30 March 2009

Tsunami di Tengah Daratan

Mengagetkan! Di tengah-tengah daratan terjadi tsunami. Air setinggi dua puluh meter menyapu-ratakan daerah sekelilingnya. Rumah-rumah roboh, orang-orang terhanyutkan, tiang-tiang listrik entah dimana, namun satu masjid (musholla) masih berdiri walau ada sedikit kerusakan.

Yang disapu-ratakan ternyata bukan daerah kumuh, namun daerah yang cukup elit. Ada orang terkenal yang asetnya ikut terbawa arus. Mobil empat biji terlempar. Nggak tahu, apakah rusak parah atau tidak. Artinya bukan daerah pinggiran kali.

Nyawa melayang mulai mendekati angka 100 orang (pagi ini dari sebuah radio swasta). Ratusan lebih orang dinyatakan belum ketemu (hilang). Yang meninggal, ada bayi, orang muda yang maish kokoh badannya, kakek seusia 60 tahunan, dst. Tak sedikit harta terhempas, entah kemana.

Inilah tsunami di tengah daratan yang terbesar. Tempat itu disebut Situ Gintung, di daerah Cireundeu, Tangerang, Banten. Situ yang dibangun jaman Belanda. Dipagari oleh dinding tanah selebar 3-5 meter sehingga mobil bisa lewat berpapasan. Tentu dengan usia yang cukup tua. Saat sebelum kejadian, hujan cukup deras dan besar, sampai ada es-nya. Grudugan suara membelah pun demikian kerasnya.

Sang Presiden yang sedang ke Bandung pun dengan segera, menyempatkan diri hadir ke lokasi bencana, setelah sholat Jum'at. Ada sesuatu yang dilupakan olehnya. Mungkin yang kebayang adalah segera memberi bantuan pada korban. Padahal masih banyak yang menunggu menjadi korban. Mengapa Menteri PU tidak segera menginventarisir situ-situ yang mempunyai kondisi yang sama? Padahal koran-koran setelah kejadian ini bersegera mencari data. Namun Dep. PU tidak keluar statement, lupakah?

Semoga manusia Indonesia segera memiliki pemimpin yang memikirkan bukan hanya hari ini saja, namun antisipatif pada masa depan juga...Mau?

27 March 2009

Fesbuk

Sebuah fenomena yang menggelegak terjadi di sebuah kampus Perguruan Tinggi Swasta yang konsen di bidang ICT. Dulunya penggunaan terbanyak dari bandwidth yang disediakan oleh kampus adalah jaringan sosial yang bernama Pertemanan. Memang mahasiswa banyak tersangkut dalam jaringan ini. Inilah penggunaan terbesar dari bandwidth.

Namun akhir-akhir ini penggunaan pun bergeser ke sebuah jaringan sosial yang lebih nyaman, dengan kecepatan akses yang tak lambat. Jaringan ini bernama Facebook.

Jaringan sosial yang menyediakan kemudahan untuk menuliskan sesuatu dengan ringan dan cepat. Tulisan-tulisan tentang kesedihan, kegembiraan, inovasi, kebrilianan, dengan ringan mengalir. Namun tak pelak, kata-kata jorok pun kadang kala muncul pula. Entah berapa server yang disediakan karena, tulisan-tulisan itu dapat tersaji dengan cepat. Walaupun memang lebih kepada tulisan yang senada dengan sms: 160 karakter. Foto bisa dipasang, kemudian dikomentari oleh berbagai teman yang ada.

Yang luar biasa dari jaringan sosial ini, tentunya adalah ide yang sebenarnya amat sederhana, yaitu: menjalin pertemanan dengan temannya teman. Anda bisa mendapatkan teman baru, karena teman anda yang sebelumnya. Jika anda punya teman A dan A mempunyai teman bernama B, maka oleh fasilitas yang disediakan oleh Fesbuk, maka anda akan ditawari untuk berteman dengan B. Sebuah pertemanan yang semakin lama semakin membludak. Selain itu, fesbuk menyediakan prasarana mencari teman berdasarkan informasi yang diberikan oleh data yang dimasukkan user. Maka dapat dicari teman-teman ketika di SD, dst.

Tak disangka setelah puluhan tahun aku tak berhasil kontak dengan temanku di SMP dan SMA, tiba-tiba dia muncul: hah! Sungguh mengharukan. Padahal dalam benakku berhari, berbulan, bertahun aku selalu ingin menyapanya. Miminal teman yang demikian sudah dua orang yang ketemu.

Yang satu terpisah sejak lulus SMA, persis setelah dinyatakan lulus SMA, langsung nggak pernah ketemu. Rumahnya di Gembong, suatu daerah di kaki bukit Gunung Muria, di sekitar waduk. Aku pernah ke rumahnya ketika masih SMP dan menginjakkan kaki di waduk tersebut, karena waduknya kering. Amat akrab dengan beliau. Orang tuanya menjadi guru. Idealismenya tentang Islam, ada lah. Yang menarik tentunya cinta monyetnya. Dia senang dengan seorang gadis. Dan ternyata setelah, saya kuliah, barulah aku tahu si gadis, seneng sama aku. Ha ha ha...

Dan yang kedua, dia teman kakakku di SMP swasta di Pati. Sungguh luar biasa, lulusan SMP bisa masuk SMA Negeri Pati. Karenanya prestasinya hebat juga. Dia yang menulis tentang masyarakat SAMIN. Masyarakat yang berbuat letterlijk. Naik ya naik ... bukan turun. Kalau mengatakan: naik angot, misalnya, maka mereka akan benar-benar naik sampai atap angkot. Terpisah sejenak ketika masuk perguruan tinggi. Kemudian sempat ketemu di Kramat Raya Jakarta, kemudian sama-sama ke rumah kakakku di Pulomas, diteruskan ke temoat kostnya di Bogor. Idealisme Islamnya sungguh luar biasa. Ketika dia kontak itulah aku baru tahu, jika dia bekerja di BEI Jakarta. Ayo maju lagi, Mas Sunardi, jangan mundur karena keadaan.

Inilah fesbuk yang telah mempertemukan kembali dengan teman-teman lama. Semoga anda-anda dapat segera kembali ke jalan yang baik, jalan mengantarkan keselamatan di dunia dan akhirat. Ayo kita raih....

24 March 2009

Pemalsu Uang

Uang digunakan sebagai alat bantu transaksi sehingga transaksi dapat terjadi dengan mudah dan adil. Bisa dibayangkan jika transaksi perdagangan masih menggunakan gaya lama. Berapa ton garam yang harus dibawa jika mau membeli satu buah rumah tipe 21? Karena itu, uang sebagai alat bantu memudahkan kita dalam bertransaksi.

Dengan berjalannya waktu, uang menjadi alat bantu yang merambah kemana-mana. Bahkan produk-produk jasa pun bisa dihitung menggunakan uang. Hampir apapun bisa dinyatakan dalam uang. Tentu ada kegelisahan tersendiri karena masalah ini.

Karena itulah, dahulu awal dibuatnya dibuat dalam konvensi, bahwa negara (yang membuatnya harus berlevel negara, tidak boleh pribadi), uang yang dicetak harus senilai dengan kekayaan yang dimiliki oleh negara tersebut. Artinya jika negara mencetak uang sebanyak 1Trilyun Rupiah, maka negara harus menyimpan emas (kekayaan dinyatakan dalam bentuk emas batangan) senilai 1 Trilyun Rupiah. Berarti uang yang beredar pastilah negara mempunyai emas sebanyak uang yang beredar tersebut.

Dengan berjalannya waktu, negara tak mempunyai kekayaan sebanyak itu, namun negara tak boleh dinyatakan sebagai negara yang bangkrut. Maka jika kebutuhan akan uang meningkat, negara dengan ringan tangan mencetak kembali. Inilah yang menjadi salah satu faktor tingkat kepercayaan pada uang berkurang.

Saat ini, RI memiliki tingkat kepercayaan yang jauh lebih rendah dibanding tahun 1986, saat itu Rupiah terhadap dollar hanya berkisar di bawah seribu rupiah, sedangkan saat ini menyentuh angka 12 ribu rupiah. Inilah salah satu indikasi pemerintah RI mencetak uang, bukan berdasarkan kekayaan yang dimilikinya. Namun karena kebutuhan mencetak uang saja. Bolehkah kta sebut pemerintah RI telah memalsukan uang sendiri?

