23 June 2010

Bakti Sosial 2010


Operasi Katarak, salah satu kegiatan Bakti Sosial tahun 2005

Kembali kami, Yayasan Zakaria, menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial. Kegiatan tahunan yang biasa dilakukan di sekitar bulan Agustus, namun mengingat pada tahun ini, bulan Agustus bertepatan dengan bulan Ramadhan, maka sebagian kegiatan digeser ke bulan Juli dan/ atau awal bulan Agustus.

Berbagai kegiatan sekarang yang diselenggarakan adalah:
1. Khitanan gratis massal
2. Pengobatan gratis kesehatan
3. Pemeriksaan dan pengobaan Gigi gratis
4. Bingkisan bagi kaum dhu'afa
5. Seminar kesehatan
6. Bingkisan ke korban bencana alam
7. Bantuan operasi katarak
dll

Kegiatan-kegiatan ini, tentu dapat meringankan beban bagi para masyarakat yang amat membutuhkannya. Dan dengan kegiatan ini kualitas kesehatan masyarakat pun akan meningkat.

Bagi yang berminat menyisihkan sebagian rejekinya dapat menghubungi saya lewat email m.imrona@gmail.com atau menghubungi telpon saya. Terima kasih atas perhatiannya dan kami tunggu peran sertanya.

14 June 2010

LTE Teknologi Mendatang

Sebentar lagi Indonesia akan hadir penggunaan teknologi LTE (Long Term Evolution) sebuah teknologi lanjutan dari generasi GSM. GSM bergerak sebagai generasi kedua 2G, yang berikutnya muncul generasi ketiga 3G yang mampu membuat video phone. Nah, generasi keempat 4G adalah LTE.

Di sisi lain, ada teknlogi yang mempunyai seperti LTE dan di Indonesia industri manufakturnya telah mulai menggeliat, yaitu WiMAX. Memang teknologi ini dapat dikatakan baru sama sekali, generasi pendahulunya tidak ada.

Dapat dibaca di http://mhd.blog.ittelkom.ac.id/blog/2010/06/08/teknologi-broadband/

06 May 2010

Monev PKM Pimnas Dikti

Terima kasih, aku ucapkan kepada anak-anakku. Sekalipun belum tahu hasilnya. Sungguh, apa yang telah kalian lakukan adalah yang terbaik yang dapat kalian lakukan. Terima kasih kepada kelompok PKM FUNBOOK dan BLOOD4LIFE.

http://mhd.blog.ittelkom.ac.id/blog/2010/05/06/monev-pkm-pimnas-dikti/

18 January 2010

Kelompok PIMNAS 2010 IT Telkom Lolos Tahap Pertama

Rekan-rekan mahasiswa IT Telkom, berikut saya tampilkan daftar kelompok yang lolos seleksi awal PIMNAS 2010.

Dan kepada rekan-rekan mahasiswa IT Telkom yang dibawah pendampingan saya (istilah di PIMNAS bukan dosen pembimbing, namun Pendamping), ayo kita segera bertemu untuk mengkomunikasikan langkah selanjutnya. Jangan menunda waktu, karena waktunya memang mepet banget.

Setelah kita ketemu, konsultasi bisa dilakukan melalui sarana blog ini juga. Ayo kita jalin komunikasi sehingga bisa lolos pada tahap selanjutnya dari kegiatan PIMNAS dan kita ambil penghargaan tertingginya.

Kelompok PKM Lolos Seleksi Awal PIMNAS 2010

No Judul Bidang Kegiatan Ketua Kelompok
1. The Anterin Sebagai Pusat Pelayanan Pesan Antar Barang dan Jasa

Yang Menjanjikan

PKM-K Kansul Arsih
2. CALISTO CLOTHING AND MERCHANDISE sebagai Peluang Bisnis Kreatif Bagi Mahasiswa IT Telkom dan Pembukaan Lapangan Kerja Bagi Masyarakat Perajin di Daerah Dayeuh Kolot PKM-K Ardi Fajar G
3. INBOX 68 (Incoming Batik on Xam-pus) Upaya Pelaestarian Batik di

Kampus

PKM-K Diantika

Arifianti

4. Fun-Book (FB), Bacaan Asyik yang Ramah Lingkungan PKM-M Devita

Shiyamawati

5. Blood 4 life – selamatkan nyawa dengan Internet PKM-M Muhammad

Ihsan Nugraha

6. Nasi Timbel (nationality and Solidarity with Training Iqro Modern

for Blind People

PKM-M Miftahurrohman
7. Realisasi hetradrink Audio Sebagai Salah Satu media Penunjuk Arah

bagi Tunanetra

PKM-M Ayu Mika Sherila
8. Aplikasi Penerjemah Bahasa Isyarat Tunawicara ke dalam suara

dan Teks

PKM-M Ixora Adisti
9. FirstA.id PKM-M Lukman Hakim
10. Pelatihan Penggunaan Gangguan dan Konektivitas Penggunaan

dengan C-TULIP (CD-Tutorial Layanan Internet Pemula)

