkan melalui P2HQ Yayasan Zakaria (dengan pilihan: 1) menyaksikan 2) tidak menyaksikan)

Daftar Depot MHQ AN-NUR Wilayah Bandung

  1. Depot Alamanda (ALA) Telp. 91743447 (Andi M.)
  2. Depot Caringin (CRG) Telp. 93787883, 085846215056 (Endang/ Sofyan)
  3. Depot Suci (SC) Telp. 76767820, 087821107162 (Mully)
  4. Depot Jl. Sukabumi (SKB) Telp. 71222209, 92222119 (Alif/ Hendra)
  5. Depot Antapani (ANT) Telp. 76706425 (Sutopo)
  6. Depot Cibaduyut (CBD) Telp. 76294271, 91434600 (Siswoyo/ Rijal)
  7. Depot SM Telp. 91995359, 08132036167 (Ade S/ Afit)
  8. Depot Tamansari (TS) Telp. 71289499 (Jajang)
  9. Depot Buah Batu (BB) Telp. 76632003, 081320477134 (Intan)
  10. Depot Citeureup (CTR) Telp. 76611913, 72583300, 081395366667 (Jajat Rohmat)
  11. Depot Surya Sumatri (SS) Telp. 72539827, 081221913234 (Didin/ Iskandar)
  12. Depot Ujung Berung (UBR) Telp. 70777134, 087821870880 (Luri/ Dedi)
  13. Depot Ciwastra (CWS) Telp. 70179473 (Gio)
  14. Depot Pojok (CMP) Telp. 76346018 (Riza F.)
  15. Depot Cijerah (CJH) Telp. 70950605 (Danu)
  16. Depot Panyileukan (PNY) Telp. 75450684, 081320627878 (Dikdik/ Samsul)
  17. Depot Cimahi (CMH) Telp. 76591212 (Zaenudin)
  18. Depot Melong (MA) Telp. 91110027 (Adit)
  19. Depot Adipura (ADI) Telp. 76651010 (Endang)
Depot Luar Kota Bandung

Depot Cilegon (CLG)

Jl. Raya Cilegon – Serang

Telp. 0254-7213213, 0878-82355630 (Ahsan, Humaedi)

Depot Bogor Utara (BGU)

Jl. Raya Jakarta – Bogor KM 49

Nanggewer, Kota Bogor

Telp. 0251-7163369 (Ishak)

Depot Cianjur (CJR)

Jl. Muhammad Nuh, Cianjur

(Selatan Hypermart Cianjur)

Telp. 0263-5286803

(Hendi Jamali)

Depot Bogor Padjajaran (PJN)

Jl. Raya Pajajaran Kel. Bantarjati Kec. Bagor Utara Kota Bogor

Telp. 0813-95138111 (Tata)

Depot Purwakarta (PWK)

Jln. Ipik Gandamanah Purwakarta

Telp. 0821-13163626 (Nana/Prayit)

Depot Cikampek (CKP)

Jl. Ir. H. Juanda – Cikampek (Depan Sate Tidar)

Telp. 08889220389 (Yon)

Depot Bogor Citeureup (BGC)

Jl. Raya Mayar Oking KM. 1 Citeureup Bogor

Telp. 021-94340849, 0813-87679132 (Asol)

Jika anda mengalami kesulitan tentang Qurban, bisa menghubungi saya: Mahmud Imrona (022-76465208)

Negeri Para Bedebah

Berkaitan dengan kasus KPK yaitu Bibit dan Chandra, pada minggu-minggu ini, banyak tokoh yang mengungkapkan kekesalannya, salah satunya Adhie Massardi. Berikut puisi beliau:

Bisa dibaca di www.mhd.blog.ittelkom.ac.id pada categories Perjalanan Hidup dengan judul Negeri Para Bedebah

26 October 2009

Koreksian Proposal Pimnas

Rekan-rekan mahasiswa,

Proposal PIMNAS dengan dosen pendamping atas nama saya, telah selesai saya koreksi. Kemudian koreksian tersebut saya serahkan ke BK IT Telkom (gedung D lantai 1). Silakan diambil ke Pak Tatang atau Teguh untuk diperbaiki dan segera diserahkan kembali ke BK. Waktunya sudah mepet. Ayo segera dilakukan!

Seingatku proposal pimnas tersebut adalah: DORAYA, Lentera, e-Budi, Martabak Kentang, IndoArt-Map, e-KTP, Fun Book, Aksara Jawa, Blood4Life, Batik Pekalongan, (terus apa lagi ya… aku lupa…).

Beragam persoalan telah dibahas dalam proposal-proposal tentu akan memperkaya wawasan, kemampuan, dan ilmu rekan-rekan mahasiswa. Jangan takut untuk mencoba dan terus berusaha mengikuti Panduan yang ada dan terus membuka kemampuan diri. Jangan berhenti sekalipun kalah. Coba terus dan coba terus. Dan perbaikilah kemampuan diri.

01 October 2009

Gempa Sumbar

Tak terasa gempa silih berganti bergetar, setelah Tasik yang membuat aku was-was (mungkin ada sekitar 5 menitan sembunyi di bawah kolong meja lantai 3 gedung D), dan dalam hati berucap Allahu Akbar berkali-kali, karena rasanya tak henti-henti goyangan tersebut terjadi. Dan pada saat was-was tersebut, istri menelpon:
“Pak, sekarang ada gempa ya… Kaca-kaca jendela berdecakan”.
“Iya, Bapak pun sekarang sedang sembunyi di kolong meja ruangan kantor Pak Wiy”
Terus dalam hati berucap Allahu Akbar… Allahu Akbar ….
Nafas rasanya tertahan-tahan, takut-takut kaca jendela di depan mukaku rontok
Badan pun terombang-ambing… beberapa kali jongkok saya terasa mau ambruk
Iya… gempa Tasik menembus angka 7,3 SR
Rasanya kejadian itu, belum selesai dan belum tuntas pertolongannya

Saat di TV kembali disiarkan terjadi gempa dalam skala yang lebih besar, yaitu 7,6 SR. ...... www.mhd.blog.ittelkom.ac.id categories Perjalanan Hidup judul tulisan: Gempa Sumbar

