24 April 2007

Kejadian Senin 23 April 2007

Pagi ini akau datang ke ruang kelas sekitar jam 07 (sengaja, nggak berani nulis jam 7), dengan penuh semangat seperti biasanya dua meja itu akan ditaruh pas di tengah dan saya tidak suka jika kedua meja ditaruh di tengah, karena jika aku duduk di tengah maka pasti banyak mahasiswa yang aku petengi (tertutup oleh badanku), maka satu meja yang biasanya meja yang diisi over head projector aku geser ke sebelah kanan, dan mahasiswa itu dengan cekatan membantu menggeser, namun apakah karena terlalu semangat atau karena lantai licin, aku terjatuh, waooo, rasanya engkel kaki kiriku sakit cleeeeng, waduh… Mahasiswa yang lain pun pada teriak: ada apa, Pak? Alhamdulillah, ternyata kaki agak sakit saja, dan rasanya organ kaki masih tak ada masalah, namun ketika aku menulis ini pinggang tengah (mungkin istilah ekor) agak terasa pegal dan sakit. Ruang itu adalah A 205. Lantainya memang terlihat masih basah dan terlihat dibersihkan menggunakan obat pembersih keramik, karena nat (sambungan antar keramik) terlihat bersih.

Selesai mengajar aku ke ATM, wah, ada perubahan ATM-nya ada yang menggunakan pecahan 100ribu dan 50ribu. Aku antri di yang 100ribu karena sedikit yang antri di situ. Mahasiswi yang antri di 50ribu-an yang menghampiriku: “Pak, kenapa yang kampanye diperbolehkan di koridor gedung B, Pak? “

Aku jawab: “Sebaiknya kamu tanyakan ke BAA itu, karena penguasa gedung B kan BAA. Mengapa mereka kampanye di gedung B. Mungkin pula karena kamu nggak pernah ke SC, sehingga mereka yang kampanye mengejar gerombolan masa yang ada. Dan gerombolan masa paling banyak kan di gedung B. Wajar, toh.”

”Tapi kan menganggu kuliah, Pak?”

”Saya pikir waktu kampanye sudah disesuaikan dengan saat jam pergantian kuliah, jadi kuliah tidak terganggu. Dan lagi jika masih merasa ada ganjalan sampaikan ke BAA, tetapi jangan sendirian, sekali-kali dengan banyak orang, kalian demo: kami cinta kuliah, jangan diganggu kuliah kami. Ha ha ha ...”

Dengan munculnya Direktorat Dukungan Manajemen, sebaiknya direktorat ini membuat pemetaan dan penanggung jawab setiap ruangan atau gedung. Jangan sampai seperti gedung C lantai 1 yang sayap utara-selatan, seperti tanpa penanggung jawab, siapa yang harus mengurusi, kabel terlihat dimana-mana, plafon bolong dimana-2 terkesan kumuh dan sarang tikus. Dengan direktorat Dukman ini, juga melakukan sosialisasi siapa pemilik (penanggung jawab ruangan dan/ atau sarana yang ada). Ketika aku di BKA sebenarnya aku hanya main feeling saja, wong tidak ada pegangan tertulis, ruang lab Ooo milik jurusan. Gedung A dan B milik BAA (padahal ada IF segala), lapangan parkir milik BAU, dst.

Selamat bekerja!

Kemahasiswaan STT Telkom

Hampir tiada hari tanpa ada kegiatan kemahasiswaan di STT Telkom ini. Smeoga ini adalah sebuah kesadaran yang terus didengungkan selama ini mulai mendapat sambutan. Dengungan tadi adalah tidak cukup kuliah itu hanya sekedar megejar nilai-nilai akademik saja, kemampuan di luar itu yang amat dan sangat penting dalam pergaulan kehidupan selanjutnya dan juga saat ini, di dalam pergaulan bermasyarakat amat dan sangat penting, bahasa kerennya diistilah dengan sop sikil (softskill).

Kesadaran bahwa manusia bukan hanya dapat dilihat dari satu sisi saja, melainkan harus dilihat dari keseluruhan sisi yang ada pada diri manusia. Manusia dibekali oleh Yang Maha Membekali bukan hanya akal saja yang tergabung dalam ruhaniyah semata, namun pula ada jasmaniyah. Di golongan ruhaniyah selain akal, terdapat pula hati dan nafsu. Sedangkan jasmaniyah merupakan potensi fisik manusia, jantung, hati (fisik hati, limpha), tangan, kaki, nafas, paru-paru, dll. Dimana pada jasmaniyah menyangkut organ fisik pendengaran, dan penglihatan. Walaupun penglihatan dan pendengaran tidak hanya dalam bentuk fisik. Mengingati pula walaupun orang buta, tetap saja mereka mempunyai kemampuan untuk melihat yang salah satunya direpresentasikan dengan meraba atau mendengar. Begitupun pendengaran, walaupun tuli, manusia masih mempunyai kemampuan mendengar, baik dari gerak bibir ataupun dengan melihat gerak tubuh lawan bicaranya atau obyek yang didengarnya.