Namun dengan logika yang mirip, beberapa orang yang merasa memiliki kemampuan cetak mencetak, kemudian membuat uang sendiri dengan meniru uang yang dicetak oleh negara. Maka si pencetak ini disebut pemalsu uang. Mirip kan dengan pemerintah yang mencetak uang padahal tidak punya kekayaan yang setara? Namun karena melanggar hukum negara, maka yang bersangkutan dihukum minimal 5 tahun. Namun negara yang melakukan hal yang sama, tidak dihukum oleh PBB atau lembaga di atas negara.

05 March 2009

KuUbah Tampilan Blog-ku

Beberapa aku login di blogspot, selalu ditawari untuk meng-up grade tampilan blog. Namun apa daya hatiku tak tahan pula untuk mengubahnya. Walaupun selalu saja, selain tawaran mengubahnya, ada pula catatan lanjutannya, yaitu: mungkin sebagian dari blog-ku akan hilang. Yahh... aku ubah tampilan blog-ku. Yang katanya lebih bagus versi penyedia blog ini, yaitu google blogspot.

Bagaimana menurut anda? Benarkah lebih bagus? Rasanya nggak benar juga, terasa lebih kaku, lebih sulit untuk berkreasi. Walaupun boleh jadi, apa yang saya sebut sebagai berkreasi adalah meng-up load dari situs-situs lain yang dengan enaknya ditampilkan di blogspot-nya google. Tentu bagi situs tersebut menjadi promosi gratis. Sedangkan blogspot hanya ketumpangan beban saja.

Yah... aku terima pemikiran ini. Blogspot tak menyediakan sarana yang mudah untuk menambahkan situs-situs yang aku butuhkan. Minimal aku nggak tahu berapa pengunjungku saat ini. Karena counter yang disediakan oleh BLOGSPOT pun kurang berfungsi dengan baik.

Lihatlah fotoku yang aku tempel demikian besar, kan rasanya kurang sesuai, namun pula harus ada sentuhan foto graphic atasnya. Mestinya BLOGSPOT menyediakan sarana tersebut, sebagaiamana face book menyediakannya pula.

Ya, inilah tampilan blog-ku. Walaupun begitu saya tetap berharap blog ini untuk dipertahankan sehingga masih berguna bagi semua yang melihat dan membacanya. Semoga.

27 February 2009

Sudah Jatuh, Tertimpa Tangga

Merencanakan karier/ apresiasi terhadap pegawai memang harus hati-hati. Tak boleh tampak baik pada satu saat saja, melainkan harus untuk jangka panjang. Apalagi hidup memang naik turun. Sungguh, jika sesuatu yang indah itu bersifat tak kontinyu amat jauh berbeda dari kondisi biasa, maka jika turun, sudah dapat dipastikan akan langsung ambruk.

Inilah kasus yang sekarang terjadi di Perguruan Tinggi Swasta di Bandung yang cukup ternama. Akibat kebijakan yang mengedepankan semangat bonus atau pendapatan tak tetap, maka yang terjadi sebuah kondisi yang luar biasa. Saat menjabat ada bonus 5jt/ bulan, namun begitu turun dan pendapatan asli bulanan juga hanya 5jt/ bulan, maka langsung habislah pendapatan bulanan tersebut untuk menutupi bonus yang 5jt/ bulan tersebut.

Tak terbayang bagiku, jika kondisinya seperti diriku saat ini, yang tabungan saja tak punya, maka betapa mengerikannya dalam bulan tersebut. Gaji langsung habis. Perlu waktu yang cukup lama, untuk recovery lagi.

Memang beberapa orang memberi saran yang simple ya dijual saja, bonus tersebut (bonusnya berupa kendaraan), ya jual kendaraan kan nggak mungkin dalam satu hari langsung laku, perlu waktu yang cukup untuk menjual kendaraan. Minimal sebulan. Padahal selain harus menjual kendaraan masih harus pula membeli kendaraan yang lain, supaya bisa beraktifitas dengan nyaman.

Inilah jika keputusan yang dibuat tak cukup waktu untuk membuat keputusannya, harus dari berbagai sudut untuk membuat keputusan. Jangan sampai saat turun, laksana sudah jatuh masih tertimpa tangga. Kasihan yang terkena kasus yang demikian.

Begitupun yang memimpin bukan lagi mengambil keputusan hanya berdasarkan kesalahan sang anak buah, mestinya sang pemimpin pun melakukan upaya supaya apa yang didapat bisa dengan mulus dilakukan. Nggak cukup dengan kata-kata: "Kan bagian saya tanda tangan saja...".
Lho anda dijadikan pimpinan memang hanya untuk tanda tangan saja. Bukankah anda dijadikan pimpinan itu untuk mengawal agar setiap kegiatan, setiap program yang dicanangkan berjalan dengan baik dan selamat? Anda pimpinan, anda berkewajiban untuk memanggilnya, anda berkewajiban untuk menghardiknya, anda berkewajiban pula untuk mengatakan ini yang harus dilakukan, ooo... itu bukan untuk dilakukan. Kalau anda hanya bagian tanda tangan saja, ya... sudah tulislah dengan jelas: "Saya bagian tanda tangan, saya tak bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program!"


Mohon maaf atas tulisan yang tak begitu baik ini, terima kasih atas perhatiannya....

Ya Allah, dalam kondisi apapun lindungilah kami, selamatkanlah kami...

25 February 2009

Terimalah

Dalam salah satu ilmu tasawwuf (akhlak kepada Allah), kalimat: La ilaha illallah diberi makna dalam 4 serangkai, yang pertama adalah: La maujuda illallah (tidak ada yang wujud/ hakiki kecuali hanyalah Allah semata). Maka terimalah apa pun yang terjadi, baik terjadi karena sudah kita prediksi sebelumnya maupun yang tidak kebayang sebelumnya, bahkan yang tak terduga-duga sebelumnya. Semuanya terimalah.

Penjelasan lebih lanjut dari kalimat La maujuda illallah adalah:
Di sini
Begini
Saat ini
saya adalah ciptaan Allah

Tak ada jeda, mestinya, begitu ada kejadian atau terjadi kejadian seperti yang tidak kita inginkan langsung kita terima dengan baik. Ini adalah kondisi ideal. Mengapa? Karena banyak yang begitu menerima kejadian, maka ada jeda waktu untuk menerimanya, sedih dulu, aau gembira dulu, atau yang lainnya.

Demikianlah kejadian yang kurang baik bagi diriku juga terjadi. Hasil lab dari Rumah Sakit yang telah dilakukan hari Senin, ternyata cukup mengagetkan.

Nilaiku Standard
Kolesterol Total 250 < 200
Kolesterol LDL 141 < 130
Trigliserida 265 60 s/d 165
Asam Urat 9,8 3.4 s/d 7.0

Yang mengagetkan tentunya asam urat, sebulan sebelumnya hanya 7,9 (hasil lab dari Kimia Farma) dan sambil minum obat, memang Senin 23 Feb 2009 itu obat asam urat sudah habis, namun melonjak begitu tinggi padahal masih dalam hari-hari minum obat.

Dan yang patut disyukuri Trigliserida yang mengalami penurunan padahal sebelumnya mencapai angka di atas 300 (314).

Entahlah apa yang terjadi pada diriku. Apa yang aku makan, apa yang aku konsumsi, apa yang aku kerjakan. Memang jari tanganku sering terasa panas dan kaku, jempol kakiku pun sakit ketika terkena benda dengan agak keras.

Tetapi kejadian ini memang harus diterima. Inilah jika menerimanya karena Allah (sebagaimana La maujuda illallah), maka inilah ikhlas, semata menerima apapun yang diinginkan oleh Allah. Tentunya masih ada lanjutan untuk bisa disebut ikhlas. Namun yang pertama dari ikhlas adalah menerima ketentuan Allah, dan semua adalah dari Allah.