PKM-M Agung Chilmy

Firdana

11. CALISTA Metode Pembelajaran cara Penulisan Huruf dan Angka PKM-M Nurlina

Setyawan

12. KEPIK (Keep Clean Airkit) si mungil pendeteksi global warming PKM-P Ilham Ananto

Yuwono

13. Usulan Strategi Branding Koperasi Syariah Simpan Pinjam di Kota

Bandung Menggunakan Model Double Vortex

PKM-P Rezki Majid
14. Perancangan dan Realisasi Sistem Monitoring PPG Secara Online PKM-P Ikhwan Fuji

Indratno

15. BAMCAS : Kreasi dan Inovasi Untuk Green Computing PKM-T Fuad Prasetyo
16. Dynamics Delivery Services (DDS) Solusi Tepat Untuk Memanjakan

Pelanggan

PKM-T Toshihiro akbar
17. Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam rekayasa sistem transaksi

UKM Khususnya Industri Tekstil

PKM-T harwiadi

Purwanto

06 January 2010

Buku Saya Akhirnya Terbit

Alhamdulillah buku saya yang berjudul: AljabarLinear Dasar akhirnya terbit juga. Buku yang isinya tentang Matriks, Vektor, Operasi-operasinya, Sifat-sifatnya, dan pergerakan dalam matriks dan vektor (Transformasi Linear, Diagonalisasi, Ruang Vektor, Ruang Hasil Kali Dalam) akhirnya terbit pula setelah nyaris menembus angka 3 tahun ngendap di Penerbit.

Buku ini ditulis berdasarkan pengalaman mengajar selama menjadi dosen di IT Telkom sejak tahun 1993. Ditulis dengan bahasa yang semudah mungkin. Dengan cara penulisan seperti orang yang bertutur. Dan disajikan untuk mahasiswa bidang keteknikan. Beberapa argumen munculnya suatu teorema dibuat ringkas bahkan kadangkala tidak disampaikan sama sekali. Niat penulisan buku, bukan ditujukan bagi mengertinya mahasiswa tentang mengapa suatu teorema muncul, namun lebih ditujukan pada apa pemahaman yang bisa disampaikan akibat munculnya suatu teorema, dan maksud dari teorema tersebut.

Buku dibuat ringkas, hanya 160 halaman. Beberapa disampaikan pula penggunaan dari konsep aljabar dan matriks ini.

Buku ini dapat digunakan membantu mahasiswa mempelajari matakuliah: Aljabar Linier Elementer, Dasar-dasar Aljabar Linier, Matriks dan Vektor, Aljabar Matriks, dan Pengantar Aljabar Linier. Selain itu, dengan buku ini membantu mahasiswa mempelajari matakuliah grafika dan citra, Program Linier, Riset Operasi, dan matakuliah yang berbasiskan Matriks dan Vektor.

Tentu, buku ini ada kekurangannya, silakan yang mempunyai waktu dan punya minat dalam bidang aljabar memberikan masukannya. Terima kasih sebelumnya.

Foto cover akan disertakan di bawah ini:
1. ada cover depan,
2. kedua cover (depan belakang) maupun
3. cover belakang yang mencantumkan nomor ISBN.

02 December 2009

Terima kasih Kepada Para Pequrban

Pada kesempatan kali ini, kami ucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan rekan-rekan dalam pelaksanaan qurban tahun 1430H ini. Beberapa rekan telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk mengelola qurban. Sehingga kami dapat menyampaikan pada sasaran yang tepat.

Mereka adalah:
1. Ibu Setyorini (Bapak Anwar Sadat)
2. Ibu Vera Suryani
3. Ibu Annis Diniati
4. Ibu Widhihastuti
5. Bapak Agus T Waluyo
6. Ibu Retno Novi (Putri)

Selain itu, diucapkan terima kasih pula kepada
1. Ibu Shanka (Bapak Joned)
yang telah bersedia membeli hewan qurban melalui kami.

Semoga qurban Ibu dan Bapak sekalian diterima oleh Yang Maha Menerima, sehingga dimudahkan untuk terus berupaya dan berusaha menemukan kebenaran yang sejati. Selanjutnya jika kebenaran sejati tersebut telah dapat ditemukan, dapat ditetapi dan dilaksanakan secara konsisten dan penuh kemampuan diri untuk maju terus.

Semoga Allah SWT memberikan ganjaran kepada kita sehingga di akhirat kelak kita mendapatkan Rahiim dari Allah SWT. Amiin.

18 November 2009

Bantu Korban Bencana Alam dengan Momen Qurban

KH Dr. Miftah Faridl adalah seorang ulama terkenal dari Bandung, beliau telah melahirkan jutaan murid yang sekarang tersebar di seluruh dunia, hampir tiap tahun harus keliling di negara-negara lain, untuk bersilaturahmi dengan murid-muridnya tersebut. Selain sudah menjadi kewajiban untuk menyampaikan di daerahnya, Bandung.