10 September 2009

IT Telkom ngebut buat Webometrics

Persaingan yang begitu tajam sejak, Dikti (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional), menyatakan webometrics sebagai salah satu tolak ukur WCU, membuat peringkat Webometrics IT Telkom terjungkal. Bayangkan sebelumnya peringkat 6 di Indonesia, tiba-tiba ambruk tak kepalang tanggung menjadi peringkat 16 (atau 15). Karena kondisi yang demikian inilah, maka IT Telkom ngebut untuk kembali mengangkat peringkat webometrics-nya.
Berbagai upaya dilakukan, salah satunya membenahi database yang memang cukup merepotkan. Bisa dibayangkan bagaimana jika setiap unit membuat database sendiri, maka redundancy adalah sebuah pengharapan yang hampir dipastikan terjadi. Di lain pihak, pula penuangan ide, gagasan, kreatifitas pun mulai digadang-gadang. Kebebasan menulis dipersilakan. Bahkan untuk mengencarkan para civitas menuangkan ide tulisannya pun akan dihargai dengan penghargaan yang memadai.
Salah satu tempat menuangkan seluruh jerih payah dan gagasan dibangunlah blog IT Telkom. Dosen dan karyawanbanyak menulis di sana. Silakan di-klik: blog.ittelkom.ac.id/blog.
Namun karakter orang Indonesia mungkin memang begitu, segera ramai di awal dan redup pada langkah selanjutnya. Ayo ramaikan blog IT Telkom!!!

03 June 2009

Dekat Kubur, Bukan Berarti Hanya Merenung

Beberapa beranggapan, jika sudah masa dekat kubur, maka orang-orang menjadi semakin tak memikirkan dunia. Karena dianggap aktif masalah dunia, akan menjauhkan diri dari persiapan menghadapi kubur. Padahal mestinya tidak seperti itu.

Lihatlah, bagaimana Rasulullah? Bagaimana beliau menjelang maut menjemput bahkan menyempatkan diri untuk berperang melawan kedloliman tentara kafir kuraisy? Jadi, beliau tidak masuk masjid berjam, berhari di dalam masjid hanya sekedar wirid. Beliau berperang!

Inilah yang aku maksud, dengan Dekat Kubur. Kondisi Dekat Kubur, bukan berarti mengurangi ...

Lebih lengkap baca: www.ittelkom.ac.id/staf/mhd



01 June 2009

Tambah Umur, Dekat Kubur

Berbagai kalangan, teman-temanku menulis dengan berbagai gayanya. Met milad, Pak. Happy birthday, Pak. Selamat ultah, Pak Dosen. Semoga panjang umur. Alhamdulillah berbagai nikmat telah engkau terima dari Yang Maha Pemberi Nikmat. Alhamdulillah masih ada masa untukmu… kawan. Dan berbagai rangkaian kata yang lain.

Nikmatnya mereka-mereka telah menyampaikan...
Baca lengkap di www.ittelkom.ac.id/staf/mhd

27 May 2009

Pemilihan Presiden

Tulisan ini adalah copy dari www.ittelkom.ac.id/staf/mhd karena pada blog tersebut amat lambat dibanding dengan pada blog alamat ini.

Walaupun secara resmi, waktu kampanye pemilihan presiden belum ditabuh, namun berbagai calon pres dan wapres mulai bergelayut menyampaikan berbagai pandangannya bagaimana mengelola negeri ini?

Dan sesuai dengan kengototan PDIP agar minimal Calon didukung oleh 20% suara, menghasilkan hanya tiga calon saja. Itupun sudah begitu ramai menampaki hari-hari ini dengan gempita tentang pencalonan tersebut. Cukup tiga calon! Sudah bisa mengharu biru, negeri ini.

Berbagai strategi telah disampaikan oleh para Calon dan para Pengawalnya (Tim Sukses). Mulai terlihat pula para capres saling melempar sesuatu yang dapat membuat kuping calon yang lain berkomentar.

Ketika tahun 2004, kerendah-hatian SBY begitu nampak. Namun pada hari-hari ini, terlihat jawaban-jawaban SBY terhadap statement para lawan politik mulai tak rendah hati lagi. Terasa getaran nada bicara, begitu jengkel. Wajah demikian tegang. Dan mulai memanas. Ah… dimana sejukmu wahai Bapak Presiden?

Di lain pihak, PKS pun mulai hati-hati (lebih tepatnya mulai ketakutan) kuatir SBY tak berhasil menjadi pemenang. Statement JK yang menyatakan: “Kami calon yang Islami. Lihatlah istri-istri kami berkerudung”. Membuat berbagai kalangan di PKS bisa pindah hati, karena kerudung. Tentunya kubu SBY harus pula memperhatikan tampilan fisik yang demikian ini. Jangan anggap suara ibu-ibu yang tak amat berpengaruh.

Sesuatu yang terasa aneh yang lain adalah beberapa sidang kabinet seperti melemparkan jauh-jauh peran dari Wakil Presiden. Terlihat dalam beberapa sidang kabinet JK tidak hadir. Lho kok aneh, negeri ini sudah tidak membutuhkan Wakil Presiden? Dimana perannya selama ini? Apakah keberangan SBY sudah sedemikian panas? Sehingga Wakil Presiden tak pernah lagi dihadirkan dalam sidang kabinet?

Tadi malam aku lihat Rizal Mallarangeng yang mewakili kubu SBY, tak sanggup lagi menahan diri, hingga beberapa kali diingatkan untuk tidak memotong pembicaraan orang lain. Namun beberapa kali pula, Rizal ngotot untuk ngomong. Sampai-sampai volume microphonenya dikecilkan. Sudah demikiankah panasnya mereka?

Lihatlah betapa Ganjar mampu berbicara dengan tenang, walaupun kalimat-kalimatnya galak juga. Padahal beliau dari kubu Mega yang terkenal kalimatnya galak juga dan tidak tenang (tidak sabaran).

Semoga negeri ini aman dari kebijakan-kebijakan yang liberal maupun yang neoliberal. Menjadi sebuah negeri yang aman sentausa, dan berpendirian yang teguh untuk keselamatan di dunia dan akhirat.

22 May 2009

Menulis Buku, Mimpi Seorang Mujahid?

Aku sudah berniat untuk meramaikan blog-ku di alamat www.ittelkom.ac.id/staf/mhd namun blog ini entah mengapa begitu lambatnya untuk diakses, sehingga tulisan ini saya taruh di sini dan saya taruh di-blog IT Telkom. Sehingga jangan merasa bahwa telah terjadi duplikasi tanpa ijin.