20 February 2009

Bukuku Tinggal Sedikit Lagi Terbitnya

Alhamdulillah, bertahun-tahun menanti sejak STT Telkom (saat itu masih seperti itu namanya) menjalin kerjasama dengan salah satu penerbit yang bonafide tingkat nasional. Dan penerbit tersebut memang terkenal membuat buku-buku yang menarik tingkat Perguruan Tinggi. Dulu berangkatnya dari karya terjemahan para dosen. Namun sekarang sudah mulai bergeser ke buku-buku karya dalam negeri. Mengingat karya terjemahan tentunya mempunyai masalah tersendiri, karena bahasa yang kurang pas, maka jiwa buku tak mampu dipahami dengan baik oleh mahasiswa. Selain itu, penerbit ini juga terkenal membuat buku-buku untuk anak sekolah SD, SMP dan SMA yang terkenal soalnya susah-susah.

Ya bertahun-tahun, karena masuknya tahun 2006. Beberapa temen bahkan menyarankan sudah kirim saja ke penerbit lain. Wah, nggak mungkin itu dilakukan, mengingat proses sudah berjalan cukup lama. Bisa-bisa mulai dari awal lagi. Terlalu lama.

Memang ada rekan yang seiring menyerahkan draft buku pula kepada kerjasama tersebut. Dialah yang banyak berperan untuk selalu kontak dengannya. Sampai akhirnya di tahun 2008, Kepala Divisi Jabar Banten datang ke IT Telkom, selain memperkenalkan diri, beliau juga mencoba mengingatkan bahwa ada buku yang akan diterbitkan. Jadilah, pengharapan itu tumbuh kembali. Dan alhamdulillah....

Hari Kamis kemarin 26 Februari 2009, saya telah menyerahkan draft buku yang telah saya koreksi. Berat memang, buku Matematika kok diketik ulang. Makanya setiap halaman pastilah ada yang salah. Ngoreksi yang pakai tinta merah membuat selalu berwarna setiap halamannya.

Beberapa penjelasan saya tambahkan. Konsistensi penulisan pun harus dilakukan. Dari sisi isi ada yang belum masuk, namun pertama harus terbit dahulu, kalau harus sempurna, rasanya nggak akan pernah terbit. Itulah mengapa ada edisi.

Ayo siapa-siapa yang membutuhkannya siap-siap beli ya... Jangan fotocopi.

Tintaku telah tertoreh di hati bumi ini. Semoga bermanfaat dan berguna bagi para pencari kebenaran. Nama bukunya: Aljabar Linier Dasar.

16 February 2009

Jangan Cemas, Santai sajalah

Pagi ini, aku berjanji menerimanya sekitar jam 07.00-08.00. AKu sampai kantor dan membuka e-mail untuk membalas dan menambahkan berbagai catatan dalam email-email tersebut. Tidak lupa aku buka facebook, sebuh kegemaran baru.

SMS berdering: "Pak, saya menemui Bapak dimana?" nomor yang tercantum memang belum masuk ke phone book saya, namun aku ingat beberapa hari yang lalu, aku sudah menerima SMS-nya maka aku jawab segera: "Di gedung D lantai 3".
"Ok!" Jawabnya.

Asyik aku buat catatan di email tentang kegiatan Pelaksanaan PHK Institusi, memang mestinya aku bersegera mem-publish notulen rapat rutin Pelaksanaan PHK Institusi, namun berbagai pertimbangan dan kendala menghadang, betapa hidup di IT Telkom begitu sibuk... Pas hari ini aku baca email dan menemukan subyek yang sesuai dengan notulen, yah, aku tulislah beberapa kesepakatan yang telah dicapai pada hari Kamis tersebut... Selesai aku tulis catatan, aku baca FB dan sekali-kali aku add permintaan pertemanan atau aku menawarkan pertemanan.

Suara lantai berdegung... ada suara langkah kaki berjalan cepat dan keras. Aku kenal langkah kaki ini. "Ah, ngapain, lari-lari segala! Tenanglah atur nafas". Dan suara jawaban yang aku kenal menyahutnya.

Mengapa sih... hidup harus penuh ketergesa-gesaan? Mengapa tidak dilaksanakan dengan ketenangan dan sedikit kegembiraan? Mengapa garis-garis dijidat selalu terbentuk? Santailah... hidup, tidak harus dilalui dengan kecemasan. Itu saranku kepadanya. Cobalah bersantai, tertawa, bacalah dengan keisengan FB, dll.

Iya... inilah hidup, terimalah apa yang terjadi dan terima pula apa-apa yang tidak terjadi walaupun kita menginginkan hal itu terjadi. Jangan terlalu sering cemas, jangan terlalu stress. Stress harus dimenej. Tidak boleh terlalu, kurang pun jangan.

"Pak, saya habis kehilangan HP, notebook saya OS-nya ngadat, file-filenya beberapa hilang, dst".

"Tadi saya sudah di jalan eh... bukunya kelupaan"

"Dan sekarang... aku bawa buku yang ternyata abstraknya belum ada"

Aku hanya ... "aduh... kasihan anak ini" dalam hatiku berkata.

Aku memang sudah dengar berkali-kali anak ini begitu mudah mendapatkan hal-hal yang buruk, seperti motornya ditabrak motor yang lain, jatuh dari motor hingga kaki patah. Dan pelupa....

"Itulah kenyataan yang harus dihadapi, terimalah dengan ikhlas"

Saat awal masuk ke ruangan pun aku tak mau langsung membicarakan Tugas Akhirnya. Ayo tarik nafas dulu, aturlah nafas hingga tidak memburu-buru nafasnya.

"Ya, inilah saya, Pak".

"Ya, aku terima kenyataanmu, karenalah cobalah lebih rilex"

Semangatnya memang luar biasa.

"Pak, TA ini masih ada kurang ini ... ini... dan ini.."

Aku menukasnya:"Sudahlah, nggak usah dipikirkan bagian itu, kamu sudah berapa tahun mengerjakan TA?" Tak tanggung-tanggung dia telah tak kuliah (artinya hanya sekedar mengerjakan TA saja, tanpa matakuliah yang lain) selama 2 tahun. Sebuah waktu yang teramat lama. "Sudahlah kamu harus segera sidang bulan ini"

"Ya, Pak".

Inilah salah satu mahasiswa IT Telkom, apakah banyak mahasiswa yang begini? Tentunya sebuah lembaga pendidikan yang baik, bukan hanya mengurusi hardskill semata, namun mengerjakan yang di luar hardskill, tentunya sesuai dengan kemampuannya. Jangan sampai seperti pernyataan seorang alumni dari sebuah Perguruan Tinggi, yang karena ada yang meninggal, langsung heboh, dan alumni tersebut menyatakan: memangnya Perguruan Tinggi ini telah ngapain terhadap mahasiswanya? bukankah selama ini mahasiswa dibiarkan saja? setelah ada yang meninggal, baru ribut.

13 February 2009

Minggu Pertama Mengajar

Setelah Senin dan Selasa di luar kota, yaitu Surabaya, dalam rangka mencari tahu bagaimana melaksanakan PHK I, mulai hari Rabu 11 Februari 2009, saya mulai mengajar.

Hari ini, Jum'at, kembali aku akan mengajar di kelas TT-32-05 matakuliahnya, sebuah maakuliah yang telah bertahun-tahun saya mengajarnya, yaitu Aljabar Linier, nama ini tentunya bagi mahasiswa Matematika dari perguruan tinggi gajah duduk amat menakutkan, entah sekarang..., dahulu untuk mengambil matakuliah dengan nama Aljabar Linier maka dibutuhkan rata-rata 3 semester supaya lulus. Namun yang diajarkan di IT Telkom, bukan Aljabar Linier yang dimaksud di Gajah Duduk, tetapi yang sekiranya setara adalah matakuliah Aljabar Linier Elementer.

Pada hari Rabu, sungguh menarik juga jam 9 mengajar diisi kontrak belajar, mengenai seluk beluk aturan dalam kuliah sehingga dapat berhasil dalam bidang hardskill maupun softskill-nya. Dan sedikit materi tentang Matriks. Sebuah materi pengulangan dari yang didapatkan d SMA dahulu.

Namun untuk giliran jam 15, ternyata mahasiswanya kosong, nggak ada satupun yang masuk sekalipun aku tunggu sampai sekitar jam 16.30. Setia juga aku menunggu mahasiswa. Mungkin akibat hari Senin aku nggak masuk kuliah. Padahal aku telah meng-sms Ka BAA yang mengurusi administrasi perkuliahan bahwa pada hari Senin dan Selasa, mohon diumumkan matakuliah yang aku ajar, untuk hari-hari tersebut tidak kuliah dulu, berhubung aku ada di Surabaya.