Kondisi bencana yang telah terjadi di daerah Jawa Barat menggerakkan Yayasan yang dibawah bimbingan beliau tergerak untuk membantu pemulihan korban bencana alam, bertepatan dengan hari Qurban. Maka Yayasan tersebut memberikan fasilitasi kepada rekan-rekan yang ingin berqurban untuk membantu korban bencana alam di Jawa Barat.

Jika berminat ikut serta, silakan hubungi saya, Mahmud Imrona. Melalui apapun yang bisa dilakukan: email, facebook, sms, dll.

17 November 2009

Hewan Qurban

Bagi yang ingin dan punya niat yang kuat untuk berqurban dalam tahun ini, kami tawarkan kerjasama pengadaan dan penyaluran qurban, dengan daftar hewan qurban sebagai berikut:

DAFTAR HEWAN QURBAN

KELAS

DOMBA

SAPI

Harga

Berat

Hidup (kg)

Berat

Karkas (kg)

Berat

Daging (kg)

Harga

Berat

Hidup (kg)

Berat

Karkas (kg)

Berat

Daging (kg)

D

Rp 750.000,00

22

10

7

Rp 7.500.000,00

267

120

78

C

Rp 850.000,00

27

12

8,5

Rp 8.500.000,00

310

140

91

B

Rp 950.000,00

31

14

9,5

Rp 9.500.000,00

356

160

104

A

Rp 1.000.000,00

36

16

11

Rp 10.000.000,00

400

180

117

SUPER

Rp 1,1 jt – 2 jt

44

18-20

13 kg

Rp 11 jt – 20 jt

556

200-240

195

ISTIMEWA

Diatas Rp 2 jt

47

22-25

> 13 kg

Diatas Rp 20 jt

>667

> 250

> 195

Keuntungan:
1. Memberdayakan peternak domba/ sapi di Ciparay, Garut, Tasikmalaya, dan daerah-daerah di Jawa Timur
2. Sebagian keuntungan akan digunakan untuk membantu saudara yang terkena musibah di Pangelangan, Garut, Tasik dan Cianjur
3. Bebas biaya pemeliharaan sampai dengan saat hewan diantar
4. Bebas biaya pengantaran
5. Hewan qurban dijamin sesuai ketentuan syari'at Islam
6. Dapat disalurkan melalui P2HQ Yayasan Zakaria (dengan pilihan: 1) menyaksikan 2) tidak menyaksikan)

Daftar Depot MHQ AN-NUR Wilayah Bandung

  1. Depot Alamanda (ALA) Telp. 91743447 (Andi M.)
  2. Depot Caringin (CRG) Telp. 93787883, 085846215056 (Endang/ Sofyan)
  3. Depot Suci (SC) Telp. 76767820, 087821107162 (Mully)
  4. Depot Jl. Sukabumi (SKB) Telp. 71222209, 92222119 (Alif/ Hendra)
  5. Depot Antapani (ANT) Telp. 76706425 (Sutopo)
  6. Depot Cibaduyut (CBD) Telp. 76294271, 91434600 (Siswoyo/ Rijal)
  7. Depot SM Telp. 91995359, 08132036167 (Ade S/ Afit)
  8. Depot Tamansari (TS) Telp. 71289499 (Jajang)
  9. Depot Buah Batu (BB) Telp. 76632003, 081320477134 (Intan)
  10. Depot Citeureup (CTR) Telp. 76611913, 72583300, 081395366667 (Jajat Rohmat)
  11. Depot Surya Sumatri (SS) Telp. 72539827, 081221913234 (Didin/ Iskandar)
  12. Depot Ujung Berung (UBR) Telp. 70777134, 087821870880 (Luri/ Dedi)
  13. Depot Ciwastra (CWS) Telp. 70179473 (Gio)
  14. Depot Pojok (CMP) Telp. 76346018 (Riza F.)
  15. Depot Cijerah (CJH) Telp. 70950605 (Danu)
  16. Depot Panyileukan (PNY) Telp. 75450684, 081320627878 (Dikdik/ Samsul)
  17. Depot Cimahi (CMH) Telp. 76591212 (Zaenudin)
  18. Depot Melong (MA) Telp. 91110027 (Adit)
  19. Depot Adipura (ADI) Telp. 76651010 (Endang)
Depot Luar Kota Bandung

Depot Cilegon (CLG)

Jl. Raya Cilegon – Serang

Telp. 0254-7213213, 0878-82355630 (Ahsan, Humaedi)

Depot Bogor Utara (BGU)

Jl. Raya Jakarta – Bogor KM 49

Nanggewer, Kota Bogor

Telp. 0251-7163369 (Ishak)

Depot Cianjur (CJR)

Jl. Muhammad Nuh, Cianjur

(Selatan Hypermart Cianjur)

Telp. 0263-5286803

(Hendi Jamali)

Depot Bogor Padjajaran (PJN)

Jl. Raya Pajajaran Kel. Bantarjati Kec. Bagor Utara Kota Bogor

Telp. 0813-95138111 (Tata)

Depot Purwakarta (PWK)

Jln. Ipik Gandamanah Purwakarta

Telp. 0821-13163626 (Nana/Prayit)