Aku sudah mulai ketularan teman dekatku. Yaitu bermimpi terhadap apa-apa yang belum diraih. Temanku dulu, sering bermimpi akibat ada sesuatu yang masih terasa sebagai sebuah hutang. Berhari, berbulan terus sering bermimpi tentang hal -hal yang menyangkut sesuatu tersebut. Baik secara langsung maupun secara tersirat. Dan akhirnya selesai setelah beban yang lama menggantung dapat diselesaikannya.

Telah dua hari pula aku bermimpi. Sesuatu yang telah menjadi keinginan untuk diwujudkan. Entahlah, apakah mimpi-mimpi ini hanya bunga tidur saja? Ataukah mimpi ini adalah mimpi mujahid? Yang ingin selamat di dunia maupun di akhirat? Seseorang menyatakan kekecewaannya tentang IT Telkom. Bahwa apa yang ingin diharapkannya ternyata tak juga terwujud. Bolehlah disebut semacam proyek, yang telah dijanjikan oleh pihak IT Telkom, namun proyek tersebut tak juga ditandatangani oleh pihak IT Telkom. Namun disela perbincangan tersebut, beliau mengungkapkan: bisa juga proyek/ pekerjaan digantikan dengan pencetakan buku. Nah, inilah yang membuat saya terus mengingatinya.

Tiga kalimat pertama dalam pragraf di atas ini, merupakan bumbu dari mimpiku, karena bukan hal tersebut yang terus berulang, namun yang terus berulang adalah pencetakan buku. Saat itu (dalam mimpi), aku menyanggupinya untuk memberikan hak cetak bukuku padanya. Sungguh buku yang pertama telah aku serahkan ke penerbit yang cukup terkenal di Indonesia. Nah, buku yang kedua belum kelar benar. Namun telah cukuplah dikatakan nyaris menembus angka 70%. Dan telah ada niat yang cukup kuat, agar aku dapat menyelesaikannya.

Semangat untuk menyelesaikannya, ditambah lagi dengan tulisan mahasiswaku yang tiba-tiba nongol di FB, untuk menagih janji aku menulis buku. Memang sang mahasiswa ini telah berhasil mencetakkan sebuah buku tentang pengalaman hidupnya. Sebuah buku ringan, namun bermakna cukup dalam. Walaupun masih mengandalkan rasa, bukan objektifitas yang sempurna.

Ketertundaan adalah sesuatu yang sering menghalangi. Pekerjaan yang demikian bertubi, menghendaki penulisan dalam format yang cukup baik dari buku tersebut, belum sempat tersentuh. Kadang rasa masih minder, dan merasa tak layak terbit menghinggapi diriku. Tapi kalau tak dipaksakan, apakah mungkin dunia kependidikan tinggi di Indonesia dapat mempunyai peran terhadap diri sendiri, tuan di negeri sendiri? Minimal harus ada setitik demi setitik upaya untuk menorehkan tinta di negeri sendiri.

Semoga aku dapat menuangkan segala kerja yang ada selama ini, yang dibantu para mahasiswa yang cakap, yang telah berusaha sekuat tenaga, untuk memperkaya tulisan tersebut, sehingga menjadi sebuah buku sebagai penambah salah satu literatur dan referensi dunia ilmiah di Indonesia. Mesti, aku menuliskannya dengan tanpa mengurangi hak cipta dari para mahasiswa dan para senior yang sebelumnya telah memberikan wacana tentang buku ini.

Semoga pula mimpiku adalah mimpi mujahid, yang rindu akan baru harum syurga jannatun na'im. Yang rindu akan ridloAllah di dunia maupun ridho Allah di akhirat kelak. Ya, Allah mudahkanlah aku menggetarkan duniaku, sehingga ridho-MU dapat aku capai.

16 April 2009

Hari-hari Mengecewakan

Hari-hari ini memang paling mengecewakan, tentunya bagi orang-orang tertentu. Siapa bilang semua orang kecewa? jawabnya tentunya tidak setiap orang kecewa. Yang kecewa tentunya hanyalah orang-orang yang tak mampu mencapai keinginan dari target. Mestinya sih bagi orang yang sudah mampu mengendalikan diri, rasa kecewa mampu dikendalikan.

Saat ini banyak kecewa adalah orang-orang yang menjadi caleg, namun suaranya amat tipis, tak mampu menembus caleg threshold. Aku dengar di sebuah radio swasta, ada sebuah pesantren di Cirebon telah menerima pasien dari golongan ini, sebanyak lebih dari 20 orang. Ada yang stress ringan, suka linglung, terus merenung, tertawa-tawa, senyum-senyum sendiri, nangis terus menerus, bahkan yang sudah amat parah ada yang jalan-jalan hanya pakai cd saja. Perbedaan yang amat jauh, mungkin, dari keinginan yang diharapkanlah yang menyebabkan kasus yang demikian.

Pasiennya ada yang dari kalangan pegawai, pengusaha, dan anehnya ada yang dari pengangguran. Mulai yang kehabisan harta benda, termasuk rumah tanah yang telah dijual habis, ada pula yang punya hutang puluhan juta padahal masih menganggur, yang funtastik tentunya mempunyai hutang hingga Milyar, walaupun pengusaha tentunya akan berat menanggungnya. Sungguh luar biasa.

Yah... bahkan ada seorang ibu muda yang gantung diri, walaupun dari partainya tidak menyebut penyebab gantung diri akibat kalah dalam pen-caleg-an. Inilah yang terjadi.

Dalam konsep kalimat syahadat, tentunya dengan mengikat empat hal sekaligus secara berbarengan, hal-hal yang demikian minimal dapat dikendalikan:
Laa ilaha illallah, yang dinyatakan dalam 4 kalimat:
La maujuda illallah: Tidak ada yang wujud hakiki kecuali hanyalah atsar kerja Allah
La ma'buda illallah: Tidak ada yang disembah kecuali hanyalah kepada Allah
La mathluba illallah: Tidak ada yang dita'ati kecuali hanyalah Allah
La maqsuda illallah: Tidak ada maksud/ tujuan kecuali hanyalah kepada Allah

Semoga dapat mengurangi kekecewaan dari sesuatu yang tak sesuai dengan keinginan.