Hari ini, ternyata aku masuk ke dalam kelas, dan amat jarang mahasiswanya, mungkin mereka masih terbawa pula dengan kasus hari Selasa, yang pagi-pagi hadir, namun tak ada kuliah. Atau mungkin mereka pada terlambat. Namun kabar dari mahasiswa, bahwa pada hari Selasa ada berita bahwa saya tidak mengajar selama seminggu. Walah berita dari mana nih?

Rencananya hari ini aku memberikan kontrak belajar, supaya semua nyaman dalam menghadapi hari-hari mendatang dan juga sedikit mengingat tentang Matriks, karena target dalam silabus minggu ini materi Matriks harus sudah selesai.

Selamat belajar para mahasiswaku, janganlah belajar hanya dalam materi kuliah saja, belajarlah banyak hal, toh... hidup di dunia ini tidak bisa untuk hanya satu sisi saja. Namun yang utama adalah bagaimana bisa hidup dengan selamat di dunia maupun di akhirat kelak. Tentunya cita-cita inibukanlah hanya sekedar dalam omongan semata, harus bisa dijalani dengan sepenuh hati, sepenuh jiwa dan sepenuh fisik yang menyertai kita. Selamat!

30 January 2009

Pelaksanaan PHK I

Kami belajar untuk mencari tahu bagaimana caranya melaksanakan PHK I. Berbagai bahan pedoman memang menyertai. Namun kami yang sudah cukup usia, kadang membaca pedoman yang harus runut, memerlukan waktu yang panjang, bahkan harus waktu yang khusus. Padahal pedomannya memang harus dimulai dari A sampai Z.

Karena seseorang anggota tim sempat berujar, berapa persen paper worknya dibanding kegiatan pelaksanaan yang sesungguhnya? Yah... ini adalah salah satu tuntutan dalam jaman akreditasi/ sertifikasi. Mau pakai ISO ataupun Malcolm Baldrige, semua dasarnya adalah dokumen. Karena itu jangan kaget kalau banyak dokumen yang harus ditulis dan dijadikan laporan.

Sama ternyata perguruan tinggi swasta yang kami datangi untuk belajar, ternyata awalnya mereka tak berani langsung main. Ada persiapan belajar pula yang dilakukannya. Bedanya mereka mendatangkan guru/ tutor, kalau kami mendatangi mereka. Awal bulan Februari ini, kami akan kembali mendatangi perguruan tinggi swasta yang lain. Mengapa kami pilih perguruan tinggi swasta? Karena kesamaan kepemilikan.

Dari belajar ini kami memperoleh masukan-masukan:
1. Diperlukan komitmen yang tinggi dari pimpinan dalam melaksanakan PHK I, karena berbagai kendala yang menghadang, maka jika perlu pimpinan harus nongkrong.
2. Pelaksanaan PHK I adalah kegiatan seluruh civitas academica, amat jauh bedanya dengan program A1 atau A2 yang hanya untuk satu unit tertentu. Kalau PHK I adalah seluruh unit dalam satu Perguruan Tinggi, akibatnya sosialisasi pelaksanaan PHK I ke segenap lapisan civitas academica harus dilakukan dengan baik dan terus menerus.
3. Masalah keuangan boleh ditalangi oleh dana dari Yayasan terlebih dahulu, mengingat dana dari pemerintah cq Dikti biasanya tidak akan cukup waktu. Karenanya mulai sekarang harus dicicil kegiatan-kegiatan yang bersifat persiapan. Namun untuk tender pengadaan maka harus dilakukan setelah terjadi kontrak antara Perguruan Tinggi dengan Dikti.
4. Perlu dibentuk tim yang solid, mengingat beratnya kegiatan ini. Dan seperti biasa kegiatan ini adalah kegiatan yang padat waktu, seperti biasa menginap di kantor adalah sebuah kepastian. Karena jadwal yang mepet.

Semoga saja dengan pelaksanaan PHK I ini perguruan tinggi di Indonesia dapat semakin meningkatkan kualitasnya sehingga generasi muda yang punya semangat untuk maju dapat menjelajah dan meningkatkan kemampuannya.

16 January 2009

Israel, The Real Terrorist

Walaupun hampir seluruh belahan dunia mengutuk, namun Israel tetap dengan gayanya. Tak ada yang boleh menghentikannya, kecuali dirinya sendiri.

Konvensi tentang hukum perang dilanggarnya. Berbagai-bagai pelanggaran telah dilakukannya. Apa sajakah pelanggaran tersebut?
1. Penggunaan bom curah. Bom yang diledakkan beberapa meter di atas tanah, sehingga menjadi semacam bom-bom kecil yang secara mandiri menjadi bom. Bom jenis ini dilarang karena melebihi kekejaman ranjau. Dia menjadi tak jelas arah yang dituju, menyebar tanpa berhitung, yang jelas satu kawasan akan terkena bom jenis ini.
2. Penggunaan senjata kimia, fosfor putih, yang menyebabkan efek membakar, walaupun hanya sekedar terhirup saat bernafas, jelas sejenis senjata ini malah tanpa mata, mengenai siapapun tanpa jelas siapa yang dituju. Senjata jenis ini membumihanguskan siapa pun.
3. Penghancuran tempat ibadah. Walau bagaimanapun konvensi hukum perang memang tak membolehkan menghancurkan tempat ibadah.
4. Pembunuhan wartawan. Sebagai corong informasi tentang kondisi realistis yang terjadi lapangan, seharusnya dilindungi oleh siapapun yang terlibat dalam perang.
5. Penghancuran tempat/ kantor PBB. PBB sebagai badan dunia yang menjamin terjadinya perdamaian dunia harus dihindarkan dari pengrusakan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang melakukan peperangan.
6. Perlindungan bagi tempat-tempat pengungsian. Penghancuran tempat-tempat yang demikian ini, jelas-jelas melakukan pembabi-butaan terhadap upaya yang tak jelas arah dan tujuannya. Tak boleh dilakukan.
7. Sebagai pengurangan dampak peperangan maka gedung-gedung sekolah pun dilindungi dalam konvensi hukum perang. Namun Israel sudah buta mata. Paranoidnya menyebabkan tak ada lagi rasa manusia dan kemanusiaannya. Dihancurkan tanpa bisa membalas.

Rasanya hanya ada satu kata untuk Israel: "The Real Terrorist"!

14 November 2008

Untukmu Mahasiswa

Ada tulisan saya di e-mail yang cukup baik menurutku. Tentunya sebagian yang baca akan kesulitan kok tiba-tiba begini kalimatnya. Intinya adalah keinginan untuk meningkatkan kemampuan SDM di Indonesia, dengan ide awal adanya calon-calon mahasiswa yang punya prestasi bagus di dunia perlombaan (misalnya Olimpiade Sains, dst) yang tentunya karena waktu yang tak mencukupi bagi mereka untuk belajar secara normal, maka dibutuhkan pendekatan lain. Walaupun pembahasan dibuat lebih melebar lagi. Silakan dibaca dan dikomentari:

Begini Bang Kemas, dia (beliau) "tidak runut dalam pola pikir dengan menggunakan pengetahuan sebelumnya". Ada penekanan "pengetahuan sebelumnya", nah, kemungkinan besar matapelajaran matematika di SMA sangat/ kurang dipahami, akibatnya: "pengetahuan sebelumnya" kosong atau lebih sopannya nyaris tidak ada, sehingga begitu masuk IT Telkom (hehhhh saat itu STT Telkom), maka beliau terlalu berat (bahasa Jawa-nya, kan Bang Kemas mau dengan orang Jawa ya...?) keponthal-ponthal.