Depot Cikampek (CKP)

Jl. Ir. H. Juanda – Cikampek (Depan Sate Tidar)

Telp. 08889220389 (Yon)

Depot Bogor Citeureup (BGC)

Jl. Raya Mayar Oking KM. 1 Citeureup Bogor

Telp. 021-94340849, 0813-87679132 (Asol)

Jika anda mengalami kesulitan tentang Qurban, bisa menghubungi saya: Mahmud Imrona (022-76465208)

Negeri Para Bedebah

Berkaitan dengan kasus KPK yaitu Bibit dan Chandra, pada minggu-minggu ini, banyak tokoh yang mengungkapkan kekesalannya, salah satunya Adhie Massardi. Berikut puisi beliau:

Bisa dibaca di www.mhd.blog.ittelkom.ac.id pada categories Perjalanan Hidup dengan judul Negeri Para Bedebah

26 October 2009

Koreksian Proposal Pimnas

Rekan-rekan mahasiswa,

Proposal PIMNAS dengan dosen pendamping atas nama saya, telah selesai saya koreksi. Kemudian koreksian tersebut saya serahkan ke BK IT Telkom (gedung D lantai 1). Silakan diambil ke Pak Tatang atau Teguh untuk diperbaiki dan segera diserahkan kembali ke BK. Waktunya sudah mepet. Ayo segera dilakukan!

Seingatku proposal pimnas tersebut adalah: DORAYA, Lentera, e-Budi, Martabak Kentang, IndoArt-Map, e-KTP, Fun Book, Aksara Jawa, Blood4Life, Batik Pekalongan, (terus apa lagi ya… aku lupa…).

Beragam persoalan telah dibahas dalam proposal-proposal tentu akan memperkaya wawasan, kemampuan, dan ilmu rekan-rekan mahasiswa. Jangan takut untuk mencoba dan terus berusaha mengikuti Panduan yang ada dan terus membuka kemampuan diri. Jangan berhenti sekalipun kalah. Coba terus dan coba terus. Dan perbaikilah kemampuan diri.

01 October 2009

Gempa Sumbar

Tak terasa gempa silih berganti bergetar, setelah Tasik yang membuat aku was-was (mungkin ada sekitar 5 menitan sembunyi di bawah kolong meja lantai 3 gedung D), dan dalam hati berucap Allahu Akbar berkali-kali, karena rasanya tak henti-henti goyangan tersebut terjadi. Dan pada saat was-was tersebut, istri menelpon:
“Pak, sekarang ada gempa ya… Kaca-kaca jendela berdecakan”.
“Iya, Bapak pun sekarang sedang sembunyi di kolong meja ruangan kantor Pak Wiy”
Terus dalam hati berucap Allahu Akbar… Allahu Akbar ….
Nafas rasanya tertahan-tahan, takut-takut kaca jendela di depan mukaku rontok
Badan pun terombang-ambing… beberapa kali jongkok saya terasa mau ambruk
Iya… gempa Tasik menembus angka 7,3 SR
Rasanya kejadian itu, belum selesai dan belum tuntas pertolongannya

Saat di TV kembali disiarkan terjadi gempa dalam skala yang lebih besar, yaitu 7,6 SR. ...... www.mhd.blog.ittelkom.ac.id categories Perjalanan Hidup judul tulisan: Gempa Sumbar

10 September 2009

IT Telkom ngebut buat Webometrics

Persaingan yang begitu tajam sejak, Dikti (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional), menyatakan webometrics sebagai salah satu tolak ukur WCU, membuat peringkat Webometrics IT Telkom terjungkal. Bayangkan sebelumnya peringkat 6 di Indonesia, tiba-tiba ambruk tak kepalang tanggung menjadi peringkat 16 (atau 15). Karena kondisi yang demikian inilah, maka IT Telkom ngebut untuk kembali mengangkat peringkat webometrics-nya.
Berbagai upaya dilakukan, salah satunya membenahi database yang memang cukup merepotkan. Bisa dibayangkan bagaimana jika setiap unit membuat database sendiri, maka redundancy adalah sebuah pengharapan yang hampir dipastikan terjadi. Di lain pihak, pula penuangan ide, gagasan, kreatifitas pun mulai digadang-gadang. Kebebasan menulis dipersilakan. Bahkan untuk mengencarkan para civitas menuangkan ide tulisannya pun akan dihargai dengan penghargaan yang memadai.
Salah satu tempat menuangkan seluruh jerih payah dan gagasan dibangunlah blog IT Telkom. Dosen dan karyawanbanyak menulis di sana. Silakan di-klik: blog.ittelkom.ac.id/blog.
Namun karakter orang Indonesia mungkin memang begitu, segera ramai di awal dan redup pada langkah selanjutnya. Ayo ramaikan blog IT Telkom!!!

03 June 2009

Dekat Kubur, Bukan Berarti Hanya Merenung

Beberapa beranggapan, jika sudah masa dekat kubur, maka orang-orang menjadi semakin tak memikirkan dunia. Karena dianggap aktif masalah dunia, akan menjauhkan diri dari persiapan menghadapi kubur. Padahal mestinya tidak seperti itu.

