11 March 2008

Macet Jl. Bojongsoang

Aku sampai di bawah jembatan layang tol Padalarang Cileunyi hari ini, 11 Maret 2008, sekitar jam 06.45, memang ada sedikit keraguan, melalui jalan Bojongsoang atau belok lewat jalan kampung. Aku ingat jalan Bojongsoang banyak yang berlubang cukup dalam. Namun segera bayangan itu buyar ketika kendaraan bergerak, seperti tidak ada hambatan. Maka teruslah aku melalui jalan Bojongsoang.

Jalan ini sudah masuk ke wilayah Kabupaten Bandung. Wilayah Kabupaten dan Kota Bandung dipisahkan oleh jalan tol Padalarang Cileunyi. Maka perbedaan kemulusan jalanan pun terasa. Jalan terusan Buah Batu dibuat dengan menggunakan hotmix. Sedangkan jalan Bojongsoang yang merupakan lanjutan jalan terusan Buh Batu menggunakan aspal yang dibakar, ada sebagian ruas jalan yang dibuat dengan menggunakan teknologi beton sekitar 200-300 meter saja, padahal di jalan tersebut terdapat dua pabrik beton curah.

Keraguan menjadi kenyataan, setiap kendaraan merangkak 5 menit sekitar 1-2 meter. Lebih parah menjelang gerbang Institut Teknologi Telkom, nyaris 10 menitan hanya bergerak 1 meter.

Mestinya sambil mengisi kekosongan waktu karena macet saya bisa melakukan aktifitas lain, seperti sarapan, atau cukup kumis. Ha ha ha... aku ingat seperti film Mr. Bean. Namun dengan kondisi jalan yang lubangnya dalam-dalam, membuat aktifitas yang demikian ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati, takut pecah lager. Dalamnya lubang bisa sampai 20 cm-an.

Yah, inilah bedanya daerah pinggiran dengan daerah kota.

Mohon maaf... saya harus mengajar pengganti beberapa kali yang kena libur dan pergi keluar kota... semoga suatu saat bisa diteruskan ide tulisan ini.... Maaf ya....

Aku mau ngelanjutin juga.

Inilah kondisi yang terjadi, jalan yang hanya ditambal dengan aspal bakar, begitu kena air hujan nyaris bisa dipastikan akan segera hancur pula. Bahkan rusaknya pun sampai ke paling dasar dari jalan, yaitu pondasinya, yang biasanya dari tumpukan batu yang besar-besar. Jika sudah masuk ke dasar yang demikian ini, maka yang terjadi sungguh jalan harus segera diperbaiki. Tetapi manalah mungkin Pemda memikirkan hal ini.

Jika sudah masuk waktu macet, sebaiknya jalan Bojongasong ini dihindari. Mending masuk ke jalan kampung yang mungkin agak perlu bersabar, wong namanya juga di kampung.

Negeri ini memang aneh kondisi teknis yang demikian rasanya tak juga mengingatkan orang untuk berbuat yang keluar dari kebiasaan. Sudah saatnya bagi saya pribadi ada sedikit waktu luang untuk befikir dan memikirkan apa yang terjadi. Dan bagaimana mengatasinya. Memang solusi yang paling ideal adalah hidupnya manusia dan kemanusiaan, penataan SDM yang sehat lahir dan batin, dan yang paling utama adalah menyingkirnya SDM yang tak mau berbuat bagi kehidupan di akhirat kelak.

No comments:

Post a Comment