30 March 2009

Tsunami di Tengah Daratan

Mengagetkan! Di tengah-tengah daratan terjadi tsunami. Air setinggi dua puluh meter menyapu-ratakan daerah sekelilingnya. Rumah-rumah roboh, orang-orang terhanyutkan, tiang-tiang listrik entah dimana, namun satu masjid (musholla) masih berdiri walau ada sedikit kerusakan.

Yang disapu-ratakan ternyata bukan daerah kumuh, namun daerah yang cukup elit. Ada orang terkenal yang asetnya ikut terbawa arus. Mobil empat biji terlempar. Nggak tahu, apakah rusak parah atau tidak. Artinya bukan daerah pinggiran kali.

Nyawa melayang mulai mendekati angka 100 orang (pagi ini dari sebuah radio swasta). Ratusan lebih orang dinyatakan belum ketemu (hilang). Yang meninggal, ada bayi, orang muda yang maish kokoh badannya, kakek seusia 60 tahunan, dst. Tak sedikit harta terhempas, entah kemana.

Inilah tsunami di tengah daratan yang terbesar. Tempat itu disebut Situ Gintung, di daerah Cireundeu, Tangerang, Banten. Situ yang dibangun jaman Belanda. Dipagari oleh dinding tanah selebar 3-5 meter sehingga mobil bisa lewat berpapasan. Tentu dengan usia yang cukup tua. Saat sebelum kejadian, hujan cukup deras dan besar, sampai ada es-nya. Grudugan suara membelah pun demikian kerasnya.

Sang Presiden yang sedang ke Bandung pun dengan segera, menyempatkan diri hadir ke lokasi bencana, setelah sholat Jum'at. Ada sesuatu yang dilupakan olehnya. Mungkin yang kebayang adalah segera memberi bantuan pada korban. Padahal masih banyak yang menunggu menjadi korban. Mengapa Menteri PU tidak segera menginventarisir situ-situ yang mempunyai kondisi yang sama? Padahal koran-koran setelah kejadian ini bersegera mencari data. Namun Dep. PU tidak keluar statement, lupakah?

Semoga manusia Indonesia segera memiliki pemimpin yang memikirkan bukan hanya hari ini saja, namun antisipatif pada masa depan juga...Mau?

27 March 2009

Fesbuk

Sebuah fenomena yang menggelegak terjadi di sebuah kampus Perguruan Tinggi Swasta yang konsen di bidang ICT. Dulunya penggunaan terbanyak dari bandwidth yang disediakan oleh kampus adalah jaringan sosial yang bernama Pertemanan. Memang mahasiswa banyak tersangkut dalam jaringan ini. Inilah penggunaan terbesar dari bandwidth.

Namun akhir-akhir ini penggunaan pun bergeser ke sebuah jaringan sosial yang lebih nyaman, dengan kecepatan akses yang tak lambat. Jaringan ini bernama Facebook.

Jaringan sosial yang menyediakan kemudahan untuk menuliskan sesuatu dengan ringan dan cepat. Tulisan-tulisan tentang kesedihan, kegembiraan, inovasi, kebrilianan, dengan ringan mengalir. Namun tak pelak, kata-kata jorok pun kadang kala muncul pula. Entah berapa server yang disediakan karena, tulisan-tulisan itu dapat tersaji dengan cepat. Walaupun memang lebih kepada tulisan yang senada dengan sms: 160 karakter. Foto bisa dipasang, kemudian dikomentari oleh berbagai teman yang ada.

Yang luar biasa dari jaringan sosial ini, tentunya adalah ide yang sebenarnya amat sederhana, yaitu: menjalin pertemanan dengan temannya teman. Anda bisa mendapatkan teman baru, karena teman anda yang sebelumnya. Jika anda punya teman A dan A mempunyai teman bernama B, maka oleh fasilitas yang disediakan oleh Fesbuk, maka anda akan ditawari untuk berteman dengan B. Sebuah pertemanan yang semakin lama semakin membludak. Selain itu, fesbuk menyediakan prasarana mencari teman berdasarkan informasi yang diberikan oleh data yang dimasukkan user. Maka dapat dicari teman-teman ketika di SD, dst.

Tak disangka setelah puluhan tahun aku tak berhasil kontak dengan temanku di SMP dan SMA, tiba-tiba dia muncul: hah! Sungguh mengharukan. Padahal dalam benakku berhari, berbulan, bertahun aku selalu ingin menyapanya. Miminal teman yang demikian sudah dua orang yang ketemu.

Yang satu terpisah sejak lulus SMA, persis setelah dinyatakan lulus SMA, langsung nggak pernah ketemu. Rumahnya di Gembong, suatu daerah di kaki bukit Gunung Muria, di sekitar waduk. Aku pernah ke rumahnya ketika masih SMP dan menginjakkan kaki di waduk tersebut, karena waduknya kering. Amat akrab dengan beliau. Orang tuanya menjadi guru. Idealismenya tentang Islam, ada lah. Yang menarik tentunya cinta monyetnya. Dia senang dengan seorang gadis. Dan ternyata setelah, saya kuliah, barulah aku tahu si gadis, seneng sama aku. Ha ha ha...

Dan yang kedua, dia teman kakakku di SMP swasta di Pati. Sungguh luar biasa, lulusan SMP bisa masuk SMA Negeri Pati. Karenanya prestasinya hebat juga. Dia yang menulis tentang masyarakat SAMIN. Masyarakat yang berbuat letterlijk. Naik ya naik ... bukan turun. Kalau mengatakan: naik angot, misalnya, maka mereka akan benar-benar naik sampai atap angkot. Terpisah sejenak ketika masuk perguruan tinggi. Kemudian sempat ketemu di Kramat Raya Jakarta, kemudian sama-sama ke rumah kakakku di Pulomas, diteruskan ke temoat kostnya di Bogor. Idealisme Islamnya sungguh luar biasa. Ketika dia kontak itulah aku baru tahu, jika dia bekerja di BEI Jakarta. Ayo maju lagi, Mas Sunardi, jangan mundur karena keadaan.

Inilah fesbuk yang telah mempertemukan kembali dengan teman-teman lama. Semoga anda-anda dapat segera kembali ke jalan yang baik, jalan mengantarkan keselamatan di dunia dan akhirat. Ayo kita raih....