Kedua potensi tersebut mestilah diupayakan untuk terus digunakan dan dikembangkan lebih lanjut sehingga mampu optimal dalam menopang kehidupannya. Jika hanya salah satu saja yang diolah, yang dikembangkan, maka akan terjadi kepincangan-kepincangan dan akan membuat kondisi yang tidak baik pada suatu saat nanti.

Potensi ruhaniyah akal, sebagian telah diolah dan dikembangkan dalam bentuk kegiatan akademik dan penalaran. Panalaran merupakan pencarian metodologi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya, mulai dari membaca situasi hingga menemukan masalah, yang dinyatakan dalam rumusan masalah, membayangkan bagaimana masalah tertulis dengan batasan yang harus dibuat agar masalah tidak melebar kemana-mana, merumuskan solusi yang dibuat dari masalah tersebut, membuat alternatif solusi yang bisa menjawab masalah-masalah tersebut, membuat ukuran ketercapaian masalah, membuat solusi, dan mengukur kinerja solusi yang dihasilkan. Semua ini dicoba didekati dengan kemampuan-kemampuan akademik yang tertulis dalam apa yang disebut kurikulum. Perkembangan tentang definisi kurikulum mulai bukan hanya dalam bentuk daftar matakuliah. Telah berkembang kurikulum di Indonesia harus disusun dalam bentuk silabus singkat, keterkaitan antar matakuliah, matakuliah prasyarat dapat dilihat dari diagram pohon kurikulum, bahkan telah pula diminta membuat tujuan (objektif) dari kurikulum, lebih detil lagi tujuan per mata kuliah, bahkan diminta pula metode dan/ atau cara evaluasi per matakuliah. Lebih jauh lagi, diminta pula untuk membuat metode penyampaian matakuliah. Semua ini hanya mampu membentuk sebagian kecil dari potensi ruhaniyah-akal. Namun biasanya akan menyangkut jumlah waktu yang terbesar dan terberat di bangku kuliah.

Padahal patut disadari, industri ataupun wirausaha yang akan dilakoni oleh mantan mahasiswa ternyata, tidak hanya sekedar kemampuan akademik tersebut. Berbagai kasus dari alumni STT Telkom yang terpaksa diminta pindah kerja, bukan karena ketakmampuan akademik (hardskill) namun lebih dikarenakan masalah kemampuan sosialisasi, masalah kemampuan komunikasi, masalah kemampuan kerjasama dengan orang lain, masalah kemampuan berdaptasi, dll (yang cenderung tak mampu dibangun/ dikembangkan di bangku kuliah yang cenderung statis). Kemampuan-kemampuan ini kemudian diberi nama softskill sebagai komplemen dari hardskill (akademik).

Hardskill dan softskill saling komplemen untuk saling melengkapi, kemampuan yang satu tak mampu dipisahkan dari kemampuan yang satunya lagi. Karenanya tidak boleh mahasiswa mempunyai hanya satu kecenderungan saja.

Masalahnya softskill, lebih merupakan skill (kemampuan) bukan dalam makna wawasan, pengetahuan (knowldge), tetapi berupa tindakan, dan kegiatan. Softskill dikelompokkan oleh Pak Iwan (Dir. PAK Dikti) menjadi tiga kelompok, yaitu: leadership, communication skill, dan lifeskill (kemampuan berdaya tahan terhadap segala kemungkinan lingkungan yang dihadapinya). Masalah kemudian timbul, bagaimana men-deploy kemampuan yang bersifat lunak ini dalam kancah kehidupan mahasiswa. Salah satunya sebenarnya dengan memberikan pengertian tentang pentingnya kegiatan kemahasiswaan, dan memberikan reward and punishment terhadap mahasiswa yang melakukan dan/ atau tak melakukan kegiatan kemahasiswaan. Tentunya pula kegiatan kemahasiswaan ini jangan hanya sekedar didikte oleh para pejabat kampus, namun pejabat kampus lebih banyak memberikan arahan, dan menjamin kesopanan dan bertutur dan bertindak.