Lihatlah, bagaimana Rasulullah? Bagaimana beliau menjelang maut menjemput bahkan menyempatkan diri untuk berperang melawan kedloliman tentara kafir kuraisy? Jadi, beliau tidak masuk masjid berjam, berhari di dalam masjid hanya sekedar wirid. Beliau berperang!

Inilah yang aku maksud, dengan Dekat Kubur. Kondisi Dekat Kubur, bukan berarti mengurangi ...

Lebih lengkap baca: www.ittelkom.ac.id/staf/mhd



01 June 2009

Tambah Umur, Dekat Kubur

Berbagai kalangan, teman-temanku menulis dengan berbagai gayanya. Met milad, Pak. Happy birthday, Pak. Selamat ultah, Pak Dosen. Semoga panjang umur. Alhamdulillah berbagai nikmat telah engkau terima dari Yang Maha Pemberi Nikmat. Alhamdulillah masih ada masa untukmu… kawan. Dan berbagai rangkaian kata yang lain.

Nikmatnya mereka-mereka telah menyampaikan...
Baca lengkap di www.ittelkom.ac.id/staf/mhd

27 May 2009

Pemilihan Presiden

Tulisan ini adalah copy dari www.ittelkom.ac.id/staf/mhd karena pada blog tersebut amat lambat dibanding dengan pada blog alamat ini.

Walaupun secara resmi, waktu kampanye pemilihan presiden belum ditabuh, namun berbagai calon pres dan wapres mulai bergelayut menyampaikan berbagai pandangannya bagaimana mengelola negeri ini?

Dan sesuai dengan kengototan PDIP agar minimal Calon didukung oleh 20% suara, menghasilkan hanya tiga calon saja. Itupun sudah begitu ramai menampaki hari-hari ini dengan gempita tentang pencalonan tersebut. Cukup tiga calon! Sudah bisa mengharu biru, negeri ini.

Berbagai strategi telah disampaikan oleh para Calon dan para Pengawalnya (Tim Sukses). Mulai terlihat pula para capres saling melempar sesuatu yang dapat membuat kuping calon yang lain berkomentar.

Ketika tahun 2004, kerendah-hatian SBY begitu nampak. Namun pada hari-hari ini, terlihat jawaban-jawaban SBY terhadap statement para lawan politik mulai tak rendah hati lagi. Terasa getaran nada bicara, begitu jengkel. Wajah demikian tegang. Dan mulai memanas. Ah… dimana sejukmu wahai Bapak Presiden?

Di lain pihak, PKS pun mulai hati-hati (lebih tepatnya mulai ketakutan) kuatir SBY tak berhasil menjadi pemenang. Statement JK yang menyatakan: “Kami calon yang Islami. Lihatlah istri-istri kami berkerudung”. Membuat berbagai kalangan di PKS bisa pindah hati, karena kerudung. Tentunya kubu SBY harus pula memperhatikan tampilan fisik yang demikian ini. Jangan anggap suara ibu-ibu yang tak amat berpengaruh.

Sesuatu yang terasa aneh yang lain adalah beberapa sidang kabinet seperti melemparkan jauh-jauh peran dari Wakil Presiden. Terlihat dalam beberapa sidang kabinet JK tidak hadir. Lho kok aneh, negeri ini sudah tidak membutuhkan Wakil Presiden? Dimana perannya selama ini? Apakah keberangan SBY sudah sedemikian panas? Sehingga Wakil Presiden tak pernah lagi dihadirkan dalam sidang kabinet?

Tadi malam aku lihat Rizal Mallarangeng yang mewakili kubu SBY, tak sanggup lagi menahan diri, hingga beberapa kali diingatkan untuk tidak memotong pembicaraan orang lain. Namun beberapa kali pula, Rizal ngotot untuk ngomong. Sampai-sampai volume microphonenya dikecilkan. Sudah demikiankah panasnya mereka?

Lihatlah betapa Ganjar mampu berbicara dengan tenang, walaupun kalimat-kalimatnya galak juga. Padahal beliau dari kubu Mega yang terkenal kalimatnya galak juga dan tidak tenang (tidak sabaran).

Semoga negeri ini aman dari kebijakan-kebijakan yang liberal maupun yang neoliberal. Menjadi sebuah negeri yang aman sentausa, dan berpendirian yang teguh untuk keselamatan di dunia dan akhirat.

22 May 2009

Menulis Buku, Mimpi Seorang Mujahid?

Aku sudah berniat untuk meramaikan blog-ku di alamat www.ittelkom.ac.id/staf/mhd namun blog ini entah mengapa begitu lambatnya untuk diakses, sehingga tulisan ini saya taruh di sini dan saya taruh di-blog IT Telkom. Sehingga jangan merasa bahwa telah terjadi duplikasi tanpa ijin.