24 March 2009

Pemalsu Uang

Uang digunakan sebagai alat bantu transaksi sehingga transaksi dapat terjadi dengan mudah dan adil. Bisa dibayangkan jika transaksi perdagangan masih menggunakan gaya lama. Berapa ton garam yang harus dibawa jika mau membeli satu buah rumah tipe 21? Karena itu, uang sebagai alat bantu memudahkan kita dalam bertransaksi.

Dengan berjalannya waktu, uang menjadi alat bantu yang merambah kemana-mana. Bahkan produk-produk jasa pun bisa dihitung menggunakan uang. Hampir apapun bisa dinyatakan dalam uang. Tentu ada kegelisahan tersendiri karena masalah ini.

Karena itulah, dahulu awal dibuatnya dibuat dalam konvensi, bahwa negara (yang membuatnya harus berlevel negara, tidak boleh pribadi), uang yang dicetak harus senilai dengan kekayaan yang dimiliki oleh negara tersebut. Artinya jika negara mencetak uang sebanyak 1Trilyun Rupiah, maka negara harus menyimpan emas (kekayaan dinyatakan dalam bentuk emas batangan) senilai 1 Trilyun Rupiah. Berarti uang yang beredar pastilah negara mempunyai emas sebanyak uang yang beredar tersebut.

Dengan berjalannya waktu, negara tak mempunyai kekayaan sebanyak itu, namun negara tak boleh dinyatakan sebagai negara yang bangkrut. Maka jika kebutuhan akan uang meningkat, negara dengan ringan tangan mencetak kembali. Inilah yang menjadi salah satu faktor tingkat kepercayaan pada uang berkurang.

Saat ini, RI memiliki tingkat kepercayaan yang jauh lebih rendah dibanding tahun 1986, saat itu Rupiah terhadap dollar hanya berkisar di bawah seribu rupiah, sedangkan saat ini menyentuh angka 12 ribu rupiah. Inilah salah satu indikasi pemerintah RI mencetak uang, bukan berdasarkan kekayaan yang dimilikinya. Namun karena kebutuhan mencetak uang saja. Bolehkah kta sebut pemerintah RI telah memalsukan uang sendiri?

Namun dengan logika yang mirip, beberapa orang yang merasa memiliki kemampuan cetak mencetak, kemudian membuat uang sendiri dengan meniru uang yang dicetak oleh negara. Maka si pencetak ini disebut pemalsu uang. Mirip kan dengan pemerintah yang mencetak uang padahal tidak punya kekayaan yang setara? Namun karena melanggar hukum negara, maka yang bersangkutan dihukum minimal 5 tahun. Namun negara yang melakukan hal yang sama, tidak dihukum oleh PBB atau lembaga di atas negara.

05 March 2009

KuUbah Tampilan Blog-ku

Beberapa aku login di blogspot, selalu ditawari untuk meng-up grade tampilan blog. Namun apa daya hatiku tak tahan pula untuk mengubahnya. Walaupun selalu saja, selain tawaran mengubahnya, ada pula catatan lanjutannya, yaitu: mungkin sebagian dari blog-ku akan hilang. Yahh... aku ubah tampilan blog-ku. Yang katanya lebih bagus versi penyedia blog ini, yaitu google blogspot.

Bagaimana menurut anda? Benarkah lebih bagus? Rasanya nggak benar juga, terasa lebih kaku, lebih sulit untuk berkreasi. Walaupun boleh jadi, apa yang saya sebut sebagai berkreasi adalah meng-up load dari situs-situs lain yang dengan enaknya ditampilkan di blogspot-nya google. Tentu bagi situs tersebut menjadi promosi gratis. Sedangkan blogspot hanya ketumpangan beban saja.

Yah... aku terima pemikiran ini. Blogspot tak menyediakan sarana yang mudah untuk menambahkan situs-situs yang aku butuhkan. Minimal aku nggak tahu berapa pengunjungku saat ini. Karena counter yang disediakan oleh BLOGSPOT pun kurang berfungsi dengan baik.

Lihatlah fotoku yang aku tempel demikian besar, kan rasanya kurang sesuai, namun pula harus ada sentuhan foto graphic atasnya. Mestinya BLOGSPOT menyediakan sarana tersebut, sebagaiamana face book menyediakannya pula.

Ya, inilah tampilan blog-ku. Walaupun begitu saya tetap berharap blog ini untuk dipertahankan sehingga masih berguna bagi semua yang melihat dan membacanya. Semoga.

27 February 2009

Sudah Jatuh, Tertimpa Tangga

Merencanakan karier/ apresiasi terhadap pegawai memang harus hati-hati. Tak boleh tampak baik pada satu saat saja, melainkan harus untuk jangka panjang. Apalagi hidup memang naik turun. Sungguh, jika sesuatu yang indah itu bersifat tak kontinyu amat jauh berbeda dari kondisi biasa, maka jika turun, sudah dapat dipastikan akan langsung ambruk.

Inilah kasus yang sekarang terjadi di Perguruan Tinggi Swasta di Bandung yang cukup ternama. Akibat kebijakan yang mengedepankan semangat bonus atau pendapatan tak tetap, maka yang terjadi sebuah kondisi yang luar biasa. Saat menjabat ada bonus 5jt/ bulan, namun begitu turun dan pendapatan asli bulanan juga hanya 5jt/ bulan, maka langsung habislah pendapatan bulanan tersebut untuk menutupi bonus yang 5jt/ bulan tersebut.

Tak terbayang bagiku, jika kondisinya seperti diriku saat ini, yang tabungan saja tak punya, maka betapa mengerikannya dalam bulan tersebut. Gaji langsung habis. Perlu waktu yang cukup lama, untuk recovery lagi.

Memang beberapa orang memberi saran yang simple ya dijual saja, bonus tersebut (bonusnya berupa kendaraan), ya jual kendaraan kan nggak mungkin dalam satu hari langsung laku, perlu waktu yang cukup untuk menjual kendaraan. Minimal sebulan. Padahal selain harus menjual kendaraan masih harus pula membeli kendaraan yang lain, supaya bisa beraktifitas dengan nyaman.

Inilah jika keputusan yang dibuat tak cukup waktu untuk membuat keputusannya, harus dari berbagai sudut untuk membuat keputusan. Jangan sampai saat turun, laksana sudah jatuh masih tertimpa tangga. Kasihan yang terkena kasus yang demikian.