Hari Senin, 23 April 2007 aku tersenyum melihat halaman gedung I, yang terkenal diubah wajahnya oleh Kopma STT Telkom menjadi BIP (saya tidak tahu apa singkatan dari BIP, mungkin nama ini terinspirasi sebagai Bandung Indah Plasa-nya STT Telkom) di situ berbagai macam kegiatan bisnis dan sosial versi mahasiswa diadakan. Tiang-tiang koridor yang sudah kusam dilapisi dengan kertas warna-warni sungguh meanrik hati. Inilah mahasiswa STT Telkom! Hari ini, Selasa 24 April 2007 saya lebih tersenyum lagi. BIP lebih semarak. Inilah mahasiswa STT Telkom! Dengan segala kemampuannya mereka mengerahkan segala daya dan upaya untuk keberhasilan kegiatannya.

Saya ingat, bagaimana pejabat kampus tunduk pada kemampuan mahasiswa melakukan negoisasi dengan paksa, dan ketundukkan ini mengakibatkan keluarnya dana yang begitu dan amat besar bagi suatu kegiatan mahasiswa. Luar biasa mereka!

Mahasiswa penuh dengan kreatifitas dan kemampuan yang luar biasa! Mereka mampu menyelenggarakan kegiatan yang jika dilakukan oleh dosennya akan memakan biaya jauh dan amat jauh lebih besar, namun jika mahasiswa yang menyelenggarakan sungguh cukup 5jutaan, dan kegiatan itu berlangsung dengan baik.

Dan pejabat itu tunduk dengan tekanan kata-kata dari mahasiswa: Lho ini kan demi nama STT Telkom. Saya tersenyum kembali. Inilah mahasiswa STT Telkom, kreatif, inovatif, dan lihatlah setiap hari tiada kata, kecuali mahasiswa STT Telkom penuh dengan kegiatan kemahasiswaan.

Selamat bagi mahasiswa STT Telkom! Maju terus pantang mundur!
Perjuangan? Tiada kata henti, kecuali mati!

23 April 2007

Reshuffle

Hari-hari ini begitu ramai perbincangan akan adanya reshuffle kabinet. Tak tanggung-tanggung para politisi senior, Amien Rais, Try Sutrisno, Megawati, dll angkat bicara. Bahkan partai pun ikutan nimbrung dengan mengadakan konsultasi nasional. Luar biasa gaungnya.

Beberapa menteri oleh media massa dicalonkan untuk diganti. Ada yang karena sakit-sakitan, ada yang terkena kasus uang Tommy Suharto, ada yang diindikasikan kena kasus KPU, juga ada yang terkena kasus korupsi, dan yang banyak menimbulkan polemik adalah berkinerja tidak baik.

Tentang kasus uang Tommy Suharto, aku kurang paham bagaimana asal muasalnya, yang juga melibatkan Wapres Yusuf Kalla, sempat juga berkomentar bahwa penduduk Indonesia jangan kaget, Indonesia akan kemasukan dana yang amat besar, namun bukan hasil korupsi, sungguh luar biasa kasus ini.

Nama-nama pengganti pun sudah pula beredar luas. Si A digeser dari menteri yang banyak menangani keuangan ke mentri yang banyak menangani masalah sosial, dst.

Guliran ini pun menuai kemampuan Presiden untuk menjawabnya, beliau menjawab dalam satu hari sampai dua kali, ketika panen durian dan ketika sebelum sholat Jum'at. Yang akhirnya dikatakan oleh beliau: "Akan diputuskan pada awal bulan Mei"

Semua tiba-tiba terdiam, sambil menunggu-nunggu apa yang akan terjadi.

Semoga reshuffle ini membawa angin yang bagi Indonesia, yang terus menerus ditimpa berbagai macam masalah. Lumpur Lapindo yang tak kunjung selesai, dan akhirnya agak terdiam setelah diberikan 20%, bencana transportasi yang silih berganti, bahkan Sabtu kemarin sekaligus dua kecelakaan kereta api terjadi, sekarang di Bandung mulai banyak kabut pada hari yang cenderung membuat masalah, pesawat terbang yang mengalami berbagai macam kecelakaan, jatuh, tidak bisa terbang, mendarat darurat, dll, juga ada masalah yang juga bergantian tempatnya, yaitu banjir dan tanah longsor.