Aku sudah mulai ketularan teman dekatku. Yaitu bermimpi terhadap apa-apa yang belum diraih. Temanku dulu, sering bermimpi akibat ada sesuatu yang masih terasa sebagai sebuah hutang. Berhari, berbulan terus sering bermimpi tentang hal -hal yang menyangkut sesuatu tersebut. Baik secara langsung maupun secara tersirat. Dan akhirnya selesai setelah beban yang lama menggantung dapat diselesaikannya.

Telah dua hari pula aku bermimpi. Sesuatu yang telah menjadi keinginan untuk diwujudkan. Entahlah, apakah mimpi-mimpi ini hanya bunga tidur saja? Ataukah mimpi ini adalah mimpi mujahid? Yang ingin selamat di dunia maupun di akhirat? Seseorang menyatakan kekecewaannya tentang IT Telkom. Bahwa apa yang ingin diharapkannya ternyata tak juga terwujud. Bolehlah disebut semacam proyek, yang telah dijanjikan oleh pihak IT Telkom, namun proyek tersebut tak juga ditandatangani oleh pihak IT Telkom. Namun disela perbincangan tersebut, beliau mengungkapkan: bisa juga proyek/ pekerjaan digantikan dengan pencetakan buku. Nah, inilah yang membuat saya terus mengingatinya.

Tiga kalimat pertama dalam pragraf di atas ini, merupakan bumbu dari mimpiku, karena bukan hal tersebut yang terus berulang, namun yang terus berulang adalah pencetakan buku. Saat itu (dalam mimpi), aku menyanggupinya untuk memberikan hak cetak bukuku padanya. Sungguh buku yang pertama telah aku serahkan ke penerbit yang cukup terkenal di Indonesia. Nah, buku yang kedua belum kelar benar. Namun telah cukuplah dikatakan nyaris menembus angka 70%. Dan telah ada niat yang cukup kuat, agar aku dapat menyelesaikannya.

Semangat untuk menyelesaikannya, ditambah lagi dengan tulisan mahasiswaku yang tiba-tiba nongol di FB, untuk menagih janji aku menulis buku. Memang sang mahasiswa ini telah berhasil mencetakkan sebuah buku tentang pengalaman hidupnya. Sebuah buku ringan, namun bermakna cukup dalam. Walaupun masih mengandalkan rasa, bukan objektifitas yang sempurna.

Ketertundaan adalah sesuatu yang sering menghalangi. Pekerjaan yang demikian bertubi, menghendaki penulisan dalam format yang cukup baik dari buku tersebut, belum sempat tersentuh. Kadang rasa masih minder, dan merasa tak layak terbit menghinggapi diriku. Tapi kalau tak dipaksakan, apakah mungkin dunia kependidikan tinggi di Indonesia dapat mempunyai peran terhadap diri sendiri, tuan di negeri sendiri? Minimal harus ada setitik demi setitik upaya untuk menorehkan tinta di negeri sendiri.

Semoga aku dapat menuangkan segala kerja yang ada selama ini, yang dibantu para mahasiswa yang cakap, yang telah berusaha sekuat tenaga, untuk memperkaya tulisan tersebut, sehingga menjadi sebuah buku sebagai penambah salah satu literatur dan referensi dunia ilmiah di Indonesia. Mesti, aku menuliskannya dengan tanpa mengurangi hak cipta dari para mahasiswa dan para senior yang sebelumnya telah memberikan wacana tentang buku ini.

Semoga pula mimpiku adalah mimpi mujahid, yang rindu akan baru harum syurga jannatun na'im. Yang rindu akan ridloAllah di dunia maupun ridho Allah di akhirat kelak. Ya, Allah mudahkanlah aku menggetarkan duniaku, sehingga ridho-MU dapat aku capai.

16 April 2009

Hari-hari Mengecewakan

Hari-hari ini memang paling mengecewakan, tentunya bagi orang-orang tertentu. Siapa bilang semua orang kecewa? jawabnya tentunya tidak setiap orang kecewa. Yang kecewa tentunya hanyalah orang-orang yang tak mampu mencapai keinginan dari target. Mestinya sih bagi orang yang sudah mampu mengendalikan diri, rasa kecewa mampu dikendalikan.

Saat ini banyak kecewa adalah orang-orang yang menjadi caleg, namun suaranya amat tipis, tak mampu menembus caleg threshold. Aku dengar di sebuah radio swasta, ada sebuah pesantren di Cirebon telah menerima pasien dari golongan ini, sebanyak lebih dari 20 orang. Ada yang stress ringan, suka linglung, terus merenung, tertawa-tawa, senyum-senyum sendiri, nangis terus menerus, bahkan yang sudah amat parah ada yang jalan-jalan hanya pakai cd saja. Perbedaan yang amat jauh, mungkin, dari keinginan yang diharapkanlah yang menyebabkan kasus yang demikian.

Pasiennya ada yang dari kalangan pegawai, pengusaha, dan anehnya ada yang dari pengangguran. Mulai yang kehabisan harta benda, termasuk rumah tanah yang telah dijual habis, ada pula yang punya hutang puluhan juta padahal masih menganggur, yang funtastik tentunya mempunyai hutang hingga Milyar, walaupun pengusaha tentunya akan berat menanggungnya. Sungguh luar biasa.