Mestinya IT Telkom mulai melakukan kegiatan pembelajaran dengan system cluster pula, sehingga bagi yang mempunyai kemampuan dasar yang bagus dan/ atau cukup dimasukkan ke kelas yang biasa, sedangkan yang mempunyai kemampuan yang kurang dimasukkan ke kelas yang kurang. Atau malah dibagi tiga, ditambah yang sangat bagus, bisa langsung loncat, inilah calon-calon Sarjana S1 yang lulus dalam 3 tahun atau kurang. Sehingga IT Telkom mempunyai ciri khas sebagai Perguruan Tinggi yang menerapkan zero DO. Semua mahasiswa yang masuk akan keluar dalam jumlah yang sama, yang membedakan adalah seberapa cepat mereka lulus. Nah, mungkin ini bisa menjadi ide untuk membuat proposal lengkap dari tim-nya Pak ALY, "Penelitian untuk Meningkatkan Materi Pengajaran"

Dan persoalan yang demikian itu, benar-benar bukan persoalan BK, karena saya masih komit dengan pembagian, SKS dan non SKS. BK harus mengurusi bagian yang tidak ada SKS-nya, yang lebih luas cakupannya, dan lebih tak terstruktur dibanding unit yang akademik. Unit akademik sudah ada garis-nya minimal path kasarnya, yang dinyatakan dalam kurikulum, namun di BK, masih remang-remang, dan lebih luas cakupannya, karena non SKS (non akademik), tentunya yang diurus di luar akademik, jelas jauh lebih banyak, dan lebih tidak terstruktur. Mulai dari menuntun mahasiswa yang sulit berbicara, sampai menangani mahasiswa yang kebanyakan berbicara (nerocos tanpa henti). Mulai dari yang amat sopan, sehingga tak mampu berbuat banyak, karena selalu dibatasi oleh pemikiran: "ini sopan nggak ya..." sampai dengan mahasiswa yang berbuat semau gue tanpa batas kesopanan. Mulai dari mahasiswa yang tidak mau bergaul hingga yang kebanyakan gaul. Mulai dari mahasiswa yang suka menyendiri sampai dengan mahasiswa yang terus berkumpul tanpa kenal waktu. Mulai mahasiswa yang tak tahu organisasi sampai dengan mahasiswa yang isinya hanya organisasi doing. Tempatkan mereka sesuai pada tempat dan tingkatnya. Wah, ini bisa menjadi ide bagi tim PHK: Good University Governance.

Terus masalah pembiayaan. Dikti dalam hal ini PHK Institusi memang menekankan perlunya pencarian dana selain tuition fee. Selain itu Dikti juga menekankan perlunya membuat segmentasi mahasiswa berdasarkan ekonomi pula, harus ada target dari institusi perguruan tinggi untuk menerima mahasiswa dari kalangan ekonomi rendah. Lho, kok semua jadi saling terkait. Iya dong!!! Ayo kita buat proposal lengkap PHK Institusi.

Ayo silakan diteruskan diskusinya...
Bagus .... Bagus ... Bagus ....

06 November 2008

Pemanasan Amat Penting!

Sabtu, 1 Nopember 2008 sore sekitar jam 14, aku datang terlambat, dan pas antrian untuk main badminton. Ada keraguan aku untuk langsung main. Minimal harus gerak badan ringan, untuk mempersiapkan fisik siap on. Namun kondisi menghendaki, tepat antrian sebelumnya selesai.

Maka mainlah aku, level permainan lawan mah setaralah dengan kemampuan diriku. Maka kejar mengejar angka pun terjadi. Mepet selisihnya. Sebuah smashku berhasil membuat lawan mati langkah. Shuttle cock dilempar, aku akan service. Namun ketika membungkuk hendak mengambil shuttle cock. Ufff... pinggang terasa sakit dengan amat. Terpaksa kaki ditekuk, untuk mengambilnya. Service berhasil dilakukan dengan baik. Pengembalian bola yang dekat diriku, namun aku tak mampu melangkahkan kaki. Sejak itu keraguan, meneruskan permainan berkecamuk. Satu set selesai. Kalah. Namun aku sudah tak sanggup main lagi.

Sulit duduk, apalagi bangun dari duduk. Membungkuk untuk rukuk pun tak mampu aku lakukan. Padahal aku harus ketemu sama teman-teman, minimal hingga jam 20-an. Oh... betapa.

Minggu amat pagi aku hubungi, Pak Aang, tukang pijit langganannya Bu Endang, dan beberapa dosen di IT Telkom. Beliau minta di-sms-kan alamat rumahku dan ancar-ancar untuk mencapainya. Aku minta beliau ke rumah sekitar jam 14. Pagi temanku mau datang ke rumah. Ketika temanku datang, aku tak sanggup menerimanya dalam kondisi duduk dengan nyaman. Ada sederet bantal di belakang punggungku. Beberapa kali terpaksa merebahkan diri. Sakitnya bukan hanya sekedar di pinggang, sudah terasa pula di perut bagian bawah, seperti tertusuk/ ada sesuatu yang menusuk.

Ternyata Pak Aang tak bisa hadir ke rumah, akibat hujan mengguyur. Nggak mungkin aku begini terus, malam terus aku berpikir siapa selain Pak Aang. Beberapa orang yang kukenal pandai masalah urut-mengurut telah kuhubungi. Namun nggak berhasil sampai malam terlewati.

Senin pagi, aku sudah kontak kembali ke Pak Aang. Alhamdulillah, beliau akhirnya memijitku. Kelemahanku memang di situ, yaitu, begitu terpesona dengan omongan beliau, yang aku sampaikan hanya sulit duduk. Dipijit. Langsung aku sudah bisa duduk dengan nyaman, dan sekaligus berdiri. Bahwa ada gerakan kaki dan pinggang yang lain, yang aku segera lupa.

Ternyata aku belum bisa membungkuk. Sakit sekali, kalau dipaksa membungkuk. Selasa aku masih berpikir-pikir berangkatkah aku ke IT Telkom? Aku coba masuk ke mobil, ya ampuuun... ketika kaki kiri diangkat masuk ke mobil, rasanya... masya Allah, aku coba keluar, rasanya malah lebih-lebih, aku nggak jadi ngantor. Ingin sebenarnya aku segera menelpon kembali Pak Aang. Namun beliau memang meminta, 3 hari lagi beliau kembali. Wah, nggak mungkin kelamaan di rumah. Walaupun dalam kondisi sakit ini, tetap koordinasi pekerjaan dilakukan, dan sekarang kan jaman teknologi jempol, mengapa sulit?

Terpaksa Rabu pagi kontak kembali ke Pak Aang, dan alhamdulillah siang sekitar jam 11 beliau hadir. Seluruh badan diurut. Mulai kaki, pinggang, punggung, tangan, sampai dengan kepala. Mulai dari diurut, sruut, hingga tangan kiri dikeluarkan dari bawah badan, dan ditarik, hruut. Ada suara keletuk.

Maka dicoba lagi duduk, langsung berdiri. Sambil tiduran angkat pantat. Membungkuk. Alhamdulillah bisa. Memang masih ada sedikit-sedikit rasa sakit. Katanya karena efek sakit.

Rabu ini memang ada undangan dari wali kelas anakku yang nomor empat. Anakku memang ada kekurangan pendengaran. Akhirnya aku berangkat ke sekolah anakku. Lho, kok nggak ke kantor. Lha, wong aku berangkat dari rumah saja sekitar jam 14.

Acara dengan Ibu Wali kelas, ternyata membahas masalah kelemahan anakku, yah... aku tahu ... memang aku harus mengeluarkan dana yang cukup besar untuk mendapatkan alat yang baik untuk anakku, harga Rp15juta sehingga sepasang Rp30juta.

Anakku yang lain, mengetahui Bapak dan Ibunya ke sekolah, semua ngabur masuk mobil. Jadilah mobil keluarga: 6 anak dan 2 orang tuanya. Delapan orang!
Pulangnya lewat Antapani karena mau berobat, mampirlah ke rumah makan Ayam Kremesan Ny Hj Imam. Disini kami malah ditawari untuk hadir di cabang Naripan nanti jam 18.30 karena ada shooting Rumah Makan Ayam Kremesan Ny Hj Imam.

Yah, orang memang nggak akan percaya bahwa baru hari Rabu aku bisa keluar rumah. Betapa tidak? aku kan gagah. Ha ha ha ... Selain itu, memang watakku: sedih tertawa, senang tertawa, bingung .... tertawa juga. Pokoknya serba tertawa. Sehingga nggak nyangka aku separah itu kondisinya, membalik badan saja, sakitnya bukan main.

Jadilah, malam aku ke Naripan, masih dengan rombongan anak-anakku lengkap enam orang masih pakai baju sekolah pula, walaupun beberapa pakai kamuflase sweater.