Begitupun yang memimpin bukan lagi mengambil keputusan hanya berdasarkan kesalahan sang anak buah, mestinya sang pemimpin pun melakukan upaya supaya apa yang didapat bisa dengan mulus dilakukan. Nggak cukup dengan kata-kata: "Kan bagian saya tanda tangan saja...".
Lho anda dijadikan pimpinan memang hanya untuk tanda tangan saja. Bukankah anda dijadikan pimpinan itu untuk mengawal agar setiap kegiatan, setiap program yang dicanangkan berjalan dengan baik dan selamat? Anda pimpinan, anda berkewajiban untuk memanggilnya, anda berkewajiban untuk menghardiknya, anda berkewajiban pula untuk mengatakan ini yang harus dilakukan, ooo... itu bukan untuk dilakukan. Kalau anda hanya bagian tanda tangan saja, ya... sudah tulislah dengan jelas: "Saya bagian tanda tangan, saya tak bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program!"


Mohon maaf atas tulisan yang tak begitu baik ini, terima kasih atas perhatiannya....

Ya Allah, dalam kondisi apapun lindungilah kami, selamatkanlah kami...

25 February 2009

Terimalah

Dalam salah satu ilmu tasawwuf (akhlak kepada Allah), kalimat: La ilaha illallah diberi makna dalam 4 serangkai, yang pertama adalah: La maujuda illallah (tidak ada yang wujud/ hakiki kecuali hanyalah Allah semata). Maka terimalah apa pun yang terjadi, baik terjadi karena sudah kita prediksi sebelumnya maupun yang tidak kebayang sebelumnya, bahkan yang tak terduga-duga sebelumnya. Semuanya terimalah.

Penjelasan lebih lanjut dari kalimat La maujuda illallah adalah:
Di sini
Begini
Saat ini
saya adalah ciptaan Allah

Tak ada jeda, mestinya, begitu ada kejadian atau terjadi kejadian seperti yang tidak kita inginkan langsung kita terima dengan baik. Ini adalah kondisi ideal. Mengapa? Karena banyak yang begitu menerima kejadian, maka ada jeda waktu untuk menerimanya, sedih dulu, aau gembira dulu, atau yang lainnya.

Demikianlah kejadian yang kurang baik bagi diriku juga terjadi. Hasil lab dari Rumah Sakit yang telah dilakukan hari Senin, ternyata cukup mengagetkan.

Nilaiku Standard
Kolesterol Total 250 < 200
Kolesterol LDL 141 < 130
Trigliserida 265 60 s/d 165
Asam Urat 9,8 3.4 s/d 7.0

Yang mengagetkan tentunya asam urat, sebulan sebelumnya hanya 7,9 (hasil lab dari Kimia Farma) dan sambil minum obat, memang Senin 23 Feb 2009 itu obat asam urat sudah habis, namun melonjak begitu tinggi padahal masih dalam hari-hari minum obat.

Dan yang patut disyukuri Trigliserida yang mengalami penurunan padahal sebelumnya mencapai angka di atas 300 (314).

Entahlah apa yang terjadi pada diriku. Apa yang aku makan, apa yang aku konsumsi, apa yang aku kerjakan. Memang jari tanganku sering terasa panas dan kaku, jempol kakiku pun sakit ketika terkena benda dengan agak keras.

Tetapi kejadian ini memang harus diterima. Inilah jika menerimanya karena Allah (sebagaimana La maujuda illallah), maka inilah ikhlas, semata menerima apapun yang diinginkan oleh Allah. Tentunya masih ada lanjutan untuk bisa disebut ikhlas. Namun yang pertama dari ikhlas adalah menerima ketentuan Allah, dan semua adalah dari Allah.

20 February 2009

Bukuku Tinggal Sedikit Lagi Terbitnya

Alhamdulillah, bertahun-tahun menanti sejak STT Telkom (saat itu masih seperti itu namanya) menjalin kerjasama dengan salah satu penerbit yang bonafide tingkat nasional. Dan penerbit tersebut memang terkenal membuat buku-buku yang menarik tingkat Perguruan Tinggi. Dulu berangkatnya dari karya terjemahan para dosen. Namun sekarang sudah mulai bergeser ke buku-buku karya dalam negeri. Mengingat karya terjemahan tentunya mempunyai masalah tersendiri, karena bahasa yang kurang pas, maka jiwa buku tak mampu dipahami dengan baik oleh mahasiswa. Selain itu, penerbit ini juga terkenal membuat buku-buku untuk anak sekolah SD, SMP dan SMA yang terkenal soalnya susah-susah.

Ya bertahun-tahun, karena masuknya tahun 2006. Beberapa temen bahkan menyarankan sudah kirim saja ke penerbit lain. Wah, nggak mungkin itu dilakukan, mengingat proses sudah berjalan cukup lama. Bisa-bisa mulai dari awal lagi. Terlalu lama.

Memang ada rekan yang seiring menyerahkan draft buku pula kepada kerjasama tersebut. Dialah yang banyak berperan untuk selalu kontak dengannya. Sampai akhirnya di tahun 2008, Kepala Divisi Jabar Banten datang ke IT Telkom, selain memperkenalkan diri, beliau juga mencoba mengingatkan bahwa ada buku yang akan diterbitkan. Jadilah, pengharapan itu tumbuh kembali. Dan alhamdulillah....

Hari Kamis kemarin 26 Februari 2009, saya telah menyerahkan draft buku yang telah saya koreksi. Berat memang, buku Matematika kok diketik ulang. Makanya setiap halaman pastilah ada yang salah. Ngoreksi yang pakai tinta merah membuat selalu berwarna setiap halamannya.

Beberapa penjelasan saya tambahkan. Konsistensi penulisan pun harus dilakukan. Dari sisi isi ada yang belum masuk, namun pertama harus terbit dahulu, kalau harus sempurna, rasanya nggak akan pernah terbit. Itulah mengapa ada edisi.

Ayo siapa-siapa yang membutuhkannya siap-siap beli ya... Jangan fotocopi.

Tintaku telah tertoreh di hati bumi ini. Semoga bermanfaat dan berguna bagi para pencari kebenaran. Nama bukunya: Aljabar Linier Dasar.