Di bidang penanganan hubungan luar negeri pun pemerintah cenderung memusuhi rakyatnya sendiri, bayangkan di satu sisi membutuhkan pembangkit listrik tenaga nuklir yang terkenal murah, namun memberikan persetujuan agar Iran dikenai sanksi karena mengembangkan nuklir untuk tujuan damai. Di sisi yang lain, masyarakat Indonesia masih alergi dengan Israel yang terkenal dengan pembantaian etnis dirinya saat Nazi, padahal banyak fakta yang menyatakan bahwa pembunuhan itu hanya karangan orang Yahudi, tetapi dengan relahati pemerintah menyetujui kunjungan Israel ke Indonesia.

Walaupun aku pesimis, mungkinkah Indonesia mampu bangkit dari keterpurukan yang terus terjadi? Dengan melakukan reshuffle kabinet?

20 April 2007

I, Me and My Self..Silvi_lho: Everything is Thinking

I, Me and My Self..Silvi_lho: Everything is ThinkingTidak cukup hanya berfikir, hidup harus dijalani dalam makna benar-benar dilakoni. Hanya berfikir saja akan tidak membuat badan sehat, malah membuat badan gemuk tidak karuan, yang berarti sakit.

Pemikir itu penting tetapi lebih penting lagi adalah menggunakan seluruh sarana dan prasarana, potensi internal yang dimiliki manusia pemberian Yang Maha Memberi dengan sebaik-baiknya sehingga hijab (penutup) matahati dapat terbuka, sehingga nampaklah kebenaran itu mesti masih terlihat kecil (karena kondisi).

Ayo gunakan seluruh potensi yang telah diberikan! Jangan hanya mikir doang! Nanti jangan-jangan hanya jadi pejuang dalam pikiran, padahal Rasulullah pun bergerak, bertindak, berucap, berfikir, dst untuk mewujudkan dan melaksanakan Islam dengan sesungguh-sungguhnya.

Bangun!

gelisah

Beberapa saat yang lalu, aku ada ide untuk menulis, namun begitu masuk ruangan aku sudah lupa apa yang akan aku tulis. Inilah aku yang terkadang terasa belum mampu menguasai diri untuk tidak terpengaruh oleh lingkungan.

Namun usaha untuk melakukannya aku usahakan pula, salah satunya dengan menulis ini, walaupun nggak jelas arahnya, karena memang sedang belum ketemu apa yang sebenarnya ingin aku tulis. Dengan menulis sembarangan yang demikian ini, aku berharap ingat kembali apa ide yang tadi.

Dengan menulis pula aku berharap resah gelisah yang menghantui diriku dapat diselesaikan dengan baik. Bagaimana tidak gelisah jika aku mempunyai ide namun hilang entah kemana? Jadi aku tulsi saja apa yang ada di benakku sekarang ini, tidak perlu menunggu kembalinya pikiran dan gambaran ide.

Kadangkala di benakku terngiang untuk menulis TNK (Trnaskrip Nilai Kemahasiswaan), namun segera lenyap dan muncul yang lainnya: Jambore IT, atau sebuah yang ringan-ringan saja (tulislah apa yang dikepala saat ini). Oh, betapa sulitnya mengingat-ingat, apakah ini hanya karena faktor usia ataukah karena ada kegelisahan yang belum terjawab?

Sewaktu mendengarkan khotabah Jum'at tadi aku sempat melalang buana ke pemikiran tentang apa yang disampaikan khotib, mau menambahi apa yang disampaikannya, tetapi apa ya... yang tadi aku pikirkan? Apa yang aku sempat munculkan di benakku? Oh... apa... Begitu mudahnya aku lupa, begitu mudahnya aku tak mampu menyatukan pengalaman-pengalaman yang ada pada diriku, apakah pengalaman batin maupun pengalaman fisik, terus dan terus mampu mengutarakan apa yang mampu aku utarakan, jangan berhenti untuk menulis, jangan berhenti untuk berujar. Karena dengan begitu diharapkan memunculkan jatidiri dan mampu melenyapkan kekisruhan diri.

Apa ya .... Ya, Allah, betapa lemahnya diriku, pandaikanlah aku memahami diriku...