Hari ini (Kamis 6 Nopember 2008) aku ngantor, aku pikir notebook, yang paling berberat tak lebih dari lima kilo, dapat aku tenteng dengan nyaman. Namun masya Allah, perjalanan dari gedung C ke gedung D, aku lalui dengan berkali-kali nyegir. Sakit setiap langkah terayun. Nasib, kelihatannya kumat lagi. Padahal aku sudah pakai setagen.

Ampuun dah... kalau seperti gini gimana nasibku.
Inilah makhluk betapapun gagahnya makhuk tetap saja makhluk yang punya kelemahan. Padahal hanya satu urat/ syaraf mengalami masalah, namun seluruh badan terasa sakitnya. Maka apa yang dicari dalam hidup ini? Yang Maha Kuasa, Yang Maha Mencipta telah membentuk manusia sebagai makhluk yang paling sempurna. Mengapa tidak percaya bahwa Yang Maha Mengatur telah memberikan aturan Yang Terbaik dan tak ada lagi Aturan yang lebih baik daripada Aturan Yang Telah Beliau Siapkan untuk manusia.

27 October 2008

IT Telkom Juara geMasTIK 2008

Serangkaian upaya untuk menghadirkan sebuah event besar untuk mahasiswa bidang TIK terus dilakukan. Sebelumnya sudah diungkapkan event PIMNAS terlalu luas cakupan kategori lombanya. Bisa dibayangkan menanam lombok diadu dengan membuat Motor Otomatis berpenggerak Roda tiga, dst. Terlalu sulit untuk melihatnya. Karenanya event bidang TIK harus muncul dengan sendirinya. Upaya itu lantas diwujudkan dalam bentuk proposal yang diserahkan ke Direktur DP2M ketika PIMNAS berlangsung di Bandar Lampung (saat itu diberi nama Jambore IT, me-refer pada salah satu kegiatan genia HMIF STT Telkom). Ada sekian belas jenis lomba yang diajukan, mulai dari yang serius sampai ke jenis lomba yang lucu-lucuan supaya sosialisasi dunia TIK menjamur di Indonesia. Dan alhamdulillah, event tersebut berhasil gol dan diberi nama yang unik dan terasa nyleneh: geMasTIK (paGElaran MAhasiswa naSional bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi). Ini logonya:





















Dari belasan jenis lomba, akhirnya diperas menjadi hanya 7 kategori lomba, dan yang tidak terlalu serius (artinya tidak harus orang TIK yang bisa ikut serta dalam kategori lomba tersebut), hanya ICT paper contest saja. Dalam bidang ini tidak harus peserta mempunyai latar belakang keilmuan di bidang TIK, bisa dari sastra Inggris, misalnya.

Pembukaan Final geMasTIK akhirnya dilakukan oleh Bapak Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo. Hadir dalam acara ini sekitar 600 orang, baik dari peserta lomba geMasTIK, tamu undangan dari PT Telkom, Datacomm, ZTE Indonesia, peserta seminar INDECT 2008, dll. Turut pula memberikan wacana, staf ahli Menteri KomInfo, Bapak Suhono. Gempita yang coba dibayangkan oleh saya, ternyata tak mampu dihadirkan dalam acara Pembukaan ini. Garing rasanya ... Hanya pidato dan pidato melulu. Kecewa aku! Prosesi penyambutan Menteri pun terasa garingnya, tak mampu menggugah yang hadir untuk menikmatinya.

Final lomba yang memakan waktu mulai dari Kamis jam 13.30 sampai dengan Jum'at jam 15.00, akhirnya ditutup dalam acara Malam Penutupan geMasTIK. Dan ternyata Bapak Dirjen Dikti, tak hadir, dari Dikti hanya dihadiri oleh Bapak Syuaiban, Kasubdit Kreatifitas Mahasiswa, Dit P2M, Ditjen Dikti Departemen Pendidikan Nasional. Ada kecewa di sini.

Pihak lain yang merasakan kecewa adalah yang kami inginkan untuk menjadi tuan rumah pada tahun 2009, yang teranyata sampai acara Malam Penutupan, tidak terjadi pengambilan keputusan. Memang saat Sarasehan di Hotel New Grand Pasundan, muncul beberapa nama Perguruan Tinggi yang berminat menjadi tuan rumah pada tahun 2009, tentunya setelah IT Telkom menyatakan bersedia untuk tidak kembali menjadi tuan rumah pada tahun 2009. Nama-nama perguruan tinggi tersebut adalah Unisula Semarang, UII Yogyakarta, ITS Surabaya (yang menggunakan istilah orang Jawa, jika diberi amanah kami siap), dan pada saat Malam Penutupan muncul nama baru, yaitu UGM Yogyakarta. Tuan rumah pelaksana kegiatan, memang wewenang dan hak prerogatif dari Dirjen Dikti, sarasehan hanya sekedar dapat mengusulkan saja. Sehingga di malam itu, Pataka geMasTIK, penerima Pataka simbol tuan rumah, dikembalikan ke jajaran Ditjen Dikti.

Berbeda dengan acara Pembukaan yang terkesan garing, tidak ada hiburan yang menghibur, pada malam ini, beberapa tampilan dari UKM berunjuk gigi pula. Dan inilah yang aku suka, tampilan yang bukan dibawakan oleh Profesional memang berbeda, Seni bukan untuk Seni semata, maka tertawalah saya ketika UKM Kesenian Bali tampil dan sang aktor naik menari di atas teman-temannya namun ketika turun mengalami kesulitan. Inilah yang ditunggu, mencairkan suasana yang serius.

Pengumuman pemenang yang terasa garing pula, tanpa ada nuasana gebukan drum atau kenong, menghasilkan Urutan Juara Umum geMasTIK 2008:
1. IT Telkom
2. UBINUS
3. UGM

Dengan demikian kemungkinan melihat keinginan berbagai Perguruan Tinggi yang berminat menjadi tuan rumah, kemungkinan besar adalah UGM, yang memang mempunyai keinginan untuk mengembangkan keilmuan TIK.

Semoga kita bisa melihat bagaimana lanjutan event bernama geMasTIK ini pada tahun depan. Dan majulah insan muda berbakat di bidang TIK. Jangan mundur karena suasana ekonomi. Dan sudah saatnya generasi muda mengambil alih dunia TIK, dengan semboyan TIK bukan hanya untuk TIK saja, TIK harus bisa untuk seni, TIK harus bisa untuk ekonomi, TIK harus bisa untuk mengembangkan akhlak, TIK harus bisa untuk memudahkan transparansi, dll. Inilah harapan dari Bapak Menteri Pendidikan Nasional saat membuka final geMasTIK 2008. Semoga wujud nyata kehandalan TIK di Indonesia dapat terlihat dalam 2-3 tahun mendatang.

Sudah saatnya kita merdeka, dari segala bentuk belenggu penjajahan manusia atas manusia, sudah saatnya Penjajahan hanya berlaku: Yang Maha Kuasa atas manusia!

22 October 2008

geMasTIK 2008

Akhirnya geMasTIK dilaksanakan juga di IT Telkom. Sebuah ajang pergulatan para mahasiswa untuk menghadapi serunya persaingan di dunia TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) event yang dicoba akan terus dilakukan per tahun sekali. Dan event pemiliknya adalah Ditjen DIKTI. Artinya pula boleh jadi, tempat penyelenggaraan akan bergeser setiap tahun.

Sebuah event yang diharapkan memacu dan memicu para mahasiswa untuk terus menggeluti TIK, bidang yang saat ini masih terus berburu kemajuan. Di industri pun, dunia TIK terus bersaing dengan sengit. Lihatlah bagaimana
serunya persaingan dalam memberikan bonus/ diskon para operator seluler GSM/ CDMA.


Event yang dulunya kami beri nama Jambore IT, namun nama ini mengandung kesan hura-hura sebagaimana Jambore pramuka, yang tidak berkesan ilmiah, dll. Sehingga malah diberi nama
geMasTIK (Pagelaran Mahasiswa tingkat Nasional bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi). Karena selain yang berwujud lomba yang menunjukkan keseriusan, juga ada Pameran dan Seminar.