Yah... bahkan ada seorang ibu muda yang gantung diri, walaupun dari partainya tidak menyebut penyebab gantung diri akibat kalah dalam pen-caleg-an. Inilah yang terjadi.

Dalam konsep kalimat syahadat, tentunya dengan mengikat empat hal sekaligus secara berbarengan, hal-hal yang demikian minimal dapat dikendalikan:
Laa ilaha illallah, yang dinyatakan dalam 4 kalimat:
La maujuda illallah: Tidak ada yang wujud hakiki kecuali hanyalah atsar kerja Allah
La ma'buda illallah: Tidak ada yang disembah kecuali hanyalah kepada Allah
La mathluba illallah: Tidak ada yang dita'ati kecuali hanyalah Allah
La maqsuda illallah: Tidak ada maksud/ tujuan kecuali hanyalah kepada Allah

Semoga dapat mengurangi kekecewaan dari sesuatu yang tak sesuai dengan keinginan.

30 March 2009

Tsunami di Tengah Daratan

Mengagetkan! Di tengah-tengah daratan terjadi tsunami. Air setinggi dua puluh meter menyapu-ratakan daerah sekelilingnya. Rumah-rumah roboh, orang-orang terhanyutkan, tiang-tiang listrik entah dimana, namun satu masjid (musholla) masih berdiri walau ada sedikit kerusakan.

Yang disapu-ratakan ternyata bukan daerah kumuh, namun daerah yang cukup elit. Ada orang terkenal yang asetnya ikut terbawa arus. Mobil empat biji terlempar. Nggak tahu, apakah rusak parah atau tidak. Artinya bukan daerah pinggiran kali.

Nyawa melayang mulai mendekati angka 100 orang (pagi ini dari sebuah radio swasta). Ratusan lebih orang dinyatakan belum ketemu (hilang). Yang meninggal, ada bayi, orang muda yang maish kokoh badannya, kakek seusia 60 tahunan, dst. Tak sedikit harta terhempas, entah kemana.

Inilah tsunami di tengah daratan yang terbesar. Tempat itu disebut Situ Gintung, di daerah Cireundeu, Tangerang, Banten. Situ yang dibangun jaman Belanda. Dipagari oleh dinding tanah selebar 3-5 meter sehingga mobil bisa lewat berpapasan. Tentu dengan usia yang cukup tua. Saat sebelum kejadian, hujan cukup deras dan besar, sampai ada es-nya. Grudugan suara membelah pun demikian kerasnya.

Sang Presiden yang sedang ke Bandung pun dengan segera, menyempatkan diri hadir ke lokasi bencana, setelah sholat Jum'at. Ada sesuatu yang dilupakan olehnya. Mungkin yang kebayang adalah segera memberi bantuan pada korban. Padahal masih banyak yang menunggu menjadi korban. Mengapa Menteri PU tidak segera menginventarisir situ-situ yang mempunyai kondisi yang sama? Padahal koran-koran setelah kejadian ini bersegera mencari data. Namun Dep. PU tidak keluar statement, lupakah?

Semoga manusia Indonesia segera memiliki pemimpin yang memikirkan bukan hanya hari ini saja, namun antisipatif pada masa depan juga...Mau?

27 March 2009

Fesbuk

Sebuah fenomena yang menggelegak terjadi di sebuah kampus Perguruan Tinggi Swasta yang konsen di bidang ICT. Dulunya penggunaan terbanyak dari bandwidth yang disediakan oleh kampus adalah jaringan sosial yang bernama Pertemanan. Memang mahasiswa banyak tersangkut dalam jaringan ini. Inilah penggunaan terbesar dari bandwidth.

Namun akhir-akhir ini penggunaan pun bergeser ke sebuah jaringan sosial yang lebih nyaman, dengan kecepatan akses yang tak lambat. Jaringan ini bernama Facebook.

Jaringan sosial yang menyediakan kemudahan untuk menuliskan sesuatu dengan ringan dan cepat. Tulisan-tulisan tentang kesedihan, kegembiraan, inovasi, kebrilianan, dengan ringan mengalir. Namun tak pelak, kata-kata jorok pun kadang kala muncul pula. Entah berapa server yang disediakan karena, tulisan-tulisan itu dapat tersaji dengan cepat. Walaupun memang lebih kepada tulisan yang senada dengan sms: 160 karakter. Foto bisa dipasang, kemudian dikomentari oleh berbagai teman yang ada.

Yang luar biasa dari jaringan sosial ini, tentunya adalah ide yang sebenarnya amat sederhana, yaitu: menjalin pertemanan dengan temannya teman. Anda bisa mendapatkan teman baru, karena teman anda yang sebelumnya. Jika anda punya teman A dan A mempunyai teman bernama B, maka oleh fasilitas yang disediakan oleh Fesbuk, maka anda akan ditawari untuk berteman dengan B. Sebuah pertemanan yang semakin lama semakin membludak. Selain itu, fesbuk menyediakan prasarana mencari teman berdasarkan informasi yang diberikan oleh data yang dimasukkan user. Maka dapat dicari teman-teman ketika di SD, dst.