17 April 2007

Sepi

Hari ini, Selasa 17 April 2007, bagiku terasa sepi.
Blog ini pun tak banyak lagi yang memberi komentar.
Entahlah aku juga merasa sepi.
Aku coba untuk mengoreksi UTS mahasiswa, namun rasanya kurang semangat.
Semoga besok hari aku bisa semangat kembali sebagaimana pada hari-hari sebelum aku ke Semarang yang dengan penuh semangat, menyelesaikan koreksian hanya dalam waktu satu hari. Sungguh saat itu luar biasa semangatnya.
Namun semenjak aku menerima berkas ujian ini kok terasa aneh, memang sih banyak kecewa.
Yang pertama, aku kecewa bahwa di berkas jawaban ternyata tidak ada soal, akibatnya aku harus pontang panting mendapatkannya. Karena di ruanganku belum ada printer yang memadai, terpaksa harus ngeprint di tempat lain. Di admin ternyata tidak punya flash disk. Ya aku tambah bingung, aku mau pakai flash diskku kok terasa sayang, karena PC di admin sudah pasti banyak virus. Akhirnya semangat untuk mengeprint kembali timbul ketika aku ke meja Jondri ada printer BC 265SP, namun walaupun sudah dipasang konverter USB tetap saja tak dapat digunakan, kemungkinan konverternya tidak benar. Saya ke admin barangkali ada printer yang dapat dipinjam, nah, Bu Endah kemudian menjanjikan mendapat printer baru, namun kemudian berubah Danang bersedia menukar printer yang ada di dia untuk aku bawa. Senang aku. Tetapi drivernya nggak ketemu-ketemu. Aku down load. Berhasil di down load. Namun setiap kali di-install selalu juga error ada dll yang nggak kebaca. Nasib... Bu Endah pun menjanjikan sudah besok (Selasa hari ini) saya bawakan dari rumah. Nah, jadi hari ini aku dapat drivernya. Namun tetap saja error. Jengkel ... deh! Akhirnya aku bisa ngeprint karena ada CD kosong yang bisa aku pakai untuk menyimpan file soal. Berhasil diprint. Tetapi rasanya sudah kadung mangkel. Jadi ngoreksinya juga agak malas.

Srikaton yang memang sudah langganan untuk mengurusi printer ini, akhirnya datang dan mengatakan ini adalah printernya yang rusak. Jadi ketidakbisaan install ternyata dari situ.

Yah, aku mau mengajar saja...

09 April 2007

Kuda

Menunjukkan kegagahan dan kejantanan, itulah kuda.
Dengan kulit yang berwarna coklat tua dan penuh pesona, itulah kuda.
Tak sengaja aku searching di google dan mendapatkan gambar kuda.
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Bandung Timur

Hari ini aku berangkat seperti biasa sekitar jam 6 pagi karena harus mengantar anak ke sekolah terlebih dahulu. Mungkin terlalu pagi bagi sementara orang, namun jika dilihat dari ramainya arus lalu lintas, tentunya tidak terlalu pagi.

Sepeda motor telah begitu banyak memenuhi jalanan jalan raya Ujung Berung yang termasuk jalan besar karena menghubungkan antara Cicaheum dan Cibiru, termasuk jalan arteri, banyak penduduk yang berasal dari daerah Timur Bandung menuju ke tengah kota. Jalanan terasa istimewa, karena penuh dengan perkembangan yang menarik, katanya Bandung pun akan bergeser ke Timur, bukan ke Barat.

Isu tersebut pun sudah terdengar lebih nyaring, sebuah pengembang perumahan di daerah Barat Bandung ternyata mengalami paceklik, padahal dari sisi fasilitas perumahan, sungguh amat menakjubkan sekolahan dari TK, SD, SMP bahkan SMA sudah didirikan, bahkan rumah sakit pun sudah pula berdiri, pusat riset (dalam makna untuk membantu pelajar melihat fenomena alam) ada pula, jam matahari yang berukuran amat besar sudah dipasang, namun tingkat penjualan ternyata amat seret. Bahkan penghuni yang sudah membeli pun harus menjual kembali rumahnya, namun ya itu tadi ternyata pembelinya tidak ada. Sehingga menumpuk data penjualan rumah.

Di daerah Gede Bage sekarang sedang ramai jual beli tanah mengingati pergeseran pertumbuhan kota Bandung ini. Memang dari sisi perkembangan jalan tol agak memalukan pula Bandung membangunnya. Bayangkan saja diantara jalan Pasirkoja hingga Buah Batu begitu banyak tol gate, namun diantara Buah Batu dan Cileunyi tak ada satupun tol gate-nya, berapa kilometer jalan tersebut. Isu memang telah diedarkan bahwa di sekitar Gede Bage akan dibangun tol gate, jika hal ini dilaksanakan dapat dipastikan harga tanah di sekitarnya akan lebih menjulang lagi.

Ya... inilah gonta gantinya jaman...