Tanggal 22 Oktober 2008 ini telah terpasang berbagai sarana publikasi. Ada Baliho, Umbul-umbul, Spanduk, dll. Lihatlah:


















Tentunya ada perjuangan yang cukup berat untuk menyelenggarakan event yang pertama kali diselenggarakan, dari sisi contoh, memang beberapa sudah ada, namun contoh tersebut kurang lengkap. Dari content penyelenggaraan pun belum begitu baik definisi dan tools yang bisa digunakan.

Dari sisi kemasan beberapa kali dilakukan terobosan, misalnya dari sisi yang membuka acara, telah diusahakan dengan sungguh-sungguh agar Presiden selaku Ketua Dewan TIK Nasional dapat hadir, dan nyaris menghasilkan keputusan akan kehadiran beliau, namun ternyata ada halangan yang tak sanggup diatasi, minimal waktu yang bergulir terus menyebabkan kehabisan waktu menyiapkan kehadirannya. Harapannya dengan Presiden yang hadir dapat menyedot perhatian seluruh bangsa dan negara.

Tak lupa pula dilakukan upaya dengan menggunakan EO (Event Organizer) untuk masalah-masalah ceremonial, dan didapatkan konfirmasi adanya 40 media massa yang akan meliputnya, mulai dari Radio, Surat Kabar, media web, dan Televisi. Wartawan dari RCTI dan TranTV sudah konfirmasi untuk hadir meliput.

Di jaman ini, saya nggak begitu yakin hanya dengan content acara yang baik saja, kita bisa meraih simpati masyarakat. Lihatlah LINUX yang kurang meriah, akibatnya kurangnya publikasi padahal dari sisi teknologi OS, LINUX dipandang lebih baik dari WINDOWS. WINDOWS terlalu banyak crash yang terjadi.

Pada akhirnya Menteri Pendidikan Nasional yang hadir dalam acara ini. Semoga tidak ada halangan yang menghalang, tidak ada hambatan yang menghentikan acara ini. Berjalan dengan lancar dan sukses. Mohon maaf atas segala khilaf dan kekurangan.

Terima kasih atas dukungan, do'a dan segala bantuan yang telah diberikan.

17 October 2008

Jualan Abab #2

Tak dinyana ternyata sempat IHSG naik sebanyak 2 digit, bahkan nyaris 100 point.

Beberapa rekan di sini, telah pula mulai bermain saham. Mengingat harga yang rendah membuat mereka berani main dalam skala 15juta-an. Tentunya permainan ini berharap ada sesuatu yang baik, bagi mereka. Ketika harga naik, maka kemungkinan akan dilakukan penjualan. Pejabat bursa pun dengan baik mengatakan, begitu naik mencapai 10% langsung saham di-suspend, begitu pun begitu turun 10% di-suspend juga, sehingga kemungkinan terjadi gejolak akan dihindari.

Beberapa tanggapan tentang gejolak harga saham memang beragam, ada yang dengan sedih menanggapinya, ada yang gembira (karena kemungkinan bisa beli saham), ada pula yang langsung menyatakan sistemnya harus segera diganti, karena nggak sesuai dengan hukum yang diyakininya.

Melihat kasus per kasus memang kadangkala kita menyatakan kesalahan pada detil masalah, padahal menurutku bukan didetil masalah yang semata-mata salah, namun yang fundamen-lah yang salah. Mestinya yang benarlah yang melingkupi mereka, bukan yang benar dilingkupi oleh yang lain. Kata melingkupi mungkin kurang pas, yang pas adalah menguasai.

Yahh... inilah ide tentang jaualan abab.

13 October 2008

Jualan Abab

Abab dalam bahasa Jawa, makna yang sebenarnya adalah uap mulut, tak ada barang, hanya omongan doang, tak ada sesuatu yang riil. Menjelang Idul Fitri saya baca koran tanggal 17 September Lehman and Brothers yang saat itu menjadi bahan pembicaraan, mengalami goncangan yang dahsyat akibat rontoknya harga saham dari sekitar 67 dollar turun amat drastis menjadi 23sen. Sebuah fenomena yang sangat luar biasa dahsyat menghancurkan. Rontoknya harga saham ini sebagai akibat lanjutan dari gonjang-gonjing pemberian kredit besar-besaran di AS sono, yaitu dikenal dengan kasus Mortgage Sub Prime, pemberian kredit pada sektor properti.

Efek domino di Indonesia terasa ketika Idul Fitri terjadi, sekitar seminggu setelahnya, yaitu BEI (dulu BEJ=Bursa Efek Jakarta) dinyatakan ditutup. Beberapa menteri bertemu bahkan tanpa menunggu kehadiran Presiden untuk membahas masalah harga saham tersebut. Barulah secara resmi Presiden memimpin Rapat Terbatas membahas masalah ini, dan beliau menyempatkan diri menyampaikan krisis komoditi (saham), bukan krisis ekonomi bagi Indonesia. Namun apalah arti kalimat ini. Dan ditambahkan pula yang disitir berkali-kali oleh sebuah ditayangkan oleh sebuah stasiun TV: fully under control. Benarkah hal ini terjadi?

Ketika aku mendengar dari stasiun TV bahwa BEI ditutup, aku menelpon teman-teman yang bermain di saham (banyak alumni MA86 ITB yang bermain di saham). Maka komentarnya senada dengan kalimat Presiden. Fundamental ekonomi Indonesia amat kuat, sehingga perubahan menjadi krisis ekonomi tahap II di Indonesia akan dapat dihindarkan. Sebuah stasiun TV memang berkali-kali pula melakukan upaya konfirmasi dan kajian ke Direksi BEI, pengamat ekonomi, ahli saham (bursa), dan bahkan politikus DPR. Kalimatnya memang senada, tidak akan terjadi goncangan (krisis) ekonomi di Indonesia.

Namun sungguh, ketika saya hadir di kantor Operator Telekomunikasi terbesar di Indonesia di Jakarta mendapatkan berita yang mengagetkan Group Bakrie terkena imbas kasus ini, menembus angka Trilyunan. Tanpa penjelasan yang jelas, group Bakrie melakukan rasionalisasi, yang muncul adalah karena Group Bakrie menanggung hutang sebesar 1,2T. Apakah ini berkait? Aku tidak tahu.

Tambahan lagi, Senat AS yang akhirnya setuju dengan usulan presiden untuk mem-bail out sebesar 700M dollar US. Namun beberapa pengamat menyatakan tak cukup menggunakan dana sebesar itu untuk menutup perusahaan kapitalisasi yang demikian besar, mestinya mencapai T-an US $ (informasi dari milis: mestinya 5T US $) untuk mengamankan perusahaan kapitalisasi tersebut di AS. Dan yang masih menjadi gejolak, angka 700M$US itupun masih belum cair.

Dengan harga saham yang anjlok ini, beberapa (11) BUMN diperintahkan oleh Presiden untuk buy back. Namun sampai berita tadi malam, belum sampai angka 11 yang menyatakan mau buy back, baru sekitar 6 BUMN. Dalam kondisi harga saham turun, biasanya saatnya untuk membeli, namun dari temanku yang bermain saham, belum saatnya membeli, karena kemungkinan besar akan turun kembali. Bisa dibayangkan saham Lehman dari 67 dollar menjadi hanya 23 sen. Berapa % jatuhnya?

Beberapa pelaku pasar saham memang sedang mengalami goncangan yang berat dari info temen: ada yang kemarin sebelum jatuh nilai investasinya menembus angka 100M Rp namun dengan krisis ini, nilai menjadi hanya 10M-an, dan ada pula yang menulis di milis bahwa dengan berbagai portofolio investasi (salah satunya ada di saham) maka total kekayaannya tinggal 30% saja. Memang dari jualan abab ini ada yang gembira amat sangat, bahkan salah satu karyawan perusahaan pialang sampai memilih keluar kerja, karena kekayaannya kemarin-kemarin sudah 10M Rp, namun segera rontok pula, sehingga harus memilih masuk kembali ke dunia kepegawaian, milih jadi pegawai lagi, mulai dari awal lagi.

Inilah yang saya sebut Jualan Abab, karena barangnya sebenarnya tak ada yang diperjual belikan, hanya janji yang diberikan. Inilah permainan orang-orang yang bermain dengan informasi. Walaupun salah jika informasi tersebut diulang-ulang terus, maka akan menjadi informasi yang benar. Karena itu, upaya yang harus kita lakukan adalah mencari informasi yang benar, bukan lagi hanya berdasarkan berita yang diulang-ulang, salah-salah keyakinan yang sudah terpatri tercerabut karena informasi yang salah. Kewaspadaan harus ditingkatkan karena saat ini yang berkuasa memang orang-orang yang menjanjikan syurga semacam ini. Bukan janji yang sudah pasti ditepati.