16 February 2009

Jangan Cemas, Santai sajalah

Pagi ini, aku berjanji menerimanya sekitar jam 07.00-08.00. AKu sampai kantor dan membuka e-mail untuk membalas dan menambahkan berbagai catatan dalam email-email tersebut. Tidak lupa aku buka facebook, sebuh kegemaran baru.

SMS berdering: "Pak, saya menemui Bapak dimana?" nomor yang tercantum memang belum masuk ke phone book saya, namun aku ingat beberapa hari yang lalu, aku sudah menerima SMS-nya maka aku jawab segera: "Di gedung D lantai 3".
"Ok!" Jawabnya.

Asyik aku buat catatan di email tentang kegiatan Pelaksanaan PHK Institusi, memang mestinya aku bersegera mem-publish notulen rapat rutin Pelaksanaan PHK Institusi, namun berbagai pertimbangan dan kendala menghadang, betapa hidup di IT Telkom begitu sibuk... Pas hari ini aku baca email dan menemukan subyek yang sesuai dengan notulen, yah, aku tulislah beberapa kesepakatan yang telah dicapai pada hari Kamis tersebut... Selesai aku tulis catatan, aku baca FB dan sekali-kali aku add permintaan pertemanan atau aku menawarkan pertemanan.

Suara lantai berdegung... ada suara langkah kaki berjalan cepat dan keras. Aku kenal langkah kaki ini. "Ah, ngapain, lari-lari segala! Tenanglah atur nafas". Dan suara jawaban yang aku kenal menyahutnya.

Mengapa sih... hidup harus penuh ketergesa-gesaan? Mengapa tidak dilaksanakan dengan ketenangan dan sedikit kegembiraan? Mengapa garis-garis dijidat selalu terbentuk? Santailah... hidup, tidak harus dilalui dengan kecemasan. Itu saranku kepadanya. Cobalah bersantai, tertawa, bacalah dengan keisengan FB, dll.

Iya... inilah hidup, terimalah apa yang terjadi dan terima pula apa-apa yang tidak terjadi walaupun kita menginginkan hal itu terjadi. Jangan terlalu sering cemas, jangan terlalu stress. Stress harus dimenej. Tidak boleh terlalu, kurang pun jangan.

"Pak, saya habis kehilangan HP, notebook saya OS-nya ngadat, file-filenya beberapa hilang, dst".

"Tadi saya sudah di jalan eh... bukunya kelupaan"

"Dan sekarang... aku bawa buku yang ternyata abstraknya belum ada"

Aku hanya ... "aduh... kasihan anak ini" dalam hatiku berkata.

Aku memang sudah dengar berkali-kali anak ini begitu mudah mendapatkan hal-hal yang buruk, seperti motornya ditabrak motor yang lain, jatuh dari motor hingga kaki patah. Dan pelupa....

"Itulah kenyataan yang harus dihadapi, terimalah dengan ikhlas"

Saat awal masuk ke ruangan pun aku tak mau langsung membicarakan Tugas Akhirnya. Ayo tarik nafas dulu, aturlah nafas hingga tidak memburu-buru nafasnya.

"Ya, inilah saya, Pak".

"Ya, aku terima kenyataanmu, karenalah cobalah lebih rilex"

Semangatnya memang luar biasa.

"Pak, TA ini masih ada kurang ini ... ini... dan ini.."

Aku menukasnya:"Sudahlah, nggak usah dipikirkan bagian itu, kamu sudah berapa tahun mengerjakan TA?" Tak tanggung-tanggung dia telah tak kuliah (artinya hanya sekedar mengerjakan TA saja, tanpa matakuliah yang lain) selama 2 tahun. Sebuah waktu yang teramat lama. "Sudahlah kamu harus segera sidang bulan ini"

"Ya, Pak".

Inilah salah satu mahasiswa IT Telkom, apakah banyak mahasiswa yang begini? Tentunya sebuah lembaga pendidikan yang baik, bukan hanya mengurusi hardskill semata, namun mengerjakan yang di luar hardskill, tentunya sesuai dengan kemampuannya. Jangan sampai seperti pernyataan seorang alumni dari sebuah Perguruan Tinggi, yang karena ada yang meninggal, langsung heboh, dan alumni tersebut menyatakan: memangnya Perguruan Tinggi ini telah ngapain terhadap mahasiswanya? bukankah selama ini mahasiswa dibiarkan saja? setelah ada yang meninggal, baru ribut.

13 February 2009

Minggu Pertama Mengajar

Setelah Senin dan Selasa di luar kota, yaitu Surabaya, dalam rangka mencari tahu bagaimana melaksanakan PHK I, mulai hari Rabu 11 Februari 2009, saya mulai mengajar.

Hari ini, Jum'at, kembali aku akan mengajar di kelas TT-32-05 matakuliahnya, sebuah maakuliah yang telah bertahun-tahun saya mengajarnya, yaitu Aljabar Linier, nama ini tentunya bagi mahasiswa Matematika dari perguruan tinggi gajah duduk amat menakutkan, entah sekarang..., dahulu untuk mengambil matakuliah dengan nama Aljabar Linier maka dibutuhkan rata-rata 3 semester supaya lulus. Namun yang diajarkan di IT Telkom, bukan Aljabar Linier yang dimaksud di Gajah Duduk, tetapi yang sekiranya setara adalah matakuliah Aljabar Linier Elementer.

Pada hari Rabu, sungguh menarik juga jam 9 mengajar diisi kontrak belajar, mengenai seluk beluk aturan dalam kuliah sehingga dapat berhasil dalam bidang hardskill maupun softskill-nya. Dan sedikit materi tentang Matriks. Sebuah materi pengulangan dari yang didapatkan d SMA dahulu.

Namun untuk giliran jam 15, ternyata mahasiswanya kosong, nggak ada satupun yang masuk sekalipun aku tunggu sampai sekitar jam 16.30. Setia juga aku menunggu mahasiswa. Mungkin akibat hari Senin aku nggak masuk kuliah. Padahal aku telah meng-sms Ka BAA yang mengurusi administrasi perkuliahan bahwa pada hari Senin dan Selasa, mohon diumumkan matakuliah yang aku ajar, untuk hari-hari tersebut tidak kuliah dulu, berhubung aku ada di Surabaya.

