19 December 2006

Diskusiku dengan TW

Benar, apa yang TW tulis. Inilah keseimbangan yang ingin dilakukan terhadap pembinaan kemahasiswaan. Dalam kondisi saat ini, saya melihat terlalu sedikit yang aktif di aktifitas selain yang wajib (kuliah, praktikum), karenanya untuk saat ini yang didorong dilakukan adalah yang penting mau beraktifitas dulu.

Coba TW bayangkan, orang yang mengantar proposal ke BKA adalah mahasiswa baru (angkatan 2006 atau yang jika angkatan cukup usia, mereka nggak ngerti isi proposal), akibatnya jika ditanya proposal ini apa isinya, mau kemana kegunaannya apa, bagaimana cara mengukur tingkat keberhasilannya? Mereka nggak bisa menjawab, dan jika ada yang bisa menjawab: yang muncul adalah pokoknya begini! lho kalau nggak ngerti isi proposal kok mau presentasi isi proposal? Opo ora lucu?

Keyakinan saya saat ini, masih dalam tahap dorongan untuk berakfitas selain yang wajib, karena dimanapun tempatnya, baik sebagai pemilik perusahaan, ataupun sebagai pekerja (seperti saya) tidak cukup pengetahuan akademik saja.

Nah, nanti (saya belum bisa memprediksi) jika sebagian besar mahasiswa telah ikut serta dalam kegiatan di luar akademik, kita melangkah ke tahap seleksi yang lebih bermakna.



http:\\mahmud-imrona.blogspot.com
-------Original Message-------

From: tw yunianto
Date: 19/12/2006 12:13:15
To: Mahmud 'Imrona
Subject: Re: mohon klarifikasi

maksud saya tidak untuk mematikan kreativitas mhs.
memang harus didorong, tapi setidaknya juga harus diarahkan.
memang antara membuat orang cerdas dan mengerti itu hampir sama. tapi keduanya memiliki substansi yang berbeda.
saya kira filosofi 'mengerti' akan sangat terkait dengan nilai dan pemahaman.
sedangkan membuat orang 'cerdas' hanyalah dibutuhkan usaha untuk membuat orang mau melaksanakan sesuatu tanpa mengerti substansinya.
saya kira, dalam pembinaan pun kita juga harus efektif, efisien, dan sistemik.
tidak hanya membuat orang untuk sekedar banyak bekerja, tetapi tidak memiliki pemahaman akan ekspektasi hasil kerja.
hasilnya, ya boleh dikatakan itulah nantinya yang akan menjadi orang2 pragmatis.
membuat orang pinter dan paham dibutuhkan sebuah sentuhan tersendiri.
banyak aktivitas yang memiliki tujuan yang sama, namun memiliki jalur yang berbeda-beda dalam mencapainya.
bagaimanapun, menurut saya, membuat orang mengerti itu lebih utama dari pada membuat orang pinter.
begitu pula jika hal itu kita terapkan dalam pembinaan kemahasiswaan di kampus ini.


On 12/19/06, Mahmud 'Imrona < mhd@stttelkom.ac.id> wrote:
Saya pikir tidak begitu cara berfikirnya. Antisipasi keadaan sudah dilakukan, sekecil apapun itu. Sudah diminta mereka untuk tidak membawa sponsor alat kontrasepsi, itu pu telah dilakukan, jika ada di luar kampus, maka kemudian ditarik, dst. Kalau tanggung menanggung, hal itu sudah pasti pula dilakukan, siapa berbuat harus berani bertanggung jawab. Tetapi kalau kemudian mematikan kreatifitas mahasiswa yang ingin rasanya kok tidak pada tempatnya. Yang harus dilakukan adalah mendorong mahasiswa yang hanya kutu buku, kutu kuliah, kutu rumah, tidak bisa bergaul, tidak mengerti kemana hendak melangkah selain kuliah-rumah-kantin, didorong agar berani membuka diri untuk membuat aktifitas yang lain.

http:\\mahmud-imrona.blogspot.com
-------Original Message-------

From: tw yunianto
Date: 19/12/2006 11:28:34
To: Mahmud 'Imrona
Subject: Re: mohon klarifikasi

saya tahunya juga baru tadi pagi ketika ngobrol dgn pemuda pga.
mereka menyesalkan tragedi itu.
mengevaluasi kegiatan semacam konser band kok banyak yang bikin kita susah.
kalaupun ada konser musik, mending diganti saja dgn musik yg lebih 'intelek'.
saya juga denger dr kawan2 katanya ada dari personel band yang manggung kemarin mengeluarkan kata2 kotor yang nggak pantas.
wuh.. bikin pusing saja.
ditambah lagi, satpam yang nggak salah harus kena batunya (batu beneran....).
saya kira stt juga harus bertanggung jawab dgn meminta 'pertanggungjawaban' panitia.
paling tidak mengevaluasi untuk selanjutnya mengeluarkan kebijakan yang sekiranya mampu menjadi solusi bagi semua, bagi kita mhs, warga kampus dan masy sekitar.

--
TW Yunianto
Mobile Comm Researcher
Telkom School of Technology
E Buildings Kav. 203
Telekomunikasi, Dayeuhkolot, Bandung 40257
Ph. +62-22-7564108
Mob. +62-8562231510/+62-22-91293382
www.twyunianto.co.nr

No comments:

Post a Comment