Apakah anda termasuk yang tertipu oleh janji yang tak kuat dasar filosofinya?

08 October 2008

Idul Fitri 1429 H

Rasanya sudah rutin acara idul fitri terjadi, begitupun tahun ini (1429H/ 2008M), semua sibuk untuk mudik, sebagian lagi masih menghitung apakah tanggal Idul Fitri akan berbeda-beda? Sungguh tak disangka ternyata waktu Idul Fitri tetap juga berbeda: ada yang sehari sebelum terjadwal dalam kalender, ada yang pas kalender, ada pula yang sehari setelah jadwal kalender, bahkan sampai ada yang tiga hari setelah jadwal kalender. Kondisi ini memang sesuatu yang terasa aneh, mengingat konsekuensi yang akan dihadapi terhadap Idul Fitri. Jika sudah Idul Fitri, maka tidak boleh shaum, bahkan hukumnya HARAM. Namun dengan berbagai pertimbangan nasional, maka kegiatan HARAM pun tidak dipermaalahkan. Mengapa hal ini terjadi? Hal ini salah satu tanda bahwa Islam belum tegak, mengatur, tetapi diatur.

Seperti biasanya juga, pada tahun-tahun sebelumnya, banjir SMS menghadiri handset Nokia Communicator seri 9210i punyaku. Bahkan nyaris aku tidak sempat membacanya. Karena itulah mohon maaf kepada rekan-rekan yang telah mengirim SMS, namun belum sempat dibalas. Saya berhitung begini: jumlah mahasiswa IT Telkom total yang aktif berkisar pada angka 5.500 orang, jumlah alumni IT Telkom sekitar 9.000 orang, kemudian total pegawai IT Telkom menembus angka 350 orang, belum rekan-rekan sejawat, teman sepermainan, teman seperjuangan, teman berkegiatan sosial, teman separtai, dll. Total jenderal adalah angka 20.000 orang, dan dari angka ini ambillah 5% saja, maka penuhlah inbox handset-ku.

Karena itulah, kami (saya dan keluarga) memohon:
Maaf yang sebesar-besarnya atas belum sempatnya saya membalas SMS bapak-bapak, ibu-ibu, adik-adik dan saudara-saudara sekalian. Semoga pemberian perhatian ini dapat memberikan hubungan (interaksi) yang lebih baik lagi pada masa-masa mendatang.
Beberapa gerombolan/ komunitas yang teringat oleh saya telah memberikan SMS antara lain: komunitas Alumni Gamais ITB, komunitas alumni ITB, komunitas alumni MA86 ITB, komunitas alumni STT Telkom/ IT Telkom, mahasiswa SI-32-02, mahasiswa kelas IF-31-01, mahasiswa kelas IF-32-01, mahasiswa IF angkatan 2003, kOmpiLasi (kumpulan orang-orang Pati di Bandung), komunitas milis WOng Pati, Astacala, mantan/ sedang Bimbingan PA/ TA, dan Partai Demokrat. Mohon maaf sekali lagi bagi rekan-rekan yangbelum terwakili. Semoga saya ingat kembai nanti. Dan semoga kita tetap dapat membuat jalinan yang erat.

25 September 2008

Kumpulan MA86

Kembali rekan-rekan MA86 kumpul-kumpul. Kegiatan kumpulan ini memang sudah berlangsung berkali-kali. Saya sendiri pernah hadir tiga empat kali. Sungguh cerita masa lalu memang mengharukan, menggembirakan, menyenangkan, menyejukkan, menggemaskan, menyedihkan, namun yang jelas amat disukai. Nostalgia, itu namanya.

Beragam kegiatan masa lalu melingkupi kita, namun apa yang telah diraih dan apa yang hendak dicapai, haruslah nyata dan wujud, bukan hanya sekedar bayang-bayang semata. Atau mimpi di siang bolong. Tak ada keterpaduan.

Yang nampak dari acara ini peserta yang hadir tak banyak berubah jumlahnya, ada yang hadir dalam satu kumpulan, namun tak hadir dalam kumpulan yang berikutnya. Wajar dan biasa. Karena kesibukan masing-masing memang telah terjadi. Ada sibuk mengurus istri, sibu mengurus anak, sibuk mengurus pekerjaan, dan ada pula yang sibuk membuka wacana baru, ide baru, yang amat perlu bantuan tentunya yang sibuk mengurus diri karena sakit.

Cobalah tengok ceritanya di:
http://d-story.blogspot.com/2008/09/laporan-dari-bukber-di-scbd.html

Sayang fotonya tak nampak. Semoga MA86 masih ada dan mampu membuat gebrakan dalam hidup ini menuju keabadian yang sejati dan baik adanya.

24 September 2008

Manajemen

Ya, kata menejemen, menurut saya mestinya semakin mengemuka dalam hari-hari ini di IT Telkom. Kata-kata ini mestilah menjadi pembahasan yang serius, mengingat, ada masalah yang demikian ini di IT Telkom.

Orang-orang di IT Telkom sudah mafhum juga adanya Master Plan yang telah disusun menggunakan dana yang tak sedikit pula, menembus angka 200-jutaan. Namun saat Master Plan telah tersusun, maka tahun berikutnya Master Plan berubah total. Dulu, Master Plan diberi nama Kawasan Pendidikan STT Telkom 2021, namun semenjak STT Telkom berubah menjadi IT Telkom, nama Master Plan pun berubah menjadi Kawasan Pendidikan Telkom (Telkom Education Park). Dan ternyata di kawasan ini, bukan lagi berdiri khusus untuk STT Telkom, namun sudah bukan lagi khusus untuk STT Telkom, sudah berdiri pula Politeknik Telkom.

Gedung Politeknik Telkom dibangun lebih di depan dibanding gedung-gedung milik IT Telkom, sehingga berkesan IT Telkom lebih mblesep. Lebih mentereng gedungnya, seperti mall bentuknya.

Di sisi lain, IT Telkom hendak membangun gedung Learning Centre namun tak juga kesampaian bentuk kegiatannya. Yang sudah jelas hanya telah dilakukan peletakan batu pertama saja, yang dilakukan pada bulan April, namun pembangunannya belum juga dilaksanakan sampai saat ini.

Inilah alasan mengapa judul tulisan ini diberi label manajemen.

Manajemen berarti pembagian tugas, pembagian wewenang, pembagian tanggung jawab, sesuai fungsi dan perannya, sesuai dengan kemampuan pemangkunya. Siapa yang tinggi honornya, maka mestinya mempunyai tanggung jawab dan mempunyai peranan yang tinggi pula. Para pucuk pimpinanlah yang memanej tertinggi. Beliau harus sanggup melihat, dimanakah titik-titik kritis terjadi.

Melihat kondisi IT Telkom yang ingin menjadi WCU pada tahun 2017, maka pembangunan sarana-prasarana juga menjadi fokus capaian tersebut.

Mosok sudah dua kali penganggaran terjadi namun belum ada titik terang pembangunan, kok tidak ada sentuhan dari manajemen pucuk pimpinan dalam mem-push pembangunan tersebut. Disinilah wujud pelaksanaan tanggung jawab tertinggi pucuk pimpinan. Dia harus mampu membagi tugas, dia harus mampu membuat policy sehingga terjadi pelaksanaan kegiatan, dia harus konsentrasi tidak hanya berdasarkan kesukaan pribadi saja. Maka dia tidak akan hanya berfikir pergi ke Luar Negeri untuk menjual ide saja.

Dan pucuk pimpinan pulalah yang harus mampu mewujudkan kesatuan, kebersamaan, bagi-bagi tugas dengan baik, dan mengontrol pelaksanaan tugas juga dengan baik.

Yang penting lagi, ayo kita semangat kembali membangun institusi tercinta ini. Visi telah dicanangkan. Kebersamaan dalam meraih cita adalah keharusan! Saling isi-mengisi adalah kesejatian! Bagi-bagi tugas, itulah menejemen! Komunikasi adalah sharing knowledge! Beban tanggung jawab, itulah keadilan! IT Telkom menuju WCU!