Hari ini, ternyata aku masuk ke dalam kelas, dan amat jarang mahasiswanya, mungkin mereka masih terbawa pula dengan kasus hari Selasa, yang pagi-pagi hadir, namun tak ada kuliah. Atau mungkin mereka pada terlambat. Namun kabar dari mahasiswa, bahwa pada hari Selasa ada berita bahwa saya tidak mengajar selama seminggu. Walah berita dari mana nih?

Rencananya hari ini aku memberikan kontrak belajar, supaya semua nyaman dalam menghadapi hari-hari mendatang dan juga sedikit mengingat tentang Matriks, karena target dalam silabus minggu ini materi Matriks harus sudah selesai.

Selamat belajar para mahasiswaku, janganlah belajar hanya dalam materi kuliah saja, belajarlah banyak hal, toh... hidup di dunia ini tidak bisa untuk hanya satu sisi saja. Namun yang utama adalah bagaimana bisa hidup dengan selamat di dunia maupun di akhirat kelak. Tentunya cita-cita inibukanlah hanya sekedar dalam omongan semata, harus bisa dijalani dengan sepenuh hati, sepenuh jiwa dan sepenuh fisik yang menyertai kita. Selamat!

30 January 2009

Pelaksanaan PHK I

Kami belajar untuk mencari tahu bagaimana caranya melaksanakan PHK I. Berbagai bahan pedoman memang menyertai. Namun kami yang sudah cukup usia, kadang membaca pedoman yang harus runut, memerlukan waktu yang panjang, bahkan harus waktu yang khusus. Padahal pedomannya memang harus dimulai dari A sampai Z.

Karena seseorang anggota tim sempat berujar, berapa persen paper worknya dibanding kegiatan pelaksanaan yang sesungguhnya? Yah... ini adalah salah satu tuntutan dalam jaman akreditasi/ sertifikasi. Mau pakai ISO ataupun Malcolm Baldrige, semua dasarnya adalah dokumen. Karena itu jangan kaget kalau banyak dokumen yang harus ditulis dan dijadikan laporan.

Sama ternyata perguruan tinggi swasta yang kami datangi untuk belajar, ternyata awalnya mereka tak berani langsung main. Ada persiapan belajar pula yang dilakukannya. Bedanya mereka mendatangkan guru/ tutor, kalau kami mendatangi mereka. Awal bulan Februari ini, kami akan kembali mendatangi perguruan tinggi swasta yang lain. Mengapa kami pilih perguruan tinggi swasta? Karena kesamaan kepemilikan.

Dari belajar ini kami memperoleh masukan-masukan:
1. Diperlukan komitmen yang tinggi dari pimpinan dalam melaksanakan PHK I, karena berbagai kendala yang menghadang, maka jika perlu pimpinan harus nongkrong.
2. Pelaksanaan PHK I adalah kegiatan seluruh civitas academica, amat jauh bedanya dengan program A1 atau A2 yang hanya untuk satu unit tertentu. Kalau PHK I adalah seluruh unit dalam satu Perguruan Tinggi, akibatnya sosialisasi pelaksanaan PHK I ke segenap lapisan civitas academica harus dilakukan dengan baik dan terus menerus.
3. Masalah keuangan boleh ditalangi oleh dana dari Yayasan terlebih dahulu, mengingat dana dari pemerintah cq Dikti biasanya tidak akan cukup waktu. Karenanya mulai sekarang harus dicicil kegiatan-kegiatan yang bersifat persiapan. Namun untuk tender pengadaan maka harus dilakukan setelah terjadi kontrak antara Perguruan Tinggi dengan Dikti.
4. Perlu dibentuk tim yang solid, mengingat beratnya kegiatan ini. Dan seperti biasa kegiatan ini adalah kegiatan yang padat waktu, seperti biasa menginap di kantor adalah sebuah kepastian. Karena jadwal yang mepet.

Semoga saja dengan pelaksanaan PHK I ini perguruan tinggi di Indonesia dapat semakin meningkatkan kualitasnya sehingga generasi muda yang punya semangat untuk maju dapat menjelajah dan meningkatkan kemampuannya.

16 January 2009

Israel, The Real Terrorist

Walaupun hampir seluruh belahan dunia mengutuk, namun Israel tetap dengan gayanya. Tak ada yang boleh menghentikannya, kecuali dirinya sendiri.

Konvensi tentang hukum perang dilanggarnya. Berbagai-bagai pelanggaran telah dilakukannya. Apa sajakah pelanggaran tersebut?
1. Penggunaan bom curah. Bom yang diledakkan beberapa meter di atas tanah, sehingga menjadi semacam bom-bom kecil yang secara mandiri menjadi bom. Bom jenis ini dilarang karena melebihi kekejaman ranjau. Dia menjadi tak jelas arah yang dituju, menyebar tanpa berhitung, yang jelas satu kawasan akan terkena bom jenis ini.
2. Penggunaan senjata kimia, fosfor putih, yang menyebabkan efek membakar, walaupun hanya sekedar terhirup saat bernafas, jelas sejenis senjata ini malah tanpa mata, mengenai siapapun tanpa jelas siapa yang dituju. Senjata jenis ini membumihanguskan siapa pun.
3. Penghancuran tempat ibadah. Walau bagaimanapun konvensi hukum perang memang tak membolehkan menghancurkan tempat ibadah.
4. Pembunuhan wartawan. Sebagai corong informasi tentang kondisi realistis yang terjadi lapangan, seharusnya dilindungi oleh siapapun yang terlibat dalam perang.
5. Penghancuran tempat/ kantor PBB. PBB sebagai badan dunia yang menjamin terjadinya perdamaian dunia harus dihindarkan dari pengrusakan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang melakukan peperangan.
6. Perlindungan bagi tempat-tempat pengungsian. Penghancuran tempat-tempat yang demikian ini, jelas-jelas melakukan pembabi-butaan terhadap upaya yang tak jelas arah dan tujuannya. Tak boleh dilakukan.
7. Sebagai pengurangan dampak peperangan maka gedung-gedung sekolah pun dilindungi dalam konvensi hukum perang. Namun Israel sudah buta mata. Paranoidnya menyebabkan tak ada lagi rasa manusia dan kemanusiaannya. Dihancurkan tanpa bisa membalas.

Rasanya hanya ada satu kata untuk Israel: "The Real Terrorist"!