Tak disangka setelah puluhan tahun aku tak berhasil kontak dengan temanku di SMP dan SMA, tiba-tiba dia muncul: hah! Sungguh mengharukan. Padahal dalam benakku berhari, berbulan, bertahun aku selalu ingin menyapanya. Miminal teman yang demikian sudah dua orang yang ketemu.

Yang satu terpisah sejak lulus SMA, persis setelah dinyatakan lulus SMA, langsung nggak pernah ketemu. Rumahnya di Gembong, suatu daerah di kaki bukit Gunung Muria, di sekitar waduk. Aku pernah ke rumahnya ketika masih SMP dan menginjakkan kaki di waduk tersebut, karena waduknya kering. Amat akrab dengan beliau. Orang tuanya menjadi guru. Idealismenya tentang Islam, ada lah. Yang menarik tentunya cinta monyetnya. Dia senang dengan seorang gadis. Dan ternyata setelah, saya kuliah, barulah aku tahu si gadis, seneng sama aku. Ha ha ha...

Dan yang kedua, dia teman kakakku di SMP swasta di Pati. Sungguh luar biasa, lulusan SMP bisa masuk SMA Negeri Pati. Karenanya prestasinya hebat juga. Dia yang menulis tentang masyarakat SAMIN. Masyarakat yang berbuat letterlijk. Naik ya naik ... bukan turun. Kalau mengatakan: naik angot, misalnya, maka mereka akan benar-benar naik sampai atap angkot. Terpisah sejenak ketika masuk perguruan tinggi. Kemudian sempat ketemu di Kramat Raya Jakarta, kemudian sama-sama ke rumah kakakku di Pulomas, diteruskan ke temoat kostnya di Bogor. Idealisme Islamnya sungguh luar biasa. Ketika dia kontak itulah aku baru tahu, jika dia bekerja di BEI Jakarta. Ayo maju lagi, Mas Sunardi, jangan mundur karena keadaan.

Inilah fesbuk yang telah mempertemukan kembali dengan teman-teman lama. Semoga anda-anda dapat segera kembali ke jalan yang baik, jalan mengantarkan keselamatan di dunia dan akhirat. Ayo kita raih....

24 March 2009

Pemalsu Uang

Uang digunakan sebagai alat bantu transaksi sehingga transaksi dapat terjadi dengan mudah dan adil. Bisa dibayangkan jika transaksi perdagangan masih menggunakan gaya lama. Berapa ton garam yang harus dibawa jika mau membeli satu buah rumah tipe 21? Karena itu, uang sebagai alat bantu memudahkan kita dalam bertransaksi.

Dengan berjalannya waktu, uang menjadi alat bantu yang merambah kemana-mana. Bahkan produk-produk jasa pun bisa dihitung menggunakan uang. Hampir apapun bisa dinyatakan dalam uang. Tentu ada kegelisahan tersendiri karena masalah ini.

Karena itulah, dahulu awal dibuatnya dibuat dalam konvensi, bahwa negara (yang membuatnya harus berlevel negara, tidak boleh pribadi), uang yang dicetak harus senilai dengan kekayaan yang dimiliki oleh negara tersebut. Artinya jika negara mencetak uang sebanyak 1Trilyun Rupiah, maka negara harus menyimpan emas (kekayaan dinyatakan dalam bentuk emas batangan) senilai 1 Trilyun Rupiah. Berarti uang yang beredar pastilah negara mempunyai emas sebanyak uang yang beredar tersebut.

Dengan berjalannya waktu, negara tak mempunyai kekayaan sebanyak itu, namun negara tak boleh dinyatakan sebagai negara yang bangkrut. Maka jika kebutuhan akan uang meningkat, negara dengan ringan tangan mencetak kembali. Inilah yang menjadi salah satu faktor tingkat kepercayaan pada uang berkurang.

Saat ini, RI memiliki tingkat kepercayaan yang jauh lebih rendah dibanding tahun 1986, saat itu Rupiah terhadap dollar hanya berkisar di bawah seribu rupiah, sedangkan saat ini menyentuh angka 12 ribu rupiah. Inilah salah satu indikasi pemerintah RI mencetak uang, bukan berdasarkan kekayaan yang dimilikinya. Namun karena kebutuhan mencetak uang saja. Bolehkah kta sebut pemerintah RI telah memalsukan uang sendiri?

Namun dengan logika yang mirip, beberapa orang yang merasa memiliki kemampuan cetak mencetak, kemudian membuat uang sendiri dengan meniru uang yang dicetak oleh negara. Maka si pencetak ini disebut pemalsu uang. Mirip kan dengan pemerintah yang mencetak uang padahal tidak punya kekayaan yang setara? Namun karena melanggar hukum negara, maka yang bersangkutan dihukum minimal 5 tahun. Namun negara yang melakukan hal yang sama, tidak dihukum oleh PBB atau lembaga di atas negara.